A Young Lady ~♥

Welcome to Sabil's blog. A blog about random things to share!

Ringkasan Novel Malaikat-Malaikat Kecil Tak Bersayap Karya : Airlynd Winslow

By 23.08



Rangkuman Novel Malaikat-Malaikat Kecil Tak Bersayap 
oleh : Rizka Zain
William Alexander Wallace (Billy), Sayyid Iskandar Mohammed (Sayyid), Margaret Alexandra Hagadorn (Maggie). Mereka adalah tiga ksatria hebat, yang akan selalu mengalahkan kejahatan dan membela yang lemah. Mereka tidak akan membiarkan kejahatan apapun luput dari mereka. Mereka melindungi siapapun yang membutuhkan pertolongan. Karena mereka bertiga berjuang untuk mengahadapi ketidakadilan dan penindasan disekolah dan lingkungan sekitar mereka. Tentu saja bukan hanya mereka yang menjadi korban ketidakadilan penindasan tersebut, banyak anak-anak lain yang menjadi korban ketidakadilan itu. Ketika itu umur mereka 13 tahun, saat mereka bersekolah di Centurion Middle School.                
Di sekolah mereka, anak-anak yang cacat selalu ditindas. Mereka bertiga adalah anak-anak yang cacat. Misalnya Billy yang mengidap penyakit distrofi otot, sehingga dia hanya bisa berdiri jika memakai penyangga kaki, walaupun jalannya harus tertatih-tatih. Sayyid adalah anak yang mengidap penyakit leukemia saat dia berumur 6 tahun, karena pengobatannya itu kini dia memiliki tubuh yang sangat kurus, mata besar yang menonjol dan hidung mencuat yang membuatnya sering dijuluki ‘alien’. Dan Maggie mengidap penyakit cerebral palsy yang membuat wajahnya seperti orang yang menyeringai sepanjang waktu dan cara berjalannya juga lucu.  Mereka adalah anak dari sekian banyak anak yang tidak popular di sekolah mereka yang selalu ditindas oleh kalangan murid popular. Mereka selalu di olok-olok dan menjadi bahan ejekan maupun bahan tertawaan.
Di dekat rumah mereka di Lincolnville di kota Lakeville di Negara bagian Minnesota ada sebuah hutan. Ketika itu umur mereka masih 12 tahun, mereka menjelajahi hutan itu. Mereka tidak bermain di taman Lincolnville, karena anak-anak normal yang tinggal di Lincolnville akan mengganggu dan menyiksa mereka jika mereka bermain di taman. Setelah sekian lama menjelajah hutan, ternyata di dalam hutan tersebut mereka menemukan pondok kecil yang terbangun dari kayu yang sudah rapuh dan cat pintu dan jendelanya sudah terkelupas, dan beberapa engsel jendelanya sudah lepas.
Akhirnya, keesokan harinya mereka membersihkan dan membenahi pondok yang mereka temukan kemarin, pondok itu terletak tak jauh dari rumah Maggie. Karena mereka ingin menjadikan pondok tersebut sebagai markas besar mereka. Dan mereka akan menjadikannya tempat terhebat di dunia, karena mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan.
Pondok tersebut sudah mereka cat dengan warna coklat agar tidak terlalu mencolok, dan kusen-kusen jandela dan pintu mereka cat dengan warna merah hati. Mereka menaruh sofa bekas dan sebuah meja kayu persegi yang mereka beli dengan uang tabungan mereka sendiri di ruangan bagian depan pondok itu. Sayyid membawa televise bekas ukuran 14 inchi yang sudah dia perbaiki sendiri. Billy membawa radio tua milik kakkeknya dan computer hasil raktannya sendiri. Sedangkan Maggie membawa sebuah rak buku yang nantinya akan mereka isi dengan buku-buku favorit mereka. Tempat itu mereka beri nama Utopia.



Ketika mereka berumur 13 tahun. Billy, Maggie dan Sayyid bersekolah di Centurion Middle School. Centurion Middle School terletak di kota Lakeville di Negara bagian Minnesota. Centurion Middle School tidak mengatur secara jelas tentang masalah penindasan sehingga seringkali terjadi penindasan di sekolah tersebut. Penindasan yang seringkali terjadi di kalangan anak-anak yang kurang popular. Di sekolah tersebut, murid-muridnya akan dibagi dalam beberapa urutan. Di urutan pertama ditempati oleh Gank Clyde, Tara dan Ridley. Mereka semua suka menindas anak-anak yang lemah dan mentertawai anak-anak lain yang memiliki kelainan fisik seperti Billy, Maggie dan Sayyid. Di urutan kedua adalah tempat anak-anak normal. Mereka tidak pandai bergaya, tapi pintar dan memiliki tampang lumayan cantik atau tampan. Di urutan ketiga, adalah level paling bawah, isinya adalah anak-anak pintar, normal, tapi jelek. Mereka biasa disebut kelompok kutu buku atau freak. Biasanya mereka tidak pilih-pilih teman. Dan mereka kurang suka bergaul kecuali dengan kelompok mereka sendiri. Di sekolah itu Sayyid, Billy dan Maggie harus berjuang. Berusaha mendapat pendidikan yang layak dan juga bertahan dari segala bentuk aniaya yang menimpa siswa-siswi yang dianggap tidak berharga, yang keberadaannya dipandang sebagai pelengkap penderita.
Akhirnya satu hari sebelum musim dingin berakhir, seorang anak perempuan bernama Ni Putu Indira Adhikari, biasa dipanggil Indira datang ke Lincolnville dia berasal dari Bali, Indonesia. Dia ke Lincolnville bersama dengan Colin –orangtuanya. Awalnya bagi Maggie, Billy dan Sayyid, Indira adalah anak yang tertutup dan rumit. Tidak murah senyum dan dari sorot matanya tersirat sebuah kesedihan, kesepian dan kerinduan.
Ketika waktu istirahat tiba, Maggie, Billy dan Sayyid menghampiri Indira yang sedang duduk di bawah sebatang pohon di halaman belakang Centurion Middle School. Ketika Sayyid, Billy dan Maggie mengajaknya bicara dia selalu menjawabnya dengan sinis. Karena yang Indira pikir, orang Amerika suka saling menjatuhkan. Akhirnya Indira pergi meninggalkan Maggie, Billy dan Sayyid. Ketika Indira pergi meninggalkan mereka, Maggie berpikir bahwa sebenarnya Indiran adalah anak yang baik, hanya saja gadis itu masih belum bisa mempercayai mereka. Mungkin Indira trauma dengan lingkungan baru sehingga sulit baginya untuk terbuka dan mempercayai orang yang baru dikenalnya. 
                Ketika waktu pulang sekolah telah tiba. Ketika Clyde dan gerombolannya mendekati Maggie. Maggie sedikit mengelak dan tidak mau mencari gara-gara. Tapi Clyde terus mengganggunya, karena itulah yang paling disukai Clyde. Dia selalu menghina dan mengejek sehingga membuat keributan. Saat itu Indira berada didekat Maggie. Di dengan tidak sengaja mendengar perkataan Clyde yang ingun mengurung Maggie di gudang. Akhirnya dengan sangat berani Indira menginjak harga diri Clyde dengan mengejek kelemahan-kelemahan Clyde. Hal itu membuat Clyde mengepalkan tangannya dan bersiap untuk memukul Indira. Tapi ternyata Indira menangkap tangan Clyde lalu memelintir dan mengunci gerakan tangan Clyde. Sehinggal membuat Clyde meronta kesakitan. Akhirnya Indira melepas pelintiran tangan Clyde setelah anak buah Clyde melepaskan Maggie. Setelah itu, Indira mau berteman dengan Maggie, Billy dan Sayyid. Dengan alasan karena Billy, Sayyid dan Maggie terlihat kompak. Mereka menolong satu sama lain, dan tidak ingin membuat satu sama lain susah.
                Ketika bel istirahat berbunyi, Billy, Maggie dan Sayyid mengajak Indira kea tap gedung sekolah. Disana, mereka asyik bercakap-cakap sambil memakan bekal yang mereka bawa masing-masing. Tapi ketika Indira bertanya kenapa mereka tidak makan dikantin. Mereka semua menjawab, karena mereka takut disiksa habis-habisan disana. Tetapi bukan itu juga penyebabnya, Sayyid adalah seorang Muslim, dan kebanyakan makanan dikantin mengandung unsur-unsur yang tidak boleh dimakan oleh seorang Muslim. Mereka menerima Indira sebagai sahabat baru mereka. Mereka bahkan akan mengajak Indira ke Utopia mereka asalkan Indira mau merahasiakan keberadaan Utopia tersebut.
Siang hari ketika mereka berada di Utopia, Indira menceritakan isi hatinya. Indira ternyata tinggal di Lincolnville bersama ayah tirinya setelah setahun yang lalu ibunya meninggal dunia. Indira berkaca-kaca,karena ia sangat merindukan kampung halamannya, ia juga sangat merindukan ayah dan ibunya dan karena hanya Sayyid, Billy dan Maggie lah teman-temannya selama ia tinggal di Amerika.
Sore hari setelah pulang sekolah, Indira beraksud ingin membalas perbuatan Ridley terhadap Sayyid tadi siang. Karena siang hari saat disekolah, Sayyid dengan tidak sengaja menabrak Ridley. Ridley yang sangat tidak suka dengan Sayyid, langsung mencari gara-gara agar terjadi keributan. Menurut Indira perbuatan mereka harus dibalas. Akhirnya Indira menyampaikan ide briliannya itu kepada sahabat-sahabatnya di markas besar mereka, Utopia. Mereka akan membalas kejahatan Ridley, Clyde dan Tara. Mereka akan membalas dengan cara diam-diam. Jadi mereka akan mengerjai Genk Ridley, Clyde dan Tara tanpa mereka ketahui siapa yang mengerjai mereka.  
                Hari Senin sebelum bel masuk berbunyi, di area loker Centurion Middle School. Mereka meletakkan cicak di loker Ridley. Karena dari hasil pengintaian mereka Ridley sangat takut dengan cicak. Ridley menjerit histeris ketika ia membuka lokernya. Sekitar tiga puluh cicak memenuhi lokernya dan sekarang mulai merayap keluar. Wajah Ridley pucat pasi dan matanya menyorotkan kengerian. 
                Selanjutnya mereka akan mengerjai Clyde. Hari Kamis. Satu jam sebelum bel masuk berbunyi. Di area loker Centurion Middle School. Mereka membuat jebakan yang lebih kejam untuk Clyde dari jebakan untuk Ridley. Karena selama ini Clyde slalu menganggap orang lain lebih rendah dari pada dirinya, kecuali Tara tentunya. Clyde juga semakin congkak karena ia murid terkaya, dan ayah Clyde adalah donatur terbesar bagi kegiatan-kegiatan di Centurion Middle School. Mereka memasang jebakan dengan melemparkan tepung tepat kewajah Clyde begitu Clyde membuka loker. Semua orang tertawa melihat wajah Clyde belepotan tepung. Bukan itu saja, mereka juga mengerjai Clyde saat di ruang kelas. Mereka menempelkan beberapa batang petasan di bawah kursi Clyde dengan permen karet, lalu sumbunya sengaja mereka buat panjang lalu mereka sambungkan dengan sebatang rokok lalu dibawahya dipasang aluminium foil agar abu rokoknya tidak jatuh kelantai. Dan ketika petasan dibawah kursi Clyde terbakar, suara petasan menggema di ruangan kelas. Clyde sampai naik keatas kursi karena terkejut. Tapi ternyata ia terjatuh dari kursi dan badannya membentur bibir meja. Akhirnya Clyde hanya bisa pasrah terjepit diantara kursi dan meja sampai petasan habis.
Hari Kamis. Ketika pelajaran olahraga selesai, saat murid-murid akan mandi sehabis olahraga. Maggie dan Billy yang menyiapkan semuanya untuk mengerjai Tara dan Genk nya, karena Maggie dan Billy tidak mempunyai fisik yang baik untuk mengikuti pelajaran olahraga. Mereka menuangkan pewarna pakaian permanen berwarna biru ke shampoo Tara dan teman-temannya, mereka juga menuangkan pewarna hijau permanen ke sabun Tara dan teman-temannya. Mereka juga mengoleskan getah gatal yang sudah di campur air ke bedak padat milik Tara dan teman-temannya. Hingga tiba saatnya di ruang ganti untuk murid perempuan, Tara dan teman-temannya menjerit histeris karena rambut mereka yang indah berubah menjadi biru terang, dan kulit mereka yang halus mulus menjadi berwarna hijau. Setelah selesai berpakaian, mereka mulai berdandan, tapi mereka menjerit lagi dan menggaruk-garuk wajah mereka. Tara dan teman-temannya berjalan keluar sambil tertunduk malu sambil menggaruk-garuk wajah mereka yang gatal dan panas.
                Seminggu setelah Mighty Knights mengerjai Ridley, Clyde dan Tara. Centurion Middle School menjadi agak ketat. Guru-guru melakukan razia untuk mencari tahu si pelaku selama beberapa minggu belakangan. Karena menurut para guru perbuatan Mighty Knights sangatlah keterlaluan. Tapi pada akhirnya para guru menjadi gerah dengan permintaan murid-murid mereka yang bermacam-macam, akhirnya menghentikan razia, juga berhenti mencari tahu identitas para Mighty Knights. Bukan karena mereka setuju, tapi mereka tidak mau repot dengan penderitaan murid-murid yang ditindas, jadi mereka lebih memilih memberi kebebasan pada para Mighty Knights. Tapi para guru menambahkan, jika suatu hari menemukan Mighty Knights, maka para Mighty Knights akan dihukum atas perbuatan-perbuatannya.
                Suatu hari sepulang sekolah, para Mighty Knights berkumpul di markas besar mereka, Utopia. Mereka masih saja heran melihat Ridley yang masih pada sikapnya yang dulu, yaitu suka menindas. Karena Ridley tidak peduli pada apapun. Seberapa keras Mighty Knights mengerjai Ridley, dia tetap saja melakukan kejahilan yang menyakiti hati bahkan fisik korbannya. Mighty Knights akan mengerjai Ridley kembali jika Ridley berbuat sangat kejam kepada murid disekolah mereka.
                Ketika musim gugur tiba, Sayyid, Billy dan Maggie akan membuat pesta kejutan untuk ulang tahun Indira. Mereka ingin membuat ulang tahun pertama Indira sejak ia berada di Amerika menjadi ulang tahun yang sangat hebat. Awalnya Sayyid dan Billy membuat Indira kesal dengan cara membatalkan janji mereka untuk makan es krim karena mereka ingin melihat kaset game yang baru milik Maggie. Tapi setelah tiba di rumah Maggie, Sayyid menyuruh Indira untuk membuka pintu rumah Maggie. Setelah Indira membuka pintu, Indira memasang wajah terkejut penuh haru. Maggie berdiri di ruang tamu sambil memegang Blackforest dengan lilin berbentuk angka 14 di atasnya. Maggie, Sayyid juga Billy menghias ruangan tersebut dengan kertas hias juga balon warna-warni dan dindingnya menghadap pintu masuk, Maggie juga menempelkan kertas mengkilap dengan tulisan : Selamat Ulang Tahun Indira. Kemudian mereka berempat makan kue bersama-sama, dan sesekali mengoleskan krim yang ada pada kue tersebut ke wajah tiap orang. Setelah itu, mereka akan mengajak Indira ke garasi. Indira kembali terharu. Di dalam garasi ada sebuah sepeda yang Maggie, Billy, dan Sayyid beli dengan tabungan mereka.
                Pada hari Rabu malam pukul 20.30  tiga hari setelah pesta kejutan ulang tahun Indira. Di kompleks perumahan di Lincolnville. Indira tiba-tiba saja ingin menginap dirumah Maggie. Maggie merasa heran, tapi keesokan harinya ternyata Sayyid, Maggie dan Billy menemukan Indira dalam keadaan mengenaskan. Indira diikat pada besi pemanas ruangan di ruangan bawah tanah rumahnya. Badannya penuh luka, kepalanya berdarah dan tak sadarkan diri. Saat sayyid dan Billy membantu untuk mengangkat Indira dan Maggie menelpon 911, sepersekian detik kemudian Indira terkapar sambil memegangi kepalanya. Billy yang tersadar lebih dulu atas apa yang terjadi, langsung berlari menerjang Colin dan menarik tongkat besi perapian yang baru saja Colin gunakan untuk memukul Indira, kemudian Billy memukulkannya pada Colin hingga ia terjatuh. Kemudian mereka mengikat Colin di besi penghangat ruangan tempat ia mengikat Indira. Lalu mereka membopong Indira ke rumah Sayyid dan meminta Ibu Sayyid untuk membawa Indira ke rumah sakit secepatnya.
Saat itu Indira tidak sadarkan diri dan nafasnya terlihat sangat lemah. Indira dibawa masuk ke ruang UGD. Indira menghembuskan napas terakhirnya di Rumah sakit, tepat seminggu setelah hari ulang tahunnya. Ternyata Indira menceritakan semua penyiksaan yang dilakukan Colin kepadanya melalui buku hariannya. Colin dibawa kantor polisi dan ia akan mendekam di penjara atas tuduhan penganiayaan, pembunuhan, pemalsuan surat wasiat dan penculikan. Bibi Indira yang datang dari Bali memutuskan untuk melakukan upacara ngaben di Amerika, asap membumbung ke angkasa menambah kesan suram dan sedih pada hari tersebut. Sayyid, Billy dan Maggie memandang tubuh Indira yang sekarang tertelan api dalam diam.
Pada hari Senin , Sayyid, Maggie dan Billy kembali bersekolah. Sebulan berlalu setelah meninggalnya Indira, penindasan kembali merajalela. Ridley semakin menjadi-jadi begitu juga dengan Clyde dan Tara, dan juga anak-anak popular lainnya yang dulunya sudah tobat karena takut dikerjai oleh para Mighty Knights. Sejak meninggalnya Indira, Mighty Knights sudah tidak beroperasi lagi. Karena selama ini, hanya Indira yang membuat Sayyid, Billy dan Maggie berani melakukan pembalasan kepada penindas-penindas tersebut. Kini sudah tidak ada Indira, dan Mighty Knights seakan lenyap ditelan bumi. 
Suatu hari, Billy menemukan selebaran pertunjukan di papan pengumuman di sekolah mereka. Setelah membacanya, mereka ingin membuat kelompok paduan suara untuk anak-anak tertindas. Karena mereka ingin menunjukkan kalau anak-anak yang tidak populer juga bisa membuktikan bakat mereka. Mereka akan menyanyikan salah satu puisi Mattie yang dinyanyikan oleh Billy Gilman yang berjudul I am… Shades of Life. Karena kata-kata dalam puisi tersebut sangat cocok untuk menyerukan perdamaian dan menghormati perbedaan.
                Dua minggu sebelum acara pertunjukan bakat, mereka akan melaksanakan seleksi untuk anggota paduan suara mereka. Di studio music di rumah Amy. Karena ada sekitar tiga puluhan anak yang ingin mengikuti paduan suara ini. Sedangkan mereka hanya membutuhkan anggota paling banyak dua puluh anak saja. Akhirnya mereka menyeleksi dengan tiga tahap. Yang pertama jam sepuluh sampai jam sebelas. Yang kedua dari jam dua belas sampai jam satu. Yang terakhir jam dua sampai jam tiga. Kemudian jika lebih dari tujuh belas orang yang bersuara bagus, mereka akan menyeleksi lagi siapa-siapa saja yang lolos keesokan harinya untuk mendapatkan tujuh belas orang terbaik. Semua peserta mengeluarkan kmampuan terbaiknya karena mereka memang sangat ingin terlibat dalam pertunjukan bakat yang akan mereka tampilkan, yang kemungkinan akan dapat membawa perubahan di Centurion Middle School.
                Ketika waktunya telah tiba, mereka semua duduk dibelakang panggung. Mereka mengenakan kaus putih bergambar foto Indira. Di bagian bawah foto mereka tulis dengan ‘In Memoriam , Our Beloved Indira’. Mereka menunggu dengan gelisa. Tapi mereka tak menampakkannya. Mereka mencoba menepis semua kekhawatiran mereka dengan mengobrol dan sesekali bercanda satu sama lain. Mereka memilih nama Future Rainbow karena mereka terdiri dari beragam pribadi, ras, agama dan fisik, dan mereka adalah penerus masa depan yang nantinya akan menghiasi dunia ini. Seperti pelangi yang menghiasi langit saat hujan telah usai. 
                Akhirnya setelah Future Rainbow dipanggil, mereka keluar dengan sesantai mungkin walaupun mereka merasakan demam panggung yang hebat. Ketika memasuki panggung terdengar tawa dan cemoohan dari anak-anak populer. Sayyid mengambil posisi duduk di kursi yang diletakkan di kiri panggung sambil memegang gitar. Billy mendatangi petugas yang mengatur latar lalu memberikan CD yang berisi slide show yang akan mereka gunakan sebagai latar mereka lalu kembali ke panggung dan duduk didepan piano. Terdengar suara-suara menghina dari beberapa penonton terutama anak-anak populer yang membuat mereka jadi semakin tidak percaya diri. Saat mereka sudah ada diposisi yang ditentukan, Sayyid mulai memainkan gitar akustik diiringi piano Billy. Permainan mereka berdua berhasil mencuri perhatian penonton. Maggie dan yang lainnya menjadi agak percaya diri.
Lalu tibalah giliran Maggie bernyanyi, dan ketika mengeluarkan suaranya, tak disangka semakin banyak yang memperhatikan mereka. Mereka senang sekali melihat penonton terpukau dengan penampilan mereka. Dibelakang mereka slide show yang mereka gunakan sebagai latar menampilkan foto-foto mereka semua ketika latihan dan mempersiapkan penampilan mereka.
Maggie, Billy dan Sayyid sangat senang melihat kelompok mereka. Merka tampak seperti pelangi. Terdiri dari warna kulit yang berbeda, agama yang berbeda, jenis kelamin yang berbeda, dan kondisi fisik yang berbeda. Mereka semua satu dalam perbedaan. 
                Hari Senin di Centurion Middle School.  Kepala sekolah mereka memberikan pengumuman bahwa Centurion Middle School akan dibuat peraturan yang akan melarang segala macam penindasan dan perlakuan rasial. Supaya hal-hal rendah dan tak berperikemanusiaan seperti itu tak terjadi lagi. Sayyid, Billy dan Maggie merasa sangat senang. Karena kedamaian akan berlangsung di Centurion Middle School. Dan mereka akan bisa menyelesaikan studi mereka dengan tenang dan bahagia di sekolah itu.
Pagi hari, di koridor sekolah, Billy tiba-tiba terjatuh saat ia bersama Sayyid dan Maggie bersama-sama berjalan di koridor sekolah. Karena ternyata penyakit distrofi ototnya semakin parah dan ganas sehingga membuat otot-otot Billy melemah terutama di bagian jantung dan alat pernafasannya. Malam harinya ketika Maggie dan Sayyid pulang dari rumah Billy. Ternyata keesokan harinya Billy telah meninggal. Billy terbaring begitu tenang seperti orang yang sedang tertidur.
Ketika musim panas. Sayyid dan Maggie telah lulus dari Centurion Middle School dengan nilai yang sangat memuaskan. Mereka berniat akan merayakan kelulusan mereka di Utopia sambil mengenang Bily dan Indira.
Lima belas tahun setelah Sayyid pergi meninggalkan Lakeville menuju Connecticut. Maggie dan Jamie (Suami Maggie), dikejutkan oleh sebuah berita di televise. Ketika Sayyid keluar dari gedung pengadilan, tiga hari sebelum Sayyid pulang ke Lincolnville sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sayyid ditembak oleh seorang rasis fanatic yang membenci segala tindak-tanduk Sayyid. Hal itu terjadi karena lelaki rasis yang menembak Sayyid takut jika Sayyid menjadi senator, Sayyid akan menghapus rasisme dan memperjuangkan hak-hak kaum tertindas tanpa pandang bulu. Akhirnya, jenazah Sayyid di terbangkan langsung keesokan harinya setelah insiden penembakan. Orangtua Sayyid ingin agar anaknya dimakamkan di daerah pemakaman Muslim di daerah Lakeville agar dekat dengan mereka.
Tinggallah Maggie yang selalu dengan Indira dan Billy kecilnya bersama-sama pergi ke Utopia. Mengenang masa-masa dan kenangan indahnya bersama sahabat-sahabatnya. Four Mighty Knights.

                                                                                                                                                                                                Selesai

You Might Also Like

0 komentar

Sabtu, 26 Oktober 2013

Ringkasan Novel Malaikat-Malaikat Kecil Tak Bersayap Karya : Airlynd Winslow



Rangkuman Novel Malaikat-Malaikat Kecil Tak Bersayap 
oleh : Rizka Zain
William Alexander Wallace (Billy), Sayyid Iskandar Mohammed (Sayyid), Margaret Alexandra Hagadorn (Maggie). Mereka adalah tiga ksatria hebat, yang akan selalu mengalahkan kejahatan dan membela yang lemah. Mereka tidak akan membiarkan kejahatan apapun luput dari mereka. Mereka melindungi siapapun yang membutuhkan pertolongan. Karena mereka bertiga berjuang untuk mengahadapi ketidakadilan dan penindasan disekolah dan lingkungan sekitar mereka. Tentu saja bukan hanya mereka yang menjadi korban ketidakadilan penindasan tersebut, banyak anak-anak lain yang menjadi korban ketidakadilan itu. Ketika itu umur mereka 13 tahun, saat mereka bersekolah di Centurion Middle School.                
Di sekolah mereka, anak-anak yang cacat selalu ditindas. Mereka bertiga adalah anak-anak yang cacat. Misalnya Billy yang mengidap penyakit distrofi otot, sehingga dia hanya bisa berdiri jika memakai penyangga kaki, walaupun jalannya harus tertatih-tatih. Sayyid adalah anak yang mengidap penyakit leukemia saat dia berumur 6 tahun, karena pengobatannya itu kini dia memiliki tubuh yang sangat kurus, mata besar yang menonjol dan hidung mencuat yang membuatnya sering dijuluki ‘alien’. Dan Maggie mengidap penyakit cerebral palsy yang membuat wajahnya seperti orang yang menyeringai sepanjang waktu dan cara berjalannya juga lucu.  Mereka adalah anak dari sekian banyak anak yang tidak popular di sekolah mereka yang selalu ditindas oleh kalangan murid popular. Mereka selalu di olok-olok dan menjadi bahan ejekan maupun bahan tertawaan.
Di dekat rumah mereka di Lincolnville di kota Lakeville di Negara bagian Minnesota ada sebuah hutan. Ketika itu umur mereka masih 12 tahun, mereka menjelajahi hutan itu. Mereka tidak bermain di taman Lincolnville, karena anak-anak normal yang tinggal di Lincolnville akan mengganggu dan menyiksa mereka jika mereka bermain di taman. Setelah sekian lama menjelajah hutan, ternyata di dalam hutan tersebut mereka menemukan pondok kecil yang terbangun dari kayu yang sudah rapuh dan cat pintu dan jendelanya sudah terkelupas, dan beberapa engsel jendelanya sudah lepas.
Akhirnya, keesokan harinya mereka membersihkan dan membenahi pondok yang mereka temukan kemarin, pondok itu terletak tak jauh dari rumah Maggie. Karena mereka ingin menjadikan pondok tersebut sebagai markas besar mereka. Dan mereka akan menjadikannya tempat terhebat di dunia, karena mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan.
Pondok tersebut sudah mereka cat dengan warna coklat agar tidak terlalu mencolok, dan kusen-kusen jandela dan pintu mereka cat dengan warna merah hati. Mereka menaruh sofa bekas dan sebuah meja kayu persegi yang mereka beli dengan uang tabungan mereka sendiri di ruangan bagian depan pondok itu. Sayyid membawa televise bekas ukuran 14 inchi yang sudah dia perbaiki sendiri. Billy membawa radio tua milik kakkeknya dan computer hasil raktannya sendiri. Sedangkan Maggie membawa sebuah rak buku yang nantinya akan mereka isi dengan buku-buku favorit mereka. Tempat itu mereka beri nama Utopia.



Ketika mereka berumur 13 tahun. Billy, Maggie dan Sayyid bersekolah di Centurion Middle School. Centurion Middle School terletak di kota Lakeville di Negara bagian Minnesota. Centurion Middle School tidak mengatur secara jelas tentang masalah penindasan sehingga seringkali terjadi penindasan di sekolah tersebut. Penindasan yang seringkali terjadi di kalangan anak-anak yang kurang popular. Di sekolah tersebut, murid-muridnya akan dibagi dalam beberapa urutan. Di urutan pertama ditempati oleh Gank Clyde, Tara dan Ridley. Mereka semua suka menindas anak-anak yang lemah dan mentertawai anak-anak lain yang memiliki kelainan fisik seperti Billy, Maggie dan Sayyid. Di urutan kedua adalah tempat anak-anak normal. Mereka tidak pandai bergaya, tapi pintar dan memiliki tampang lumayan cantik atau tampan. Di urutan ketiga, adalah level paling bawah, isinya adalah anak-anak pintar, normal, tapi jelek. Mereka biasa disebut kelompok kutu buku atau freak. Biasanya mereka tidak pilih-pilih teman. Dan mereka kurang suka bergaul kecuali dengan kelompok mereka sendiri. Di sekolah itu Sayyid, Billy dan Maggie harus berjuang. Berusaha mendapat pendidikan yang layak dan juga bertahan dari segala bentuk aniaya yang menimpa siswa-siswi yang dianggap tidak berharga, yang keberadaannya dipandang sebagai pelengkap penderita.
Akhirnya satu hari sebelum musim dingin berakhir, seorang anak perempuan bernama Ni Putu Indira Adhikari, biasa dipanggil Indira datang ke Lincolnville dia berasal dari Bali, Indonesia. Dia ke Lincolnville bersama dengan Colin –orangtuanya. Awalnya bagi Maggie, Billy dan Sayyid, Indira adalah anak yang tertutup dan rumit. Tidak murah senyum dan dari sorot matanya tersirat sebuah kesedihan, kesepian dan kerinduan.
Ketika waktu istirahat tiba, Maggie, Billy dan Sayyid menghampiri Indira yang sedang duduk di bawah sebatang pohon di halaman belakang Centurion Middle School. Ketika Sayyid, Billy dan Maggie mengajaknya bicara dia selalu menjawabnya dengan sinis. Karena yang Indira pikir, orang Amerika suka saling menjatuhkan. Akhirnya Indira pergi meninggalkan Maggie, Billy dan Sayyid. Ketika Indira pergi meninggalkan mereka, Maggie berpikir bahwa sebenarnya Indiran adalah anak yang baik, hanya saja gadis itu masih belum bisa mempercayai mereka. Mungkin Indira trauma dengan lingkungan baru sehingga sulit baginya untuk terbuka dan mempercayai orang yang baru dikenalnya. 
                Ketika waktu pulang sekolah telah tiba. Ketika Clyde dan gerombolannya mendekati Maggie. Maggie sedikit mengelak dan tidak mau mencari gara-gara. Tapi Clyde terus mengganggunya, karena itulah yang paling disukai Clyde. Dia selalu menghina dan mengejek sehingga membuat keributan. Saat itu Indira berada didekat Maggie. Di dengan tidak sengaja mendengar perkataan Clyde yang ingun mengurung Maggie di gudang. Akhirnya dengan sangat berani Indira menginjak harga diri Clyde dengan mengejek kelemahan-kelemahan Clyde. Hal itu membuat Clyde mengepalkan tangannya dan bersiap untuk memukul Indira. Tapi ternyata Indira menangkap tangan Clyde lalu memelintir dan mengunci gerakan tangan Clyde. Sehinggal membuat Clyde meronta kesakitan. Akhirnya Indira melepas pelintiran tangan Clyde setelah anak buah Clyde melepaskan Maggie. Setelah itu, Indira mau berteman dengan Maggie, Billy dan Sayyid. Dengan alasan karena Billy, Sayyid dan Maggie terlihat kompak. Mereka menolong satu sama lain, dan tidak ingin membuat satu sama lain susah.
                Ketika bel istirahat berbunyi, Billy, Maggie dan Sayyid mengajak Indira kea tap gedung sekolah. Disana, mereka asyik bercakap-cakap sambil memakan bekal yang mereka bawa masing-masing. Tapi ketika Indira bertanya kenapa mereka tidak makan dikantin. Mereka semua menjawab, karena mereka takut disiksa habis-habisan disana. Tetapi bukan itu juga penyebabnya, Sayyid adalah seorang Muslim, dan kebanyakan makanan dikantin mengandung unsur-unsur yang tidak boleh dimakan oleh seorang Muslim. Mereka menerima Indira sebagai sahabat baru mereka. Mereka bahkan akan mengajak Indira ke Utopia mereka asalkan Indira mau merahasiakan keberadaan Utopia tersebut.
Siang hari ketika mereka berada di Utopia, Indira menceritakan isi hatinya. Indira ternyata tinggal di Lincolnville bersama ayah tirinya setelah setahun yang lalu ibunya meninggal dunia. Indira berkaca-kaca,karena ia sangat merindukan kampung halamannya, ia juga sangat merindukan ayah dan ibunya dan karena hanya Sayyid, Billy dan Maggie lah teman-temannya selama ia tinggal di Amerika.
Sore hari setelah pulang sekolah, Indira beraksud ingin membalas perbuatan Ridley terhadap Sayyid tadi siang. Karena siang hari saat disekolah, Sayyid dengan tidak sengaja menabrak Ridley. Ridley yang sangat tidak suka dengan Sayyid, langsung mencari gara-gara agar terjadi keributan. Menurut Indira perbuatan mereka harus dibalas. Akhirnya Indira menyampaikan ide briliannya itu kepada sahabat-sahabatnya di markas besar mereka, Utopia. Mereka akan membalas kejahatan Ridley, Clyde dan Tara. Mereka akan membalas dengan cara diam-diam. Jadi mereka akan mengerjai Genk Ridley, Clyde dan Tara tanpa mereka ketahui siapa yang mengerjai mereka.  
                Hari Senin sebelum bel masuk berbunyi, di area loker Centurion Middle School. Mereka meletakkan cicak di loker Ridley. Karena dari hasil pengintaian mereka Ridley sangat takut dengan cicak. Ridley menjerit histeris ketika ia membuka lokernya. Sekitar tiga puluh cicak memenuhi lokernya dan sekarang mulai merayap keluar. Wajah Ridley pucat pasi dan matanya menyorotkan kengerian. 
                Selanjutnya mereka akan mengerjai Clyde. Hari Kamis. Satu jam sebelum bel masuk berbunyi. Di area loker Centurion Middle School. Mereka membuat jebakan yang lebih kejam untuk Clyde dari jebakan untuk Ridley. Karena selama ini Clyde slalu menganggap orang lain lebih rendah dari pada dirinya, kecuali Tara tentunya. Clyde juga semakin congkak karena ia murid terkaya, dan ayah Clyde adalah donatur terbesar bagi kegiatan-kegiatan di Centurion Middle School. Mereka memasang jebakan dengan melemparkan tepung tepat kewajah Clyde begitu Clyde membuka loker. Semua orang tertawa melihat wajah Clyde belepotan tepung. Bukan itu saja, mereka juga mengerjai Clyde saat di ruang kelas. Mereka menempelkan beberapa batang petasan di bawah kursi Clyde dengan permen karet, lalu sumbunya sengaja mereka buat panjang lalu mereka sambungkan dengan sebatang rokok lalu dibawahya dipasang aluminium foil agar abu rokoknya tidak jatuh kelantai. Dan ketika petasan dibawah kursi Clyde terbakar, suara petasan menggema di ruangan kelas. Clyde sampai naik keatas kursi karena terkejut. Tapi ternyata ia terjatuh dari kursi dan badannya membentur bibir meja. Akhirnya Clyde hanya bisa pasrah terjepit diantara kursi dan meja sampai petasan habis.
Hari Kamis. Ketika pelajaran olahraga selesai, saat murid-murid akan mandi sehabis olahraga. Maggie dan Billy yang menyiapkan semuanya untuk mengerjai Tara dan Genk nya, karena Maggie dan Billy tidak mempunyai fisik yang baik untuk mengikuti pelajaran olahraga. Mereka menuangkan pewarna pakaian permanen berwarna biru ke shampoo Tara dan teman-temannya, mereka juga menuangkan pewarna hijau permanen ke sabun Tara dan teman-temannya. Mereka juga mengoleskan getah gatal yang sudah di campur air ke bedak padat milik Tara dan teman-temannya. Hingga tiba saatnya di ruang ganti untuk murid perempuan, Tara dan teman-temannya menjerit histeris karena rambut mereka yang indah berubah menjadi biru terang, dan kulit mereka yang halus mulus menjadi berwarna hijau. Setelah selesai berpakaian, mereka mulai berdandan, tapi mereka menjerit lagi dan menggaruk-garuk wajah mereka. Tara dan teman-temannya berjalan keluar sambil tertunduk malu sambil menggaruk-garuk wajah mereka yang gatal dan panas.
                Seminggu setelah Mighty Knights mengerjai Ridley, Clyde dan Tara. Centurion Middle School menjadi agak ketat. Guru-guru melakukan razia untuk mencari tahu si pelaku selama beberapa minggu belakangan. Karena menurut para guru perbuatan Mighty Knights sangatlah keterlaluan. Tapi pada akhirnya para guru menjadi gerah dengan permintaan murid-murid mereka yang bermacam-macam, akhirnya menghentikan razia, juga berhenti mencari tahu identitas para Mighty Knights. Bukan karena mereka setuju, tapi mereka tidak mau repot dengan penderitaan murid-murid yang ditindas, jadi mereka lebih memilih memberi kebebasan pada para Mighty Knights. Tapi para guru menambahkan, jika suatu hari menemukan Mighty Knights, maka para Mighty Knights akan dihukum atas perbuatan-perbuatannya.
                Suatu hari sepulang sekolah, para Mighty Knights berkumpul di markas besar mereka, Utopia. Mereka masih saja heran melihat Ridley yang masih pada sikapnya yang dulu, yaitu suka menindas. Karena Ridley tidak peduli pada apapun. Seberapa keras Mighty Knights mengerjai Ridley, dia tetap saja melakukan kejahilan yang menyakiti hati bahkan fisik korbannya. Mighty Knights akan mengerjai Ridley kembali jika Ridley berbuat sangat kejam kepada murid disekolah mereka.
                Ketika musim gugur tiba, Sayyid, Billy dan Maggie akan membuat pesta kejutan untuk ulang tahun Indira. Mereka ingin membuat ulang tahun pertama Indira sejak ia berada di Amerika menjadi ulang tahun yang sangat hebat. Awalnya Sayyid dan Billy membuat Indira kesal dengan cara membatalkan janji mereka untuk makan es krim karena mereka ingin melihat kaset game yang baru milik Maggie. Tapi setelah tiba di rumah Maggie, Sayyid menyuruh Indira untuk membuka pintu rumah Maggie. Setelah Indira membuka pintu, Indira memasang wajah terkejut penuh haru. Maggie berdiri di ruang tamu sambil memegang Blackforest dengan lilin berbentuk angka 14 di atasnya. Maggie, Sayyid juga Billy menghias ruangan tersebut dengan kertas hias juga balon warna-warni dan dindingnya menghadap pintu masuk, Maggie juga menempelkan kertas mengkilap dengan tulisan : Selamat Ulang Tahun Indira. Kemudian mereka berempat makan kue bersama-sama, dan sesekali mengoleskan krim yang ada pada kue tersebut ke wajah tiap orang. Setelah itu, mereka akan mengajak Indira ke garasi. Indira kembali terharu. Di dalam garasi ada sebuah sepeda yang Maggie, Billy, dan Sayyid beli dengan tabungan mereka.
                Pada hari Rabu malam pukul 20.30  tiga hari setelah pesta kejutan ulang tahun Indira. Di kompleks perumahan di Lincolnville. Indira tiba-tiba saja ingin menginap dirumah Maggie. Maggie merasa heran, tapi keesokan harinya ternyata Sayyid, Maggie dan Billy menemukan Indira dalam keadaan mengenaskan. Indira diikat pada besi pemanas ruangan di ruangan bawah tanah rumahnya. Badannya penuh luka, kepalanya berdarah dan tak sadarkan diri. Saat sayyid dan Billy membantu untuk mengangkat Indira dan Maggie menelpon 911, sepersekian detik kemudian Indira terkapar sambil memegangi kepalanya. Billy yang tersadar lebih dulu atas apa yang terjadi, langsung berlari menerjang Colin dan menarik tongkat besi perapian yang baru saja Colin gunakan untuk memukul Indira, kemudian Billy memukulkannya pada Colin hingga ia terjatuh. Kemudian mereka mengikat Colin di besi penghangat ruangan tempat ia mengikat Indira. Lalu mereka membopong Indira ke rumah Sayyid dan meminta Ibu Sayyid untuk membawa Indira ke rumah sakit secepatnya.
Saat itu Indira tidak sadarkan diri dan nafasnya terlihat sangat lemah. Indira dibawa masuk ke ruang UGD. Indira menghembuskan napas terakhirnya di Rumah sakit, tepat seminggu setelah hari ulang tahunnya. Ternyata Indira menceritakan semua penyiksaan yang dilakukan Colin kepadanya melalui buku hariannya. Colin dibawa kantor polisi dan ia akan mendekam di penjara atas tuduhan penganiayaan, pembunuhan, pemalsuan surat wasiat dan penculikan. Bibi Indira yang datang dari Bali memutuskan untuk melakukan upacara ngaben di Amerika, asap membumbung ke angkasa menambah kesan suram dan sedih pada hari tersebut. Sayyid, Billy dan Maggie memandang tubuh Indira yang sekarang tertelan api dalam diam.
Pada hari Senin , Sayyid, Maggie dan Billy kembali bersekolah. Sebulan berlalu setelah meninggalnya Indira, penindasan kembali merajalela. Ridley semakin menjadi-jadi begitu juga dengan Clyde dan Tara, dan juga anak-anak popular lainnya yang dulunya sudah tobat karena takut dikerjai oleh para Mighty Knights. Sejak meninggalnya Indira, Mighty Knights sudah tidak beroperasi lagi. Karena selama ini, hanya Indira yang membuat Sayyid, Billy dan Maggie berani melakukan pembalasan kepada penindas-penindas tersebut. Kini sudah tidak ada Indira, dan Mighty Knights seakan lenyap ditelan bumi. 
Suatu hari, Billy menemukan selebaran pertunjukan di papan pengumuman di sekolah mereka. Setelah membacanya, mereka ingin membuat kelompok paduan suara untuk anak-anak tertindas. Karena mereka ingin menunjukkan kalau anak-anak yang tidak populer juga bisa membuktikan bakat mereka. Mereka akan menyanyikan salah satu puisi Mattie yang dinyanyikan oleh Billy Gilman yang berjudul I am… Shades of Life. Karena kata-kata dalam puisi tersebut sangat cocok untuk menyerukan perdamaian dan menghormati perbedaan.
                Dua minggu sebelum acara pertunjukan bakat, mereka akan melaksanakan seleksi untuk anggota paduan suara mereka. Di studio music di rumah Amy. Karena ada sekitar tiga puluhan anak yang ingin mengikuti paduan suara ini. Sedangkan mereka hanya membutuhkan anggota paling banyak dua puluh anak saja. Akhirnya mereka menyeleksi dengan tiga tahap. Yang pertama jam sepuluh sampai jam sebelas. Yang kedua dari jam dua belas sampai jam satu. Yang terakhir jam dua sampai jam tiga. Kemudian jika lebih dari tujuh belas orang yang bersuara bagus, mereka akan menyeleksi lagi siapa-siapa saja yang lolos keesokan harinya untuk mendapatkan tujuh belas orang terbaik. Semua peserta mengeluarkan kmampuan terbaiknya karena mereka memang sangat ingin terlibat dalam pertunjukan bakat yang akan mereka tampilkan, yang kemungkinan akan dapat membawa perubahan di Centurion Middle School.
                Ketika waktunya telah tiba, mereka semua duduk dibelakang panggung. Mereka mengenakan kaus putih bergambar foto Indira. Di bagian bawah foto mereka tulis dengan ‘In Memoriam , Our Beloved Indira’. Mereka menunggu dengan gelisa. Tapi mereka tak menampakkannya. Mereka mencoba menepis semua kekhawatiran mereka dengan mengobrol dan sesekali bercanda satu sama lain. Mereka memilih nama Future Rainbow karena mereka terdiri dari beragam pribadi, ras, agama dan fisik, dan mereka adalah penerus masa depan yang nantinya akan menghiasi dunia ini. Seperti pelangi yang menghiasi langit saat hujan telah usai. 
                Akhirnya setelah Future Rainbow dipanggil, mereka keluar dengan sesantai mungkin walaupun mereka merasakan demam panggung yang hebat. Ketika memasuki panggung terdengar tawa dan cemoohan dari anak-anak populer. Sayyid mengambil posisi duduk di kursi yang diletakkan di kiri panggung sambil memegang gitar. Billy mendatangi petugas yang mengatur latar lalu memberikan CD yang berisi slide show yang akan mereka gunakan sebagai latar mereka lalu kembali ke panggung dan duduk didepan piano. Terdengar suara-suara menghina dari beberapa penonton terutama anak-anak populer yang membuat mereka jadi semakin tidak percaya diri. Saat mereka sudah ada diposisi yang ditentukan, Sayyid mulai memainkan gitar akustik diiringi piano Billy. Permainan mereka berdua berhasil mencuri perhatian penonton. Maggie dan yang lainnya menjadi agak percaya diri.
Lalu tibalah giliran Maggie bernyanyi, dan ketika mengeluarkan suaranya, tak disangka semakin banyak yang memperhatikan mereka. Mereka senang sekali melihat penonton terpukau dengan penampilan mereka. Dibelakang mereka slide show yang mereka gunakan sebagai latar menampilkan foto-foto mereka semua ketika latihan dan mempersiapkan penampilan mereka.
Maggie, Billy dan Sayyid sangat senang melihat kelompok mereka. Merka tampak seperti pelangi. Terdiri dari warna kulit yang berbeda, agama yang berbeda, jenis kelamin yang berbeda, dan kondisi fisik yang berbeda. Mereka semua satu dalam perbedaan. 
                Hari Senin di Centurion Middle School.  Kepala sekolah mereka memberikan pengumuman bahwa Centurion Middle School akan dibuat peraturan yang akan melarang segala macam penindasan dan perlakuan rasial. Supaya hal-hal rendah dan tak berperikemanusiaan seperti itu tak terjadi lagi. Sayyid, Billy dan Maggie merasa sangat senang. Karena kedamaian akan berlangsung di Centurion Middle School. Dan mereka akan bisa menyelesaikan studi mereka dengan tenang dan bahagia di sekolah itu.
Pagi hari, di koridor sekolah, Billy tiba-tiba terjatuh saat ia bersama Sayyid dan Maggie bersama-sama berjalan di koridor sekolah. Karena ternyata penyakit distrofi ototnya semakin parah dan ganas sehingga membuat otot-otot Billy melemah terutama di bagian jantung dan alat pernafasannya. Malam harinya ketika Maggie dan Sayyid pulang dari rumah Billy. Ternyata keesokan harinya Billy telah meninggal. Billy terbaring begitu tenang seperti orang yang sedang tertidur.
Ketika musim panas. Sayyid dan Maggie telah lulus dari Centurion Middle School dengan nilai yang sangat memuaskan. Mereka berniat akan merayakan kelulusan mereka di Utopia sambil mengenang Bily dan Indira.
Lima belas tahun setelah Sayyid pergi meninggalkan Lakeville menuju Connecticut. Maggie dan Jamie (Suami Maggie), dikejutkan oleh sebuah berita di televise. Ketika Sayyid keluar dari gedung pengadilan, tiga hari sebelum Sayyid pulang ke Lincolnville sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sayyid ditembak oleh seorang rasis fanatic yang membenci segala tindak-tanduk Sayyid. Hal itu terjadi karena lelaki rasis yang menembak Sayyid takut jika Sayyid menjadi senator, Sayyid akan menghapus rasisme dan memperjuangkan hak-hak kaum tertindas tanpa pandang bulu. Akhirnya, jenazah Sayyid di terbangkan langsung keesokan harinya setelah insiden penembakan. Orangtua Sayyid ingin agar anaknya dimakamkan di daerah pemakaman Muslim di daerah Lakeville agar dekat dengan mereka.
Tinggallah Maggie yang selalu dengan Indira dan Billy kecilnya bersama-sama pergi ke Utopia. Mengenang masa-masa dan kenangan indahnya bersama sahabat-sahabatnya. Four Mighty Knights.

                                                                                                                                                                                                Selesai
Posting Komentar