A Young Lady ~♥

Welcome to Sabil's blog. A blog about random things to share!

Just Married

By 20.40




Judul           : Just Married
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Romance
Cast            : Krystal (f(x))
                     Kai (Exo K)
                     Sulli (f(x))
                     Baekhyun (Exo K)
Disclaimer  : Dilarang keras untuk plagiat ;) mencuri itu dosa loh J
Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan untuk Krystal. Karena Kai menyatakan cinta kepadanya. Kai adalah soonbae-nya di kampus. Kai juga sangat populer di kalangan anak perempuan. Jadi, begitu Kai menyatakan cinta kepadanya, Krystal lagsung menerimanya tanpa berpikir dulu. Tiba-tiba saja handphonenya berdering.
Ah! Satu pesan.
From : Sulli
Ya! Soo Jung-ah! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau Kai menyatakan cinta padamu? Kau tahu, Kai itu playboy. Dia bahkan pernah berpacaran dengan Yoona. Kau tahu kan yang centil itu.
Krystal lalu membalas pesan dari sahabatnya.
To : Sulli
Kenapa aku harus bilang padamu. Kan, kau tahu kalau aku menyukai Kai oppa. Aku tidak percaya denganmu.
Krystal lalu bersenandung riang. Bernyanyi sambil menari-nari di kamarnya yang mewah. Tentu saja dia sangat senang. Handphonenya berdering lagi. Krystal meraih handphonenya di atas tempat tidur. Ia pikir itu pesan dari Sulli. Ternyata dari Kai.
From : Kai Oppa
Sedang apa kau? Apa sudah makan?
Krystal dengan cepat mengetik balasan untuk pesan Kai.
To : Kai Oppa
Aku tidak sedang melakukan apapun. Ne, aku sudah makan. Oppa, dirumahku sepi sekali. Eomma dan Appaku sedang pergi kerumah halmoni di Gangnam.
Ya! Krystal memang sedang sendirian dirumah. Sebenarnya dia bersama kakaknya, Jessica. Tapi kakaknya sedang pergi ke pesta ulang tahun Sunny –temannya. Handphone Krystal kembali berdering.
From : Sulli
Awas saja kalau kau menyesal nantinya. Jangan salahkan aku karena aku sudah memperingatimu. Dan satu lagi, jangan menangis di bahuku kalau kau patah hati karena ulah Kai. Arraseo!
Krystal mencibir ketika membaca pesan Sulli.
“Sulli-ah, bilang saja kau iri karena Baekhyun tidak peka dengan perasaanmu,” gumam Krystal.
Tiba-tiba saja bel rumahnya berbunyi. Krystal segera membuka pintu. Ia pikir Jessica sudah pulang. Ternyata Kai yang datang.
“O-oppa,” ucap Krystal gugup.
“Waegurae? Apa kau terkejut karena aku datang tidak bilang?” ucap Kai santai. Ia lalu masuk kedalam rumah Krystal.
“Ne,” ucap Krystal.
“Chagi, kau tidak mempersilahkanku untuk duduk?” ucap Kai. Krystal jadi salah tingkah.
“Oppa, duduk saja. Aku akan ambilkan jus untukmu. Kau mau jus apa?”
“Jeruk,”
“Sipp,” Krystal lalu berjalan cepat menuju dapur dan meredakan degup jantungnya yang tak beraturan sejak melihat Kai yang benar-benar tampan jika tidak memakai pakaian sekolah.
“Oppa, kenapa kesini tidak bilang padaku? Rumahku berantakan,” ucap Krystal malu. Ia lalu memberikan gelas jus untuk Kai.
“Apa tidak boleh? Lagi pula aku ingin melihatmu, bukan melihat rumahku,” jawab Kai sambil tersenyum, membuat pipi Krystal memerah seketika. Kai lalu menarik Krystal hingga terduduk di sampingnya.
“Apa kita bisa menonton film disini?” tanya Kai setengah berbisik. Krystal lalu mengangguk.
“Kau mau menonton apa?”
“Menurutmu?” Krystal segera bangkit dari duduknya dan memutar film Thailand First Kiss. Dia lalu duduk di lantai beralaskan karpet berbulu di bawah sofa tempat Kai duduk.
“Kau suka sesuatu yang romantis?” tanya Kai. Krystal lalu mengagguk mendengar pertanyaan Kai. Ya, wanita mana yang tidak suka sesuatu yang romantis, kecuali Amber yang di tembak soonbae malah melempar soonbae itu dengan sneakersnya.
Kai lalu ikut duduk di sebelah Krystal. Mereka menonton bersama sambil tertawa-tawa ketika melihat adegan yang lucu.
“Chamkkaman. Aku ambil snack dulu ya di dapur,” Krystal lalu beranjak dari tempatnya duduk. Dia beralasan untuk mengambil snack padahal dia sangat gugup menonton film romantic bersama Kai. Apalagi Kai selalu membelai rambut Krystal, atau selama menonton tadi dia juga sering merangkul Krystal. Itu tentu membuat Krystal sangat gugup.
“Chaa~” ucap Krystal setelah kembali dengan stoples penuh berisi keripik kentang. Tiba-tiba saja saat Krystal akan duduk di tempatnya semula, dia menginjak pulpen dan terpeleset. Tahu-tahu ia sudah berada di atas Kai yang tersenyum manis kepadanya. Tiba-tiba saja Kai mengecup bibir Krystal. Krystal menjadi salah tingkah dan dia tidak bisa bangkit sampai beberapa detik lamanya.
“Omo!!” teriak Jessica begitu melihat adiknya bersama dengan seorang lelaki yang belum di kenalnya. Kai dan Krystal langsung memisahkan diri mereka.
“Eonni,” ucap Krystal menghampiri kakaknya.
“Ya! Apa yang kau lakukan?!” ucap Jessica.
“Annyeonghaseo noona. Nan, Kai imnida. Aku namjachingu adikmu, Krystal,” ucap Kai setibanya dia berada dihadapan Krystal dan Jessica.
“Jessica imnida. Apa yang kalian lakukan?” ucap Jessica kemudian.
“Itu tadi,,” ucapan Krystal terhenti ketika melihat Jessica mengambil handphone dari dalam tasnya.
“Eomma!” ucap Jessica kepada ibunya di telepon.
“Eonni!”
“Noona!” panggil Krystal dan Kai bersamaan.
“Krystal sudah melakukan sesuatu dengan pacarnya. Eottohke?” ucap Jessica. Krystal dan Kai berpandangan.
“Eonni, jebalyo,” bujuk Krystal agar Jessica berhenti mengaduh kepada ibu mereka.
“Ya! Kau ini merepotkan saja. Eomma bilang dia akan kembali besok bersama dengan appa,” ucap Jessica. Dia lalu meninggalkan Krystal dan Kai yang cemas.
“Oppa, eottohke,” ucap Krystal.
“Molla,” jawab Kai.
“Bagaimana kalau orang tuaku menyuruh kita menikah?” tanya Krystal cemas.
“Apa kau tidak mau menikah denganku?” ucap Kai.
“Aniyo, tapi kan kita masih kuliah. Aku belum memikirkan pernikahan,” ucap Krystal.
“Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa kok. Kakakmu saja yang berlebihan,” jawab Kai menenangkan. Krystal lalu tersenyum.
“Aku pulang dulu, ya,” ucap Kai. Krystal lalu mengangguk mengizinkan. Baru beberapa langkah berjalan, Kai berbalik badan dan menghampiri Krystal.
“Waeyo?” tanya Krystal heran.
“Ani,” ucap Kai. Kai lalu mencium puncak kepala Krystal membuat gadis itu membelalakkan matanya.
“Jalja~” ucap Kai, lelaki itu kemudian berjalan santai menuju mobilnya yang terparkir di luar gerbang.
                                                ^^
Ternyata mulut manusia lebih cepat berjalan dari kecepatan cahaya. Saat Krystal dan Sulli memasuki perkarangan kampusnya, tiba-tiba saja sekelompok geng perempuan-perempuan centil menghadangnya.
“Hey! Kau yang namanya Krystal?” ucap seorang gadis bernama Yoona.
“Ne,” jawab Krystal.
“Kampungan sekali gayamu. Apa kau lahir di jaman purbakala?” ejek salah seorang teman Yoona.
“Bukannya kau yang tinggal di jaman purbakala? Pakaianmu saja bolong-bolong begitu,” ucap Sulli sinis.
“Kenapa kau tidak takut dengan kami?! Aku Yoona,” ucap Yoona, dia adalah perempuan cantik yang selalu memakai pakaian yang sangat modis.
“Lalu?”
“Ya! Kau ini sudah mengacaukan hidupku!! Kau membiarkan kedua orang tuamu mendatangi rumah orang tua Kai Oppa!”
“Ya! Apa itu urusanmu? Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan Yoona-ssi. Orang tua Krystal mengunjung orang tua Kai juga bukan berarti mereka mengadakan pertemuan keluarga,” marah Sulli.
“Kau salah paham Yoona-ssi,” ucap Krystal. Ia lalu mencoba untuk pergi dari Yoona and the genk.
“Ya! Aku belum selesai bicara,” ucap Yoona. Dia lalu memojokkan Krystal di tembok dekat pos satpam.
“Yoona-ssi, lepaskan dia, atau aku akan memanggil satpam!” ancam Sulli. Tapi Yoona tidak juga melepaskan Krystal.
“Ya!” teriak seorang lelaki.
“Oppa, kenapa kau akan menikah dengan dia?!” ucap Yoona kepada Kai. Kai lalu menarik Krystal dari kerumunan genk centil itu.
“Apa urusanmu?” ucap Kai. Kai lalu mengajak Krystal dan Sulli untuk pergi. Sebelum benar-benar pergi Kai berbalik badan.
“Dan satu lagi! Jangan suka menebar isu kalau aku pernah berpacaran denganmu,” Yoona lalu membuang muka. Dia sangat malu karena banyak orang yang memperhatikan mereka.
“Soonbae, apa yang kau katakan benar?” tanya Sulli begitu mereka berjalan di koridor kampus.
“Tentang apa?” kata Kai sambil merangkul Krystal.
“Tentang Yoona yang menyebar isu,” Kai lalu mengangguk.
“Dia dulu satu SMA denganku. dia sangat terobsesi ingin menjadi pacarku. Orang tuanya sangat kaya, dia bahkan seharusnya berkuliah di Amerika. Tapi dia tidak mau karena dia tahu aku berkuliah disini. Waktu aku menginjak semester tiga, Yoona mengatakan cinta padaku. Tentu aku menolak karena aku memang tidak menyukainya. Dia lalu marah dan menyebar isu kalau dia berpacaran denganku,” jelas Kai panjang lebar. Sulli lalu mengagguk.
“Mianhae soobae,” ucap Sulli.
Kai heran, “Untuk apa?”
“Waktu itu aku bilang kepada Krystal kalau kau itu playboy. Tapi Krystal tidak mempercayaiku,” ucap Sulli. Tiba-tiba saja mereka berpaspasan dengan Vaekhyun yang berjalan berlawanan arah bersama Luhan.
“Hmm, ne. gwenchana,” ucap Kai sambil tersenyum kepada Sulli. Tapi Sulli tidak melihatnya, dia malah melihat kearah Baekhyun.
Krystal lalu berbisik kepada Kai.
“Sulli-ssi, apa kau meyukai Baekhyun?” tanya Kai. Sulli lalu salah tingkah.
                                                ^^
“Krystal anakku, apa yang telah kau lakukan dengan Kai?” tanya ibu Krystal setibanya ia dirumah.
“Tidak ada,”
“Kenapa kakakmu bilang kalian melakukan sesuatu?”
“Aish! Eomma! Jangan selalu percaya dengan eonni,” ucap Krystal marah.
“Tapi eomma dan appa sudah menemui orang tua Kai. Dan mereka setuju kalau lusa kalian akan menikah,”
“Mwoya?!!” ucap Krystal terkejut.
“Annyeonghaseo eomoni,” ucap Kai dari belakang Krystal.
“Aigo, siapa kau?”
“Kai imnida,”
“Aigo tampan sekali ternyata kau,” ucap ibu Krystal sambil tersenyum.
“Eomoni bilang lusa kami akan menikah?” tanya Kai. Ibu Krystal mengangguk.
“Sebaiknya kau pulang dulu. Bicarakan hal ini dengan kedua orang tuamu,”
“Ne eomoni, aku pulang dulu, ya,” pamit Kai pada Krystal.
“Eo, hati-hati dijalan,”
“Nee,,”
                                                ^^
Hari ini hari pernikahan Krystal dan Kai. Semua tamu berdatangan. Teman-teman mereka di kampus, teman-teman orang tua mereka sampai teman-teman Jessica juga datang.
Tapi sedari tadi Krystal menunggu seseorang yang seharusnya sudah tiba sejak tadi, Sulli.
“Ada apa?” ucap Kai berbisik.
“Aku menunggu Sulli,” ucap Krystal.
“Dia pasti datang sebentar lagi,” jawab Kai menenangkan.
Tiba-tiba saja mereka dikejutnya dengan naiknya sulli dan Baekhyun ke atas panggung.
“Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami, Krystal dan Kai,” ucap Sulli yang sangat cantik malam itu dengan dress putih selutut. Apa lagi di sampingnya da Baekhyun yang sangat tampan.
Sulli dan Baekhyun menyanyi dengan sangat merdu. Tiba-tiba saja Kai menyodorkan tangannya mengajak Krystal berdansa. Krystal tentu saja menolak karena dia tidak pandai berdansa.
“Akan kuajari,” ucap Kai. Dia lalu menaruh kedua tangan Krystal di pundaknya dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Krystal.
“Aku lelah sekali,” ucap Krystal setelah selesai pesta. Krystal dan Kai berjalan bersama. Menuju kamar hotel mereka.
“Kau lelah? Kakimu sakit?” tanya Kai. Krystal mengangguk.
“Bagaimana kalau seperti ini?” ucap Kai yang menggendong tubuh mungil Krystal.
“Oppa, turunkan aku,” ucap Krystal malu.
“Waeyo? Aku ini kan suamimu,”
Mereka lalu tiba di kamar hotel kelas President Suite.
“Aku tidak ingin membiarkanmu kelelahan karena ada satuhal lagi yang harus kita lakukan,” ucap Kai mengerling nakal. Dia lalu mencampakkan tubuh Krystal di atas tempat tidur dan menindih Krystal.
“Sebenarnya ini yang dikatakan sesuatu oleh Jessica noona,” ucap Kai. Dia lalu mengecup bibir Krystal penuh rasa sayang.
~END~

You Might Also Like

0 komentar

Rabu, 23 Oktober 2013

Just Married




Judul           : Just Married
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Romance
Cast            : Krystal (f(x))
                     Kai (Exo K)
                     Sulli (f(x))
                     Baekhyun (Exo K)
Disclaimer  : Dilarang keras untuk plagiat ;) mencuri itu dosa loh J
Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan untuk Krystal. Karena Kai menyatakan cinta kepadanya. Kai adalah soonbae-nya di kampus. Kai juga sangat populer di kalangan anak perempuan. Jadi, begitu Kai menyatakan cinta kepadanya, Krystal lagsung menerimanya tanpa berpikir dulu. Tiba-tiba saja handphonenya berdering.
Ah! Satu pesan.
From : Sulli
Ya! Soo Jung-ah! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau Kai menyatakan cinta padamu? Kau tahu, Kai itu playboy. Dia bahkan pernah berpacaran dengan Yoona. Kau tahu kan yang centil itu.
Krystal lalu membalas pesan dari sahabatnya.
To : Sulli
Kenapa aku harus bilang padamu. Kan, kau tahu kalau aku menyukai Kai oppa. Aku tidak percaya denganmu.
Krystal lalu bersenandung riang. Bernyanyi sambil menari-nari di kamarnya yang mewah. Tentu saja dia sangat senang. Handphonenya berdering lagi. Krystal meraih handphonenya di atas tempat tidur. Ia pikir itu pesan dari Sulli. Ternyata dari Kai.
From : Kai Oppa
Sedang apa kau? Apa sudah makan?
Krystal dengan cepat mengetik balasan untuk pesan Kai.
To : Kai Oppa
Aku tidak sedang melakukan apapun. Ne, aku sudah makan. Oppa, dirumahku sepi sekali. Eomma dan Appaku sedang pergi kerumah halmoni di Gangnam.
Ya! Krystal memang sedang sendirian dirumah. Sebenarnya dia bersama kakaknya, Jessica. Tapi kakaknya sedang pergi ke pesta ulang tahun Sunny –temannya. Handphone Krystal kembali berdering.
From : Sulli
Awas saja kalau kau menyesal nantinya. Jangan salahkan aku karena aku sudah memperingatimu. Dan satu lagi, jangan menangis di bahuku kalau kau patah hati karena ulah Kai. Arraseo!
Krystal mencibir ketika membaca pesan Sulli.
“Sulli-ah, bilang saja kau iri karena Baekhyun tidak peka dengan perasaanmu,” gumam Krystal.
Tiba-tiba saja bel rumahnya berbunyi. Krystal segera membuka pintu. Ia pikir Jessica sudah pulang. Ternyata Kai yang datang.
“O-oppa,” ucap Krystal gugup.
“Waegurae? Apa kau terkejut karena aku datang tidak bilang?” ucap Kai santai. Ia lalu masuk kedalam rumah Krystal.
“Ne,” ucap Krystal.
“Chagi, kau tidak mempersilahkanku untuk duduk?” ucap Kai. Krystal jadi salah tingkah.
“Oppa, duduk saja. Aku akan ambilkan jus untukmu. Kau mau jus apa?”
“Jeruk,”
“Sipp,” Krystal lalu berjalan cepat menuju dapur dan meredakan degup jantungnya yang tak beraturan sejak melihat Kai yang benar-benar tampan jika tidak memakai pakaian sekolah.
“Oppa, kenapa kesini tidak bilang padaku? Rumahku berantakan,” ucap Krystal malu. Ia lalu memberikan gelas jus untuk Kai.
“Apa tidak boleh? Lagi pula aku ingin melihatmu, bukan melihat rumahku,” jawab Kai sambil tersenyum, membuat pipi Krystal memerah seketika. Kai lalu menarik Krystal hingga terduduk di sampingnya.
“Apa kita bisa menonton film disini?” tanya Kai setengah berbisik. Krystal lalu mengangguk.
“Kau mau menonton apa?”
“Menurutmu?” Krystal segera bangkit dari duduknya dan memutar film Thailand First Kiss. Dia lalu duduk di lantai beralaskan karpet berbulu di bawah sofa tempat Kai duduk.
“Kau suka sesuatu yang romantis?” tanya Kai. Krystal lalu mengagguk mendengar pertanyaan Kai. Ya, wanita mana yang tidak suka sesuatu yang romantis, kecuali Amber yang di tembak soonbae malah melempar soonbae itu dengan sneakersnya.
Kai lalu ikut duduk di sebelah Krystal. Mereka menonton bersama sambil tertawa-tawa ketika melihat adegan yang lucu.
“Chamkkaman. Aku ambil snack dulu ya di dapur,” Krystal lalu beranjak dari tempatnya duduk. Dia beralasan untuk mengambil snack padahal dia sangat gugup menonton film romantic bersama Kai. Apalagi Kai selalu membelai rambut Krystal, atau selama menonton tadi dia juga sering merangkul Krystal. Itu tentu membuat Krystal sangat gugup.
“Chaa~” ucap Krystal setelah kembali dengan stoples penuh berisi keripik kentang. Tiba-tiba saja saat Krystal akan duduk di tempatnya semula, dia menginjak pulpen dan terpeleset. Tahu-tahu ia sudah berada di atas Kai yang tersenyum manis kepadanya. Tiba-tiba saja Kai mengecup bibir Krystal. Krystal menjadi salah tingkah dan dia tidak bisa bangkit sampai beberapa detik lamanya.
“Omo!!” teriak Jessica begitu melihat adiknya bersama dengan seorang lelaki yang belum di kenalnya. Kai dan Krystal langsung memisahkan diri mereka.
“Eonni,” ucap Krystal menghampiri kakaknya.
“Ya! Apa yang kau lakukan?!” ucap Jessica.
“Annyeonghaseo noona. Nan, Kai imnida. Aku namjachingu adikmu, Krystal,” ucap Kai setibanya dia berada dihadapan Krystal dan Jessica.
“Jessica imnida. Apa yang kalian lakukan?” ucap Jessica kemudian.
“Itu tadi,,” ucapan Krystal terhenti ketika melihat Jessica mengambil handphone dari dalam tasnya.
“Eomma!” ucap Jessica kepada ibunya di telepon.
“Eonni!”
“Noona!” panggil Krystal dan Kai bersamaan.
“Krystal sudah melakukan sesuatu dengan pacarnya. Eottohke?” ucap Jessica. Krystal dan Kai berpandangan.
“Eonni, jebalyo,” bujuk Krystal agar Jessica berhenti mengaduh kepada ibu mereka.
“Ya! Kau ini merepotkan saja. Eomma bilang dia akan kembali besok bersama dengan appa,” ucap Jessica. Dia lalu meninggalkan Krystal dan Kai yang cemas.
“Oppa, eottohke,” ucap Krystal.
“Molla,” jawab Kai.
“Bagaimana kalau orang tuaku menyuruh kita menikah?” tanya Krystal cemas.
“Apa kau tidak mau menikah denganku?” ucap Kai.
“Aniyo, tapi kan kita masih kuliah. Aku belum memikirkan pernikahan,” ucap Krystal.
“Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa kok. Kakakmu saja yang berlebihan,” jawab Kai menenangkan. Krystal lalu tersenyum.
“Aku pulang dulu, ya,” ucap Kai. Krystal lalu mengangguk mengizinkan. Baru beberapa langkah berjalan, Kai berbalik badan dan menghampiri Krystal.
“Waeyo?” tanya Krystal heran.
“Ani,” ucap Kai. Kai lalu mencium puncak kepala Krystal membuat gadis itu membelalakkan matanya.
“Jalja~” ucap Kai, lelaki itu kemudian berjalan santai menuju mobilnya yang terparkir di luar gerbang.
                                                ^^
Ternyata mulut manusia lebih cepat berjalan dari kecepatan cahaya. Saat Krystal dan Sulli memasuki perkarangan kampusnya, tiba-tiba saja sekelompok geng perempuan-perempuan centil menghadangnya.
“Hey! Kau yang namanya Krystal?” ucap seorang gadis bernama Yoona.
“Ne,” jawab Krystal.
“Kampungan sekali gayamu. Apa kau lahir di jaman purbakala?” ejek salah seorang teman Yoona.
“Bukannya kau yang tinggal di jaman purbakala? Pakaianmu saja bolong-bolong begitu,” ucap Sulli sinis.
“Kenapa kau tidak takut dengan kami?! Aku Yoona,” ucap Yoona, dia adalah perempuan cantik yang selalu memakai pakaian yang sangat modis.
“Lalu?”
“Ya! Kau ini sudah mengacaukan hidupku!! Kau membiarkan kedua orang tuamu mendatangi rumah orang tua Kai Oppa!”
“Ya! Apa itu urusanmu? Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan Yoona-ssi. Orang tua Krystal mengunjung orang tua Kai juga bukan berarti mereka mengadakan pertemuan keluarga,” marah Sulli.
“Kau salah paham Yoona-ssi,” ucap Krystal. Ia lalu mencoba untuk pergi dari Yoona and the genk.
“Ya! Aku belum selesai bicara,” ucap Yoona. Dia lalu memojokkan Krystal di tembok dekat pos satpam.
“Yoona-ssi, lepaskan dia, atau aku akan memanggil satpam!” ancam Sulli. Tapi Yoona tidak juga melepaskan Krystal.
“Ya!” teriak seorang lelaki.
“Oppa, kenapa kau akan menikah dengan dia?!” ucap Yoona kepada Kai. Kai lalu menarik Krystal dari kerumunan genk centil itu.
“Apa urusanmu?” ucap Kai. Kai lalu mengajak Krystal dan Sulli untuk pergi. Sebelum benar-benar pergi Kai berbalik badan.
“Dan satu lagi! Jangan suka menebar isu kalau aku pernah berpacaran denganmu,” Yoona lalu membuang muka. Dia sangat malu karena banyak orang yang memperhatikan mereka.
“Soonbae, apa yang kau katakan benar?” tanya Sulli begitu mereka berjalan di koridor kampus.
“Tentang apa?” kata Kai sambil merangkul Krystal.
“Tentang Yoona yang menyebar isu,” Kai lalu mengangguk.
“Dia dulu satu SMA denganku. dia sangat terobsesi ingin menjadi pacarku. Orang tuanya sangat kaya, dia bahkan seharusnya berkuliah di Amerika. Tapi dia tidak mau karena dia tahu aku berkuliah disini. Waktu aku menginjak semester tiga, Yoona mengatakan cinta padaku. Tentu aku menolak karena aku memang tidak menyukainya. Dia lalu marah dan menyebar isu kalau dia berpacaran denganku,” jelas Kai panjang lebar. Sulli lalu mengagguk.
“Mianhae soobae,” ucap Sulli.
Kai heran, “Untuk apa?”
“Waktu itu aku bilang kepada Krystal kalau kau itu playboy. Tapi Krystal tidak mempercayaiku,” ucap Sulli. Tiba-tiba saja mereka berpaspasan dengan Vaekhyun yang berjalan berlawanan arah bersama Luhan.
“Hmm, ne. gwenchana,” ucap Kai sambil tersenyum kepada Sulli. Tapi Sulli tidak melihatnya, dia malah melihat kearah Baekhyun.
Krystal lalu berbisik kepada Kai.
“Sulli-ssi, apa kau meyukai Baekhyun?” tanya Kai. Sulli lalu salah tingkah.
                                                ^^
“Krystal anakku, apa yang telah kau lakukan dengan Kai?” tanya ibu Krystal setibanya ia dirumah.
“Tidak ada,”
“Kenapa kakakmu bilang kalian melakukan sesuatu?”
“Aish! Eomma! Jangan selalu percaya dengan eonni,” ucap Krystal marah.
“Tapi eomma dan appa sudah menemui orang tua Kai. Dan mereka setuju kalau lusa kalian akan menikah,”
“Mwoya?!!” ucap Krystal terkejut.
“Annyeonghaseo eomoni,” ucap Kai dari belakang Krystal.
“Aigo, siapa kau?”
“Kai imnida,”
“Aigo tampan sekali ternyata kau,” ucap ibu Krystal sambil tersenyum.
“Eomoni bilang lusa kami akan menikah?” tanya Kai. Ibu Krystal mengangguk.
“Sebaiknya kau pulang dulu. Bicarakan hal ini dengan kedua orang tuamu,”
“Ne eomoni, aku pulang dulu, ya,” pamit Kai pada Krystal.
“Eo, hati-hati dijalan,”
“Nee,,”
                                                ^^
Hari ini hari pernikahan Krystal dan Kai. Semua tamu berdatangan. Teman-teman mereka di kampus, teman-teman orang tua mereka sampai teman-teman Jessica juga datang.
Tapi sedari tadi Krystal menunggu seseorang yang seharusnya sudah tiba sejak tadi, Sulli.
“Ada apa?” ucap Kai berbisik.
“Aku menunggu Sulli,” ucap Krystal.
“Dia pasti datang sebentar lagi,” jawab Kai menenangkan.
Tiba-tiba saja mereka dikejutnya dengan naiknya sulli dan Baekhyun ke atas panggung.
“Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami, Krystal dan Kai,” ucap Sulli yang sangat cantik malam itu dengan dress putih selutut. Apa lagi di sampingnya da Baekhyun yang sangat tampan.
Sulli dan Baekhyun menyanyi dengan sangat merdu. Tiba-tiba saja Kai menyodorkan tangannya mengajak Krystal berdansa. Krystal tentu saja menolak karena dia tidak pandai berdansa.
“Akan kuajari,” ucap Kai. Dia lalu menaruh kedua tangan Krystal di pundaknya dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Krystal.
“Aku lelah sekali,” ucap Krystal setelah selesai pesta. Krystal dan Kai berjalan bersama. Menuju kamar hotel mereka.
“Kau lelah? Kakimu sakit?” tanya Kai. Krystal mengangguk.
“Bagaimana kalau seperti ini?” ucap Kai yang menggendong tubuh mungil Krystal.
“Oppa, turunkan aku,” ucap Krystal malu.
“Waeyo? Aku ini kan suamimu,”
Mereka lalu tiba di kamar hotel kelas President Suite.
“Aku tidak ingin membiarkanmu kelelahan karena ada satuhal lagi yang harus kita lakukan,” ucap Kai mengerling nakal. Dia lalu mencampakkan tubuh Krystal di atas tempat tidur dan menindih Krystal.
“Sebenarnya ini yang dikatakan sesuatu oleh Jessica noona,” ucap Kai. Dia lalu mengecup bibir Krystal penuh rasa sayang.
~END~
Posting Komentar