A Young Lady ~♥

Welcome to Sabil's blog. A blog about random things to share!

Still Love You

By 00.02




Judul           : Still Love You
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Romance, Married Life
Cast            : Im Yoon A (SNSD)
                     Park Jung Soo (Super Junior)
Disclaimer  : Ini asli karya gue ;) nyuri itu dosa loh J

Yoona POV
“Chagiya, jebal. Kajima,” aku masih terus bersikeras untuk membereskan semua pakaianku ke dalam koper. Aku sudah tidak tahan lagi melihat Jung Soo oppa yang terus-terusan bermesraan dengan Kang So Ra, istrinya di acara We Got Married. Apa produser di acara itu tidak tahu kalau seorang Park Jung Soo sudah memiliki seorang istri yang sedang hamil delapan bulan lebih?
“Ne, oppa. Aku akan pergi secepatnya, jadi kau bisa menikah dengan Kang So Ra mu itu,” jawabku sambil terus membereskan pakaianku.
“Ya! Yeobo, itu hanya salah paham. Semuanya tidak seperti yang kau lihat,” bujuk Jung Soo lagi.
“Cih! Merangkul Kang So Ra di luar acara shooting kau bilang salah paham?”
“Yasudah kalau kau tidak percaya denganku. silahkan saja kalau kau mau pergi,” sahut Jung Soo lesu. Ia langsung meninggalkanku sendirian di kamar kami.
Ya! Kenapa dia malah menyerah? Kenapa dia tidak mencegahku lagi? Hah! Yasudahlah, kalau begitu aku pergi saja. Tiba-tiba saja handphoneku berdering.
“Ne, eomoni,” seruku ketika menjawab panggilan dari ibu mertuaku –ibu Jung Soo.
“Yoona-ya, eomoni dan In Young akan ke rumah kalian. Ini sedang dalam perjalanan, kau dan suamimu sedang di rumah, kan? Eomoni ingin membelikan bayi kalian pakaian yang lucu-lucu,”
“Nde eomoni. Arraseo,” jawabku kaku. Aish! Kali ini aku tidak jadi pergi. Aku kembali menyusun pakaianku ke dalam lemari dan berjalan menuju lantai bawah. Aku lupa kalau aku belum meminum susu, biasanya Jung Soo yang akan membuatkannya untukku.
Aku berjalan kearah dapur setelah sebelumnya aku melihat Jung Soo sedang mengutak-atik handphonenya sambil senyum-senyum sendiri. Aku sebal melihatnya. Aku membuat sendiri susu untuk kuminum karena kulihat Jung Soo tidak menghiraukan keberadaanku di pantry saat ini.
“Aku sudah membuatkanmu susu, kenapa kau malah membuat yang baru?” tanya Jung Soo saat aku duduk di sebelahnya.
“Kau tidak bilang,” jawabku cuek.
“Ya! Kenapa kau meminum susu untuk ibu hamil?” ucapku setengah berteriak ketika melihat Jung Soo menghabiskan segelas susu penuh.
“Aku haus,” jawabnya. Aku lalu mendengus mendengar jawabannya.
Yoona POV end
Jung Soo POV
Aish! Lagi-lagi istriku cemburu dengan kedekatanku dan Kang So Ra. Ya Tuhan! Kenapa selama hamil dia selalu cuek setiap kali aku pulang dari lokasi shooting We Got Married. Di tambah lagi kali ini dia sedang mengepak pakaiannya ke dalam koper. Dia akan pergi meninggalkanku? Suaminya?
Aku sudah lelah membujuknya. Mengatakan kalau yang ia lihat kemarin di lokasi shooting adalah kesalah pahaman. Tapi dia tidak mengerti juga. Akhirnya kutinggalkan dia sendirian di kamar kami.
Hanya ada satu cara agar dia tidak pergi dari rumah ini. Menelpon eomma.
“Eomma,” ucapku begitu eomma menjawab panggilanku.
“Aigoo, kenapa suaramu lesu sekali? Ada apa? Apa kau bertengkar dengan istrimu?” serbu eomma-ku dengan macam pertanyaan.
“Aniyo eomma. Hanya saja kali ini Yoona sedang ngambek denganku, dia selalu cemburu setiap kali aku pulang shooting. Dan sekarang dia ingin pergi ke rumah kakaknya. Apa eomma bisa kesini sekarang agar dia tidak pergi?”
“Ne, arraseo. Aku akan kerumahmu dengan In Young, nanti aku akan menelponnya,” Ya Tuhan! Dia adalah ibu ku yang paling baik sedunia.
“Ne eomma. Gomawo,”
“Nee,”
Aku lalu berjalan kearah pantry. Membuatkan susu untuk Yoona. Paling tidak sebentar lagi dia akan turun. Mungkin kalau kubuatkan sekarang belum akan dingin. Selesai membuat susu, aku meletakkan gelasnya di atas meja di dekat sofa. Aku lalu mengambil handphoneku dan mengecek sms. Ah! Dari In Young noona, ada apa ya?
‘Ya! Jung Soo-ya, berhenti bermanja-manja dengan eomma. Kau ini sudah punya istri seperti anak kecil saja.’  Aku mendengus geli ketika membaca sms dari noona-ku, dia selalu iri denganku yang selalu dimanja eomma.
Tiba-tba saja Yoona duduk di sebelahku sambil meminum susu. Aku melirik meja. Kenapa dia tidak meminum susu buatanku?
“Aku sudah membuatkanmu susu, kenapa kau malah membuat yang baru?” tanyaku setelah ia selesai menghabiskan segelas penuh.
“Kau tidak bilang,” jawabnya cuek.
Aish! Jinjja! Akhirnya karena aku kesal dengannya, aku meminum segelas susu yang tidak jadi diminum Yoona tadi.
“Ya! Kenapa kau meminum susu untuk ibu hamil?” ucapp Yoona setengah berteriak ketika melihatku menghabiskan segelas susu penuh.
“Aku haus,” jawabku asal. Yoona lalu mendengus mendengar jawabanku.
Jung Soo POV end
Author POV
Tiba-tiba saja suara bel rumah mereka berbunyi. Yoona segera bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu. Tetapi Jung Soo menarik tangannya.
“Biar aku saja,” ucap Jung Soo kemudian. Yoona kembali duduk.
“Eomma,” seru Jung Soo ketika melihat Nyonya Park sudah berdiri di depan pintu bersama putrinya Park In Young. Jung Soo lalu memeluk ibunya, seperti anak kecil. Ia lalu mencium pipi noona-nya yang cemberut melihat Jung Soo bermanja-manja dengan ibunya.
“Eomoni,” ucap Yoona dari belakang Jung Soo. Ia lalu memeluk ibu mertuanya.
“Aigoo, sudah besar sekali ternyata perutmu ini. Kita harus membelikannya pakaian yang bagus ya,” ucap Nyonya Park sambil mengelus perut buncit Yoona. Mereka lalu tertawa bersama.
“Eomma, ayo masuk,” ajak Jung Soo sembari merangkul ibunya. Melihat In Young yang cemberut Yoona lalu mengamit lengan kakak iparnya.
“Eonni-ya, bagaimana kabar Ji Ni?”
“Dia baik-baik saja. Sekarang dia sedang bersama neneknya di Busan,” jawab In Young sambil tersenyum.
Author POV end
Yoona POV
Aku dan Jung Soo sedang merapikan kamar untuk anak kami. Sebenarnya Jung Soo saja, karena sedari tadi Jung Soo menyuruhku untuk duduk saja dan membiarkan dia bekerja sendiri. Setelah eomoni dan In Young eonni berkunjung kerumah kami beberapa hari lalu, entah kenapa aku tidak ingin pergi. Karena kata In Young eonni, akan sangat menyedeihkan jika melahirkan seorang bayi tanpa suami di sebelah kita. Aku lantas meminta maaf dengan Jung Soo. Kata dokter anak kami akan lahir sekitar seminggu lagi. Aku jadi tidak sabar untuk melihat bagaimana anakku nanti.
“Chaaaa, sudah selesai. Aigoo, lihatlah anak appa. Appa dan eomma sudah membereskan kamarmu,” ucap Jung Soo sambil mengelus perutku. Aku tersenyum melihat Jung Soo yang sedang bercengkrama dengan bayi kami yang masih di dalam perut.
“Oppa, aku ingin menontonmu di tv,” ucapku pada Jung Soo. Aku tiba-tiba saja ingin menonton tour Super Junior.
“Bukankah kau sudah pernah menemaniku waktu itu?” tanya Jung Soo heran. Ya! Karena setiap Jung Soo akan konser aku selalu menemaninya.
“Iya, tapi kali ini aku ingin melihatmu di panggung,” bujukku kemudian. “Ini permintaan oppa,” ucapku lagi sambil mengelus perutku. Jung Soo lalu mengerling nakal kearahku dan menjepit hidungku dengan tangannya.
“Hm, ne. kajja,” ajaknya sambil mengenggam tanganku.
“Oppa, Yesung Oppa sangat tampan, ya?” ucapku sambil menaruh kepalaku di dada bidang Jung Soo.
“Ya! Apa aku tidak lebih tampan dari Yesung?” omel Jung Soo membuatku terkikik geli. Suamiku ini selalu saja membanggakan ketampanannya.
“Ne,” jawabku polos.
“Ya!” aku lalu tertawa melihat Jung Soo yang kesal.
“Ya! Siapa yang menyuruhmu memamerkan abs di depan banyak yeoja?” marahku pada Jung soo ketika melihat Jung Soo melepas jasnya dan membuka kemeja putihnya, memamerkan absnya pada semua gadis yang menonton.
“Kenapa marah? Apa karena Yesungmu tidak pernah memamerkan abs?” ejek Jung Soo padaku.
“Ne, karena abs Yesung lebih bagus dari punyamu,” jawabku asal. Jung Soo lalu duduk dan memperhatikan wajahku.
“Apa kau pernah melihat tubuh Yesung?” tanya Jung Soo dengan wajah serius.
“Tentu saja tidak!” jawabku sedikit keras.
“Jadi kenapa kau tahu kalau abs Yesung lebih bagus dari punyaku?”
“Aku menjawabnya asal,” jawabku lagi.
“Aku tidak percaya padamu,” ucap Jung Soo dengan rahang mengeras. Ia lalu meninggalkanku menuju ke lantai atas.
Aish!
Yoona POV end
Jung Soo POV
Aku lalu membuat wajah serius dan pura-pura marah dengan Yoona. Aku tahu ia menjawab pertanyaanku asal. Tapi tidak seharusnya dia berkata seperti itu. Dia harus di beri pelajaran agar tidak selalu membanggakan Yesung di depanku. Aku lalu meninggalkannya dan berjalan menuju lantai atas.
“Oppa, chamkkaman!” panggil Yoona. Aku tidak menghiraukannya. Aku terus berjalan menaiki tangga.
“Aku hanya bercanda. Oppa!” panggilnya lagi. Aku pura-pura tidak mendengar dan berjalan memasuki kamarku.
Aku lalu duduk di atas ranjang. Setelah beberapa menit, kenapa ia tidak menyusulku ke kamar. Aish! Aku lalu kembali keluar kamar dan mendapati Yoona tengah kesakitan di bawah anak tangga. Aku segera berlari menghampirinya.
“Yoona-ya, gwaenchana? Apa kau terpeleset?” tanyaku khawatir. Ia lalu mengagguk. Aish! Karena tingkah kekanakanku ia jadi seperti ini.
“Oppa, perutku sakit sekali,” rintihnya, aku membantunya berdiri. Ya Tuhan! Aku terkejut ketika melihat darah mengaliri kakinya. Aku segera menggendongnya dan membawanya ke mobil. Aku takut terjadi sesuatu terhadapnya dan bayi kami. Aish! Ini semua salahku.
“Apa Tuan suami dari Park Yoon Ah?” tanya seorang perawat kepadaku yang tengah terduduk di kursi tunggu.
“Aigoo, apa anda Park Jung Soo? Leeteuk?” tanya perawat itu.
“Ne, waegurae? Apa terjadi sesuatu dengan istriku?” tanyaku was-was.
“Aniyo. Hanya saja anda di panggil oleh istri anda,” jawab perawat itu sambil tersenyum berlebihan. Aku langsung memasuki ruangan dan mendapati Yoona yang sedang menangis.
“Chagiya, waegurae?” tanyaku panik.
“Gwenchana, aku takut oppa,” ucapnya sambil mengeggam tanganku.
 “Takut apa?” tanyaku, aku mempererat genggamanku.
“Aku takut sakit,” ucap Yoona kemudian. Aku tertawa mendengar ucapannya.
“Tentang saja, disini ada oppa. Chagiya, hwaiting,” ucapku menyemangati, ia selalu begitu kepadaku setiap kali aku ingin naik ke atas panggung. Ia lalu tersenyum dan mempererat genggaman tangan kami.
Jung Soo POV end
Author POV
“Aigoo, lucu sekali cucuku,” seru Nyonya Park begitu melihat bayi kecil yang sedang tertidur di samping tubuh lemah Yoona.
“Eomma, anakku tampan, kan?” tanya Jung Soo. Ia lalu mengelus rambut Yoona lembut.
“Keureom. Seperti kau waktu kecil,” ucap Nyonya Park. Ia lalu mnggendong bayi Park yang lucu itu.
“Eomoni, siapa namanya?” tanya Yoona sambil tersenyum.
“Aigoo. Apa aku yang akan memberi nama?” tanya Nyonya Park senang.
“Ne, eomma. Yoona selalu melarangku untuk mencari nama yang bagus untuk anak kami. Yoona bilang, biarkan eomma saja yang memberi nama untuknya,” sahut Jung Soo. Nyonya Park tersenyum haru kepada menantunya. Yoona memang sudah tidak mempunyai ibu. Ia selalu menganggap ibu mertuanya seperti ibu kandungnya.
“Hmm, arraseo. Akan ku beri nama, Park Jung Woon untuk bayi kecil ini,” ucap Nyonya Park. Ia lalu meletakkan Park Jung Woon di tempatnya semula, kemudian ia mencium dahi Yoona.
“Kau memang anak baik. Kau tidak salah menjadi menantuku,” ucap Nyonya Park.
“Gomawo eomoni,” jawab Yoona.
~END~

You Might Also Like

0 komentar

Rabu, 23 Oktober 2013

Still Love You




Judul           : Still Love You
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Romance, Married Life
Cast            : Im Yoon A (SNSD)
                     Park Jung Soo (Super Junior)
Disclaimer  : Ini asli karya gue ;) nyuri itu dosa loh J

Yoona POV
“Chagiya, jebal. Kajima,” aku masih terus bersikeras untuk membereskan semua pakaianku ke dalam koper. Aku sudah tidak tahan lagi melihat Jung Soo oppa yang terus-terusan bermesraan dengan Kang So Ra, istrinya di acara We Got Married. Apa produser di acara itu tidak tahu kalau seorang Park Jung Soo sudah memiliki seorang istri yang sedang hamil delapan bulan lebih?
“Ne, oppa. Aku akan pergi secepatnya, jadi kau bisa menikah dengan Kang So Ra mu itu,” jawabku sambil terus membereskan pakaianku.
“Ya! Yeobo, itu hanya salah paham. Semuanya tidak seperti yang kau lihat,” bujuk Jung Soo lagi.
“Cih! Merangkul Kang So Ra di luar acara shooting kau bilang salah paham?”
“Yasudah kalau kau tidak percaya denganku. silahkan saja kalau kau mau pergi,” sahut Jung Soo lesu. Ia langsung meninggalkanku sendirian di kamar kami.
Ya! Kenapa dia malah menyerah? Kenapa dia tidak mencegahku lagi? Hah! Yasudahlah, kalau begitu aku pergi saja. Tiba-tiba saja handphoneku berdering.
“Ne, eomoni,” seruku ketika menjawab panggilan dari ibu mertuaku –ibu Jung Soo.
“Yoona-ya, eomoni dan In Young akan ke rumah kalian. Ini sedang dalam perjalanan, kau dan suamimu sedang di rumah, kan? Eomoni ingin membelikan bayi kalian pakaian yang lucu-lucu,”
“Nde eomoni. Arraseo,” jawabku kaku. Aish! Kali ini aku tidak jadi pergi. Aku kembali menyusun pakaianku ke dalam lemari dan berjalan menuju lantai bawah. Aku lupa kalau aku belum meminum susu, biasanya Jung Soo yang akan membuatkannya untukku.
Aku berjalan kearah dapur setelah sebelumnya aku melihat Jung Soo sedang mengutak-atik handphonenya sambil senyum-senyum sendiri. Aku sebal melihatnya. Aku membuat sendiri susu untuk kuminum karena kulihat Jung Soo tidak menghiraukan keberadaanku di pantry saat ini.
“Aku sudah membuatkanmu susu, kenapa kau malah membuat yang baru?” tanya Jung Soo saat aku duduk di sebelahnya.
“Kau tidak bilang,” jawabku cuek.
“Ya! Kenapa kau meminum susu untuk ibu hamil?” ucapku setengah berteriak ketika melihat Jung Soo menghabiskan segelas susu penuh.
“Aku haus,” jawabnya. Aku lalu mendengus mendengar jawabannya.
Yoona POV end
Jung Soo POV
Aish! Lagi-lagi istriku cemburu dengan kedekatanku dan Kang So Ra. Ya Tuhan! Kenapa selama hamil dia selalu cuek setiap kali aku pulang dari lokasi shooting We Got Married. Di tambah lagi kali ini dia sedang mengepak pakaiannya ke dalam koper. Dia akan pergi meninggalkanku? Suaminya?
Aku sudah lelah membujuknya. Mengatakan kalau yang ia lihat kemarin di lokasi shooting adalah kesalah pahaman. Tapi dia tidak mengerti juga. Akhirnya kutinggalkan dia sendirian di kamar kami.
Hanya ada satu cara agar dia tidak pergi dari rumah ini. Menelpon eomma.
“Eomma,” ucapku begitu eomma menjawab panggilanku.
“Aigoo, kenapa suaramu lesu sekali? Ada apa? Apa kau bertengkar dengan istrimu?” serbu eomma-ku dengan macam pertanyaan.
“Aniyo eomma. Hanya saja kali ini Yoona sedang ngambek denganku, dia selalu cemburu setiap kali aku pulang shooting. Dan sekarang dia ingin pergi ke rumah kakaknya. Apa eomma bisa kesini sekarang agar dia tidak pergi?”
“Ne, arraseo. Aku akan kerumahmu dengan In Young, nanti aku akan menelponnya,” Ya Tuhan! Dia adalah ibu ku yang paling baik sedunia.
“Ne eomma. Gomawo,”
“Nee,”
Aku lalu berjalan kearah pantry. Membuatkan susu untuk Yoona. Paling tidak sebentar lagi dia akan turun. Mungkin kalau kubuatkan sekarang belum akan dingin. Selesai membuat susu, aku meletakkan gelasnya di atas meja di dekat sofa. Aku lalu mengambil handphoneku dan mengecek sms. Ah! Dari In Young noona, ada apa ya?
‘Ya! Jung Soo-ya, berhenti bermanja-manja dengan eomma. Kau ini sudah punya istri seperti anak kecil saja.’  Aku mendengus geli ketika membaca sms dari noona-ku, dia selalu iri denganku yang selalu dimanja eomma.
Tiba-tba saja Yoona duduk di sebelahku sambil meminum susu. Aku melirik meja. Kenapa dia tidak meminum susu buatanku?
“Aku sudah membuatkanmu susu, kenapa kau malah membuat yang baru?” tanyaku setelah ia selesai menghabiskan segelas penuh.
“Kau tidak bilang,” jawabnya cuek.
Aish! Jinjja! Akhirnya karena aku kesal dengannya, aku meminum segelas susu yang tidak jadi diminum Yoona tadi.
“Ya! Kenapa kau meminum susu untuk ibu hamil?” ucapp Yoona setengah berteriak ketika melihatku menghabiskan segelas susu penuh.
“Aku haus,” jawabku asal. Yoona lalu mendengus mendengar jawabanku.
Jung Soo POV end
Author POV
Tiba-tiba saja suara bel rumah mereka berbunyi. Yoona segera bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu. Tetapi Jung Soo menarik tangannya.
“Biar aku saja,” ucap Jung Soo kemudian. Yoona kembali duduk.
“Eomma,” seru Jung Soo ketika melihat Nyonya Park sudah berdiri di depan pintu bersama putrinya Park In Young. Jung Soo lalu memeluk ibunya, seperti anak kecil. Ia lalu mencium pipi noona-nya yang cemberut melihat Jung Soo bermanja-manja dengan ibunya.
“Eomoni,” ucap Yoona dari belakang Jung Soo. Ia lalu memeluk ibu mertuanya.
“Aigoo, sudah besar sekali ternyata perutmu ini. Kita harus membelikannya pakaian yang bagus ya,” ucap Nyonya Park sambil mengelus perut buncit Yoona. Mereka lalu tertawa bersama.
“Eomma, ayo masuk,” ajak Jung Soo sembari merangkul ibunya. Melihat In Young yang cemberut Yoona lalu mengamit lengan kakak iparnya.
“Eonni-ya, bagaimana kabar Ji Ni?”
“Dia baik-baik saja. Sekarang dia sedang bersama neneknya di Busan,” jawab In Young sambil tersenyum.
Author POV end
Yoona POV
Aku dan Jung Soo sedang merapikan kamar untuk anak kami. Sebenarnya Jung Soo saja, karena sedari tadi Jung Soo menyuruhku untuk duduk saja dan membiarkan dia bekerja sendiri. Setelah eomoni dan In Young eonni berkunjung kerumah kami beberapa hari lalu, entah kenapa aku tidak ingin pergi. Karena kata In Young eonni, akan sangat menyedeihkan jika melahirkan seorang bayi tanpa suami di sebelah kita. Aku lantas meminta maaf dengan Jung Soo. Kata dokter anak kami akan lahir sekitar seminggu lagi. Aku jadi tidak sabar untuk melihat bagaimana anakku nanti.
“Chaaaa, sudah selesai. Aigoo, lihatlah anak appa. Appa dan eomma sudah membereskan kamarmu,” ucap Jung Soo sambil mengelus perutku. Aku tersenyum melihat Jung Soo yang sedang bercengkrama dengan bayi kami yang masih di dalam perut.
“Oppa, aku ingin menontonmu di tv,” ucapku pada Jung Soo. Aku tiba-tiba saja ingin menonton tour Super Junior.
“Bukankah kau sudah pernah menemaniku waktu itu?” tanya Jung Soo heran. Ya! Karena setiap Jung Soo akan konser aku selalu menemaninya.
“Iya, tapi kali ini aku ingin melihatmu di panggung,” bujukku kemudian. “Ini permintaan oppa,” ucapku lagi sambil mengelus perutku. Jung Soo lalu mengerling nakal kearahku dan menjepit hidungku dengan tangannya.
“Hm, ne. kajja,” ajaknya sambil mengenggam tanganku.
“Oppa, Yesung Oppa sangat tampan, ya?” ucapku sambil menaruh kepalaku di dada bidang Jung Soo.
“Ya! Apa aku tidak lebih tampan dari Yesung?” omel Jung Soo membuatku terkikik geli. Suamiku ini selalu saja membanggakan ketampanannya.
“Ne,” jawabku polos.
“Ya!” aku lalu tertawa melihat Jung Soo yang kesal.
“Ya! Siapa yang menyuruhmu memamerkan abs di depan banyak yeoja?” marahku pada Jung soo ketika melihat Jung Soo melepas jasnya dan membuka kemeja putihnya, memamerkan absnya pada semua gadis yang menonton.
“Kenapa marah? Apa karena Yesungmu tidak pernah memamerkan abs?” ejek Jung Soo padaku.
“Ne, karena abs Yesung lebih bagus dari punyamu,” jawabku asal. Jung Soo lalu duduk dan memperhatikan wajahku.
“Apa kau pernah melihat tubuh Yesung?” tanya Jung Soo dengan wajah serius.
“Tentu saja tidak!” jawabku sedikit keras.
“Jadi kenapa kau tahu kalau abs Yesung lebih bagus dari punyaku?”
“Aku menjawabnya asal,” jawabku lagi.
“Aku tidak percaya padamu,” ucap Jung Soo dengan rahang mengeras. Ia lalu meninggalkanku menuju ke lantai atas.
Aish!
Yoona POV end
Jung Soo POV
Aku lalu membuat wajah serius dan pura-pura marah dengan Yoona. Aku tahu ia menjawab pertanyaanku asal. Tapi tidak seharusnya dia berkata seperti itu. Dia harus di beri pelajaran agar tidak selalu membanggakan Yesung di depanku. Aku lalu meninggalkannya dan berjalan menuju lantai atas.
“Oppa, chamkkaman!” panggil Yoona. Aku tidak menghiraukannya. Aku terus berjalan menaiki tangga.
“Aku hanya bercanda. Oppa!” panggilnya lagi. Aku pura-pura tidak mendengar dan berjalan memasuki kamarku.
Aku lalu duduk di atas ranjang. Setelah beberapa menit, kenapa ia tidak menyusulku ke kamar. Aish! Aku lalu kembali keluar kamar dan mendapati Yoona tengah kesakitan di bawah anak tangga. Aku segera berlari menghampirinya.
“Yoona-ya, gwaenchana? Apa kau terpeleset?” tanyaku khawatir. Ia lalu mengagguk. Aish! Karena tingkah kekanakanku ia jadi seperti ini.
“Oppa, perutku sakit sekali,” rintihnya, aku membantunya berdiri. Ya Tuhan! Aku terkejut ketika melihat darah mengaliri kakinya. Aku segera menggendongnya dan membawanya ke mobil. Aku takut terjadi sesuatu terhadapnya dan bayi kami. Aish! Ini semua salahku.
“Apa Tuan suami dari Park Yoon Ah?” tanya seorang perawat kepadaku yang tengah terduduk di kursi tunggu.
“Aigoo, apa anda Park Jung Soo? Leeteuk?” tanya perawat itu.
“Ne, waegurae? Apa terjadi sesuatu dengan istriku?” tanyaku was-was.
“Aniyo. Hanya saja anda di panggil oleh istri anda,” jawab perawat itu sambil tersenyum berlebihan. Aku langsung memasuki ruangan dan mendapati Yoona yang sedang menangis.
“Chagiya, waegurae?” tanyaku panik.
“Gwenchana, aku takut oppa,” ucapnya sambil mengeggam tanganku.
 “Takut apa?” tanyaku, aku mempererat genggamanku.
“Aku takut sakit,” ucap Yoona kemudian. Aku tertawa mendengar ucapannya.
“Tentang saja, disini ada oppa. Chagiya, hwaiting,” ucapku menyemangati, ia selalu begitu kepadaku setiap kali aku ingin naik ke atas panggung. Ia lalu tersenyum dan mempererat genggaman tangan kami.
Jung Soo POV end
Author POV
“Aigoo, lucu sekali cucuku,” seru Nyonya Park begitu melihat bayi kecil yang sedang tertidur di samping tubuh lemah Yoona.
“Eomma, anakku tampan, kan?” tanya Jung Soo. Ia lalu mengelus rambut Yoona lembut.
“Keureom. Seperti kau waktu kecil,” ucap Nyonya Park. Ia lalu mnggendong bayi Park yang lucu itu.
“Eomoni, siapa namanya?” tanya Yoona sambil tersenyum.
“Aigoo. Apa aku yang akan memberi nama?” tanya Nyonya Park senang.
“Ne, eomma. Yoona selalu melarangku untuk mencari nama yang bagus untuk anak kami. Yoona bilang, biarkan eomma saja yang memberi nama untuknya,” sahut Jung Soo. Nyonya Park tersenyum haru kepada menantunya. Yoona memang sudah tidak mempunyai ibu. Ia selalu menganggap ibu mertuanya seperti ibu kandungnya.
“Hmm, arraseo. Akan ku beri nama, Park Jung Woon untuk bayi kecil ini,” ucap Nyonya Park. Ia lalu meletakkan Park Jung Woon di tempatnya semula, kemudian ia mencium dahi Yoona.
“Kau memang anak baik. Kau tidak salah menjadi menantuku,” ucap Nyonya Park.
“Gomawo eomoni,” jawab Yoona.
~END~
Posting Komentar