A Young Lady ~♥

Welcome to Sabil's blog. A blog about random things to share!

Mahalkanlah Air Matamu Jikalau Hanya Untuk Idolamu Yang Tidak Memberikan Apa-Apa Kepadamu!

By 23.15

Setahun yang lalu aku terbawa arus yang disebut dengan ‘Korean Wave’.Alhamdulillah sekarang aku telah sadar, siapa yang telah menyelamatkan kita (khususnya umat Islam) dari kesesatan.Dan aku InsyAllah telah dibawa ke jalur yang lurus.Mudah-mudahan ya Allah.. Teman-temanku, aku bukanlah seorang dakwah yang pintar menjawab semua pertanyaan kalian.Aku bukanlah seorang yang kaya akan pengetahuan, kemampuanku masih dibawah rata-rata dibandingkan kalian. Tapi teman-temanku, ingatlah siapa yang menanggung (sebagian) sakitnya sakaratul mautmu kelak?Dialah Muhammad SAW. Rasul kita yang masih memikirkan kita disaat nyawanya akan terlepas dariraganya. Dia masih menyebut “ummati..ummati.. (umatku..umatku)” saat ia tengah kesakitan merasakan dahsyatnya maut Allah SWT. Masihkah kalian mengidolakan orang-orang yang menurut kalian hebatitu? Yang menurut kalian bisa membuat kalian senang?Yang menurut kalian superhero? Siapakah sebenarya superhero kalian? Masihkah kalian ingin mengeluarkan tetes demi tetes air mata kalian yang mahal itu hanya karena tidak bisa bertemu dengan idola kalian? Teman-temanku, jika kalian menyukaiidola kalian karena suaranya yang bagus, diluar sana masihbanyak orang yang suaranya lebih bagus ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Teman-temanku, cintailah kekasih Allah yang telah menuntunmu dan menolongmu dari gua yang gelap dan buntu itu.Berilah pujian kepada dia yang telah menyelamatkanmu dari orang-orang kafir, yang durhaka kepada Allah SWT.Jadikanlah dia idola kalian.Idola yang sungguh jauh lebih baik dari idola kalian.Pindahkanlah hati kalian hanya untuk Allah SWT yang telah menciptakanmu dan Muhammad SAW yang akan membelamu di padang mahsyar kelak. Teman-temanku, idola kalian yang selama ini kalian puji-puji.Yang kalian agung-agungkan, dan yang kalian anggap sebagai pemberi kebahagiaan kepada kalian.Mereka tidak akan perduli dengan kalian ketika kalian disiksa di akhirat. Mereka tidak akan perduli kepada kalian ketika kalian dicambuk karena tidak menjalankan perintah-Nya. Siapa yang akan membela kalian di akhirat nanti? Dialah Rasulullah SAW, yang akan membela kita mati-matian agar kita dapat mencium bau syurga. Agar kita bisa bersama-sama dengan dia. Bersyukurlah kepada Allah SWT karena kita telah diciptakan menjadi manusia akhir zaman.Kita adalah umat Rasulullah yang paling dikasihi Allah. Allah SWT sangat menyayangi Rasulullah, begitu juga dengan kita, umatnya. Bahkan Rasulullah SAW masih memberikan dakwah kepada umatnya sebelum ajal menjemputnya, “Wahaiumatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk surga bersama-sama dengan aku.” Teman-temanku, apa kalian tidak ingin masuk surga bersama dengan Rasulullah? Apa kalian masih ingin mengikuti idola kalian yang tidak akan pernah bisa menolong kalian dari siksa neraka? Sedangkan ia sendiri sangat kesusahan menolong dirinya sendiri. Apa kalian masih ingin berlarut-larut dalam kesedihan hanya karena tidak bisa bertemu dengan mereka? Sedihlah kita ketika kita ingin bertemu dengan Rasulullah di surga tetapi tidak bisa! Ingatlah satu hal teman-temanku, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang-orang kafir." Rasulullah SAW yang menerima banyak sekali penganiayaan, di lempari kotoran hewan ketika shalat di depan Ka’bah, di lempari batu, dituduh sebagai tukang sihir dan orang gila, terusir dari kampung halamannya sendiri, dan kehilangan orang-orang yang beliau cintai, apakah masih juga tak bisa kita mencintai beliau ketika beliau melakukan itu semua untukku, untukmu, dan untuk para manusia agar mengenal dan menyembah Allah? Betapa sombongnya diri ini tidak memikirkan beliau yang mencintai dan memikirkan umatnya, merindukan umatnya yang lahir setelah beliau. Kita tidak bisa mengenal Allah tanpa Rasulullah, kita tidak akan bisa memahami dan mengamalkan Al-Qur’an tanpa Rasulullah. Kita tidak akan mengenal Islam –agama yang paling diridhoi Allah- dan takkan selamat tanpa syafaatnya, karena kita adalah umat akhir zaman. Tidak akan ada nabi lagi setelah beliau. Lalu bagaimana mungkin kita tidak mencintai beliau yang bahkan mencintai kita dan masih memikirkan kita ketika nyawanya hendak di cabut? Semoga bermanfaat :)

You Might Also Like

0 komentar

Sabtu, 16 Februari 2013

Mahalkanlah Air Matamu Jikalau Hanya Untuk Idolamu Yang Tidak Memberikan Apa-Apa Kepadamu!

Setahun yang lalu aku terbawa arus yang disebut dengan ‘Korean Wave’.Alhamdulillah sekarang aku telah sadar, siapa yang telah menyelamatkan kita (khususnya umat Islam) dari kesesatan.Dan aku InsyAllah telah dibawa ke jalur yang lurus.Mudah-mudahan ya Allah.. Teman-temanku, aku bukanlah seorang dakwah yang pintar menjawab semua pertanyaan kalian.Aku bukanlah seorang yang kaya akan pengetahuan, kemampuanku masih dibawah rata-rata dibandingkan kalian. Tapi teman-temanku, ingatlah siapa yang menanggung (sebagian) sakitnya sakaratul mautmu kelak?Dialah Muhammad SAW. Rasul kita yang masih memikirkan kita disaat nyawanya akan terlepas dariraganya. Dia masih menyebut “ummati..ummati.. (umatku..umatku)” saat ia tengah kesakitan merasakan dahsyatnya maut Allah SWT. Masihkah kalian mengidolakan orang-orang yang menurut kalian hebatitu? Yang menurut kalian bisa membuat kalian senang?Yang menurut kalian superhero? Siapakah sebenarya superhero kalian? Masihkah kalian ingin mengeluarkan tetes demi tetes air mata kalian yang mahal itu hanya karena tidak bisa bertemu dengan idola kalian? Teman-temanku, jika kalian menyukaiidola kalian karena suaranya yang bagus, diluar sana masihbanyak orang yang suaranya lebih bagus ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Teman-temanku, cintailah kekasih Allah yang telah menuntunmu dan menolongmu dari gua yang gelap dan buntu itu.Berilah pujian kepada dia yang telah menyelamatkanmu dari orang-orang kafir, yang durhaka kepada Allah SWT.Jadikanlah dia idola kalian.Idola yang sungguh jauh lebih baik dari idola kalian.Pindahkanlah hati kalian hanya untuk Allah SWT yang telah menciptakanmu dan Muhammad SAW yang akan membelamu di padang mahsyar kelak. Teman-temanku, idola kalian yang selama ini kalian puji-puji.Yang kalian agung-agungkan, dan yang kalian anggap sebagai pemberi kebahagiaan kepada kalian.Mereka tidak akan perduli dengan kalian ketika kalian disiksa di akhirat. Mereka tidak akan perduli kepada kalian ketika kalian dicambuk karena tidak menjalankan perintah-Nya. Siapa yang akan membela kalian di akhirat nanti? Dialah Rasulullah SAW, yang akan membela kita mati-matian agar kita dapat mencium bau syurga. Agar kita bisa bersama-sama dengan dia. Bersyukurlah kepada Allah SWT karena kita telah diciptakan menjadi manusia akhir zaman.Kita adalah umat Rasulullah yang paling dikasihi Allah. Allah SWT sangat menyayangi Rasulullah, begitu juga dengan kita, umatnya. Bahkan Rasulullah SAW masih memberikan dakwah kepada umatnya sebelum ajal menjemputnya, “Wahaiumatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk surga bersama-sama dengan aku.” Teman-temanku, apa kalian tidak ingin masuk surga bersama dengan Rasulullah? Apa kalian masih ingin mengikuti idola kalian yang tidak akan pernah bisa menolong kalian dari siksa neraka? Sedangkan ia sendiri sangat kesusahan menolong dirinya sendiri. Apa kalian masih ingin berlarut-larut dalam kesedihan hanya karena tidak bisa bertemu dengan mereka? Sedihlah kita ketika kita ingin bertemu dengan Rasulullah di surga tetapi tidak bisa! Ingatlah satu hal teman-temanku, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang-orang kafir." Rasulullah SAW yang menerima banyak sekali penganiayaan, di lempari kotoran hewan ketika shalat di depan Ka’bah, di lempari batu, dituduh sebagai tukang sihir dan orang gila, terusir dari kampung halamannya sendiri, dan kehilangan orang-orang yang beliau cintai, apakah masih juga tak bisa kita mencintai beliau ketika beliau melakukan itu semua untukku, untukmu, dan untuk para manusia agar mengenal dan menyembah Allah? Betapa sombongnya diri ini tidak memikirkan beliau yang mencintai dan memikirkan umatnya, merindukan umatnya yang lahir setelah beliau. Kita tidak bisa mengenal Allah tanpa Rasulullah, kita tidak akan bisa memahami dan mengamalkan Al-Qur’an tanpa Rasulullah. Kita tidak akan mengenal Islam –agama yang paling diridhoi Allah- dan takkan selamat tanpa syafaatnya, karena kita adalah umat akhir zaman. Tidak akan ada nabi lagi setelah beliau. Lalu bagaimana mungkin kita tidak mencintai beliau yang bahkan mencintai kita dan masih memikirkan kita ketika nyawanya hendak di cabut? Semoga bermanfaat :)
Posting Komentar