A Young Lady ~♥

Welcome to Sabil's blog. A blog about random things to share!

Wedding Dress

By 22.59



Judul           : Wedding Dress
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Sad Romance
Cast            : Super Junior Cho Kyuhyun
                     SNSD Seo Joohyun
                     SNSD Choi Sooyoung
Disclaimer  : Asli karya saya. Jangan jadi plagiat. Okay!
Hai, saya kembali dengan FF cast Seohyun dan Kyuhyun again. Tapi disini ditambahin ada Sooyoung-nya. Don’t be silent reader ya J Komentar itu adalah honor untuk penulis blog ;)


Hari ini adalah hari yang paling mengesalkan bagi Kyuhyun karena dia baru saja di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang perempuan yang sama sekali tidak ia cintai, dan ia juga belum mengenalnya. Kyuhyun sangat kesal karena beberapa minggu yang lalu ia bermaksud untuk melamar Sooyoung, kekasihnya. Dia bahkan sudah memesan gaun pengantin bersama Sooyoung.
Kyuhyun berjalan mendekati ayah dan ibunya.
“Appa,” ucap Kyuhyun ketika melihat ayahnya tengah duduk santai sambil menonton tv, sedangkan ibunya sedang menyiapkan makan untuk Ah Ra, kakaknya yang baru pulang kerja. Ayah Kyuhyun langsung menoleh ketika melihat penerus marga Cho berada di depannya.
“Waeyo?”
“Appa, apa aku boleh menolak perjodohan ini? Aku tidak mencintai perempuan itu, aku bahkan belum mengenalnya,” ucap Kyuhyun.
“Tidak Kyuhyun-ah. Kau tahu, halmoni-mu sangat menyukai perempuan itu karena ia pernah membantu halmoni-mu ketika dia di copet di bandara,” terang ayah Kyuhyun. Kyuhyun lalu membelalakkan matanya. Hanya karena membantu karena hampir di copet ia harus menikah dengan yang membantu itu? Huh! Kalau begitu Sooyoung juga bisa. Gerutu Kyuhyun.
Kyuhyun adalah tipe orang yang sangat sulit untuk mencintai seseorang. Karena dulu ia pernah dikecewakan oleh seorang perempuan, hoobae-nya saat SMA. Kyuhyun bahkan pernah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak ingin mencintai perempuan manapun selain ibunya dan kakaknya.
Sampai pada saat ia pergi berlibur ke Jepang bersama dengan sepupunya, Choi Siwon. Mereka bertemu dengan seorang perempuan bernama Choi Sooyoung yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Itulah pertama kali Kyuhyun mencintai seorang wanita setelah ia tersakiti oleh hoobae-nya.
                                                ^^
Seohyun sedang bersenandung ria. Orang tuanya baru saja pulang dari kediaman keluarga Cho di pusat kota Seoul. Seminggu lagi dia akan menikah dengan orang yang paling dicintainya sejak ia duduk di bangku SMA, Cho Kyuhyun namanya. Cho Kyuhyun adalah cinta pertamanya. Sampai saat ini pun rasa itu masih tidak berubah di hatinya.
Tiba-tiba saja handphone-nya berdering, tanda pesan masuk. Seohyun segera mengambil handphone-nya dan membaca pesan itu. Tanpa terasa air matanya menetes membasahi layar handphone-nya.
Seohyun merasa sangat tersakiti ketika membaca pesan singkat dari Cho Kyuhyun. Hatinya terasa sakit sekali. Seperti sebuah tombak yang menusuknya tepat di tengah.
‘Jangan pernah berharap aku akan menikahimu.’
Seohyun keluar kamarnya. Ia ingin mencari udara segar. Mungkin dengan begitu pikirannya bisa jernih kembali. Seohyun tidak menghiraukan ibunya yang memanggil dirinya saat ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
Seohyun sudah tiba di pantai yang sepi. Di tepi pantai itu Seohyun berlari sangat kencang sambil berteriak keras. Ia meluapkan emosinya agar terbang bersama angin yang kencang.
Tiba-tiba saja Seohyun terjatuh. Kakinya sangat sakit karena terlalu kencang berlari. Seseorang menyodorkan sebotol air mineral kepada Seohyun. Seohyun mendongakkan kepalanya keatas. Tampak seorang gadis yang tinggi semampai sedang tersenyum kearahnya. Seohyun segera membalas senyumannya dan mengambil botol air mineral itu.
“Ada apa?” kata gadis itu. Seohyun membetulkan posisi duduknya dan mengernyit kearah gadis disampingnya.
“Oh, maaf. Namaku Sooyoung,” ucap gadis bernama Sooyoung itu. Seohyun segera mengamit lengan Sooyoung untuk bersalaman.
“Aku Joo Hyun,” balas Seohyun sambil tersenyum.
“Kau punya masalah?”
Seohyun diam. Dia sangat sulit menceritakan masalahnya kepada orang yang baru dikenalnya.
“Aku bukannya ingin ikut campur. Tapi aku juga sedang punya masalah. Makanya aku pergi kesini karena aku sangat suka dengan pantai. Aku ingin mencurahkan semua kesedihanku dengan ombak di pantai,” celoteh Seooyoung. Seohyun juga sangat suka dengan pantai. Ketika ia merasa sedih, ia selalu pergi kepantai. Di pantai kita bisa bercengkrama dengan deburan ombak yang seakan menjawab semua keluhan.
“Kekasihku akan menikah dengan seseorang karena dia dijodohkan oleh kedua orang tuanya,” lanjut Sooyoung. Seohyun menoleh kearah Sooyoung. Ternyata masalah Sooyoung lebih pelik dari masalahnya sendiri.
“Padahal aku dan dia sudah memesan gaun pengantin yang sangat indah untuk pesta pernikahan kami…” 
“… aku merasa sangat hancur sekarang, hatiku sangat sakit. Kenapa takdir buruk ini berpihak kepadaku, kapan aku bisa memakai gaun pengantinku?…”
Seohyun dengan sabar mendengarkan cerita Sooyoung. Setetes air bening membasahi pipi mulus tanpa celah milik Sooyoung. Seohyun mengelus bahu Sooyoung lembut, dengan segera Sooyoung menghapus air mata di kedua pipinya.
“Kau, apa masalahmu?” tanya Sooyoung sambil tersenyum getir. Seohyun menghela napas berat.
“Aku akan menikah dengan orang yang tidak mencintaiku,” jawab Seohyun.
“Lalu?”
“Aku belum siap untuk selalu tidak diperhatikan nanti, setelah kami menikah,” ujar Seohyun.
“Joo Hyun-ah, dia bisa mencintaimu nanti. Apa kau tahu, cinta akan hadir karena adanya kebersamaan,” ucap Sooyoung. Seohyun merasa senang, ia sangat senang bertemu dengan Sooyoung.
“Sooyoung-ah, sekarang kita berteman, kan?”
Sooyoung mengangguk mendengar ucapan Seohyun. Seohyun memeluk sahabat barunya itu. Ia sangat senang sekarang. Akhirnya ada juga seseorang yang siap menerima curahan hatinya.
“Joo Hyun-ah, apa kau mau memakai gaun pengantin milikku di acara pernikahanmu?” ujar Sooyoung. Seohyun terkejut mendengar tuturan Sooyoung.
“Tidak, aku tidak mau,” tolak Seohyun.
“Kenapa?”
“Lebih baik gaun itu kau pakai saja ketika kau akan menikah, Sooyoung-ah,” ucap Seohyun.
“Kau kan sahabatku, kau pakai saja gaunku, ya?” Seohyun tidak bisa menolak permintaan Sooyoung. Entah kenapa akhirnya ia mengangguk mengiyakan.
“Tapia da satu syarat,” aju Seohyun, membuat Sooyoung mengerutkan dahinya.
“Mwoya?”
“Kau harus datang ke pesta pernikahanku. Minggu depan, ne?”
Sooyoung mengangguk, membuat Seohyun kembali memeluk sahabat barunya.
                                                ^^
Flashback
Kyuhyun memarkirkan motornya di parkiran khusus untuk kendaraan milik murid. Tiba-tiba saja ia melihat seorang gadis yang mengendarai motor matic berwarna hijau dengan tempelan sticker bergambar kodok dimana-mana.
“Aneh sekali, seperti anak TK,” ucap Kyuhyun. Ia lalu berjalan menuju kelasnya.
Saat ia memasuki kelas, tiba-tiba saja Eunhyuk, teman sekelasnya meledeknya.
“Kyuhyun-ah, apa kau tidak bosan tidak pernah punya pacar?” ejek Eunhyuk. Kyuhyun hanya tertawa geli mendengar ucapan Eunhyuk.
Esok paginya Kyuhyun bertemu lagi dengan gadis pemilik motor hijau. Dan pagi-pagi berikutnya juga. Entah kenapa setiap kali bertemu gadis lucu itu, Kyuhyun merasakan hatinya berdebar. Apa ia jatuh cinta? Mungkin iya. Pernah suatu hari, Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk sedang duduk-duduk di atas motor mereka masing-masing. Mengecengi hoobae mereka yang cantik-cantik.
“Good morning sweet Yoona,” ucap Donghae menggombal. Gadis bernama Yoona itu tersipu malu mendengar bualan Donghae.
“Hai yeppeo,” ucap Eunhyuk kepada gadis imut bernama Krystal.
Tiba-tiba saja Kyuhyun melihat gadis motor hijau itu menatapnya tepat di manik matanya. Hati Kyuhyun berdesir. Jantungnya berdetak lebih kencang. Tanpa ia sadari Eunhyuk dan Donghae memperhatikan Kyuhyun dan gadis motor hijau itu sedang berpandangan. Eunhyuk menyikut lengan Kyuhyun sambil berbisik.
“Namanya Seohyun. Dia hoobae kita di kelas sebelas biologi. Dia sangat pintar,” ucap Eunhyuk. Kyuhyun menganggukkan kepalanya.
“Dia cantikkan? Kau menyukainya?” ucap Donghae. Kyuhyun mendelik mendengar ucapan Donghae.
“Kau tidak bisa berbohong Kyuhyun-ah. Dari sorot matamu tadi aku melihat kau menyukainya,” ucap Eunhyuk. Kyuhyun semakin mendelik mendengar ucapan Eunhyuk. Lelaki itu pergi meninggalkan kedua temannya yang sudah menjadi aneh kalau berbicara tentang gadis cantik.
“Kyuhyun-ah, kami bisa membantumu kalau kau menyukainya!!” teriak Eunhyuk.
“Kyuhyun-ah, kami berniat ingin mencomblangimu dengan Seohyun. Apa kau mau?” tanya Eunhyuk saat jam istirahat tiba.
Kyuhyun mendelik melihat kedua temannya yang agak gila itu.
“Kalau kau diam saja berarti kau mau,” ucap Donghae.
Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Eunhyuk dan Donghae yang sudah siap beraksi. Wajahnya terlihat sumringah. Mungkin saja kedua teman gilanya itu membenarkan ucapannya tadi. Kyuhyun memang berharap kalau Donghae dan Eunhyuk membantunya. Tapi ia malu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada dua anak gila itu.
                                                ^^
Hari-hari Seohyun semasa SMA sangat menyenangkan setelah akhir-akhir ini ia sering bertemu dengan soonbae-nya yang tampan. Belakangan Seohyun tahun kalau soonbae-nya itu bernama Cho Kyuhyun. Ia tahu dari sahabatnya, Taeyeon. Hampir setiap hari Seohyun bisa merasakan debaran jantungnya yang kencang ketika melihat soonbae-nya itu.
Sampai pada suatu hari Donghae dan Eunhyuk yang berada di kelas dua belas Kimia menghampiri Seohyun yang sedang makan di kantin bersama dengan Taeyeon.
“Seohyun-ssi, apa kau mengenal Cho Kyuhyun?” tanya Donghae begitu ia duduk di sebelah Taeyeon yang berada di hadapan Seohyun.
Seohyun mengangguk. “Ne, aku mengenalnya. Dia sekelas dengan soonbae kan?” tanya Seohyun ramah.
“Seohyun-ssi, jangan memanggil kami dengan soonbae. Panggil kami oppa saja,” ucap Eunhyuk yang duduk di sebelah Seohyun. Seohyun lalu mengagguk.
“Ne oppa,” jawabnya sambil tersenyum.
“Seohyun-ssi, kau tahu kalau Kyuhyun menyukaimu,” ucap Eunhyuk setengah berbisik. Seohyun membekap mulutnya. Matanya melotot mendengar ucapan Eunhyuk. Benarkah?
“Omo!” teriak Taeyeon.
“Jangan berisik,” ucap Donghae. Taeyeon mengangguk.
“Benarkah?” tanya Seohyun dengan mata berbinar. Donghae dan Eunhyuk mengangguk bersamaan.
“Kalau begitu kau harus menulis surat balasan untuk Kyuhyun. Ini surat darinya,” ujar Donghae sambil menyodorkan amplop berwarna biru kepada Seohyun. Padahal surat itu bukan Kyuhyun yang menulis, melainkan Donghae dan Eunhyuk.
‘Annyeong Seohyun-ssi. Namaku Cho Kyuhyun. Apa aku boleh berkenalan denganmu secara langsung?’
Seohyun segera menulis balasan surat Kyuhyun di balik kertas surat Kyuhyun. Dan memberikan surat itu lagi kepada Donghae dan Eunhyuk selanjutnya mereka pergi setelah sebelumnya Donghae memberikan wink kepada Taeyeon yang tersipu.
Sepulang sekolah Seohyun sedang menunggu bus di halte bersama Taeyeon. Tiba-tiba saja Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun mendatangi mereka berdua. Awalnya hanya Taeyeon yang sadar kalau Kyuhyun cs sedang menghampiri mereka. tapi akhirnya Seohyun sadar setelah Taeyeon menyikut lengannya.
“Annyeonghaseo Seohyun-ssi, sedang menunggu bus, ya?” ucap Kyuhyun. Lelaki itu terlihat canggung sekali berbicara dengan Seohyun.
“Ne soonbae,” jawab Seohyun manis. Taeyeon lalu beringsut mundur meninggalkan Seohyun dan Kyuhyun yang sedang berbincang. Ia lalu bergabung bersama dengan Donghae dan Eunhyuk yang sedang meminum coke.
Tiba-tiba saja bus yang akan membawa Seohyun dan Taeyeon pulang berhenti tepat di depan Seohyun.
“Soonbae, aku pulang dulu, ya,” pamit Seohyun. Kyuhyun lalu mengagguk. Sebelum Seohyun masuk ke dalam bus, tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tangannya.
“Seohyun-ah, aku akan menemuimu di taman besok sore,” ucap Kyuhyun. Seohyun lalu mengangguk mengiyakan.
Sesampainya dirumah, Seohyun melihat ayah dan ibunya sedang mengepak pakaian mereka.
“Eomma, mau kemana?” tanya Seohyun.
“Besok kita harus pindah Seohyun-ah. Appamu mendapat pekerjaan yang lebih baik di Amerika,” jawab ibu Seohyun. Deg! Seohyun menggeleng keras.
“Aniyo eomma. Aku tidak mau,” tolak Seohyun.
“Seohyun-ah,” panggil ayah Seohyun. Ia lalu mengikuti ayahnya menuju taman belakang rumahnya.
                                                ^^
Hari ini Kyuhyun sangat menunggu kedatangan sore. Ia sudah menyiapkan kata-kata untuk menyatakan perasaannya kepada Seohyun dibantu oleh Donghae dan Eunhyuk, kedua sahabat setianya yang agak gila.
Saat ia dan teman-temannya tiba di taman. Kyuhyun tidak menemui Seohyun.
“Tenang saja bro. mungkin dia sedang dalam perjalanan,” ucap Eunhyuk sambil menepuk pundak Kyuhyun.
Tak lama kemudian, Taeyeon menghampiri Kyuhyun cs sambil terengah-engah.
“Taeyeon-a, ada apa?” ucap Donghae.
“Seohyun, soonbae,” jawab Taeyeon.
“Ada apa dengan Seohyun?” tanya Kyuhyun. Ia langsung berdiri.
“Seohyun hari ini akan pindah ke Amerika. Maaf aku baru memberitahu kalian sekarang. Karena Seohyun juga baru memberitahuku tadi siang, aku tidak tahu nomor handphone salah satu dari kalian, jadi aku tidak bisa menghubungi kalian,” jelas Taeyeon.
Kyuhyun langsung pergi meninggalkan teman-temannya dan juga Taeyeon. Ia merasa sangat kecewa. Orang yang sudah menjadi cinta pertamanya telah mengecewakannya.
Flashback End
                                                ^^
“Sooyoung-a, gwenchanayo?” seru Kyuhyun di telepon.
“Ne, oppa. Gwenchana,” jawab Sooyoung berbohong. Tentu saja hatinya sangat sakit. Dasar setan bodoh.
“Kemana saja kau seharian? Nomormu tidak aktif. Aku mengkhawatirkanmu!!”
Sooyoung menundukkan kepalanya. Ia diam membisu. Seharian ini sengaja ia nonaktifkan handphonenya demi untuk tidak menjawab panggilan dan ribuan pertanyaan dari mulut Kyuhyun.
“Sooyoung-a,” ujar Kyuhyun pelan. “Kita bertemu saja, ya? Aku akan menjemputmu,” bujuk Kyuhyun.
“Andwae oppa. Aku sudah sangat lelah. Aku tidur dulu, ya? Jalja~”
Sooyoung memutuskan sambungan telepon. Dan mencampakkan handphonenya begitu saja. Ia tidak peduli kalau handphonenya rusak atau apalah itu. Yang ia perdulikan sekarang adalah bagaimana cara agar ia bisa melupakan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih terus-terusan menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu.
Sooyoung merebahkan tubuhnya di atas spring bed empuk di kamarnya. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi selimutnya. Saat ini ia sungguh sangat rapuh.
“Aku bukan Sooyoung! Kembalikan Sooyoung yang dulu!”
Sooyoung menghipnotis dirinya sendiri demi menahan air matanya yang sudah menganak sungai.
“Sooyoung-a!!” teriak ibu Sooyoung dari lantai bawah. Sooyoung segera keluar kamarnya setelah sebelumnya menghapus sisa air mata di sudut-sudut matanya.
“O-oppa,” ucap Sooyoung tergagap begitu melihat Kyuhyun yang sudah berdiri di ruang tamu rumahnya.
“Kyuhyun-a, silahkan berbicara dengan Sooyoung. Ahjumma ingin masuk dulu,” pamit ibu Sooyoung.
Sooyoung masih diam mematung di bawah tangga. Sampai tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dengan sangat erat.
“Sooyoung-a, aku tahu kau terluka. Mianhae Sooyoungie,” ucap Kyuhyun pelan. Sooyoung mencoba untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.
“Oppa, aku baik-baik saja. Sudah kubilang aku lelah. Kenapa kau malah kesini?” ucap Sooyoung.
“Sooyoungie, mianhae. Jeongmal mianhae,” ucap Kyuhyun masih enggan untuk melepaskan pelukannya.
“Oppa, aku tidak apa-apa. Percayalah,” Sooyoung lalu melepaskan pelukan Kyuhyun.
“Dasar bodoh! Kau tidak bisa berbohong kepadaku Sooyoung-a! wajahmu itu menunjukkan kalau kau merasakan sakit!”
“Lalu aku harus apa?!” ucap Sooyoung frustasi. Air mata yang sedari tadi dengan susah payah ia tahan. Kini keluar sesuka hatinya. Membanjiri pipi Sooyoung.
“Sooyoung-a, mianhaeyo. Jeongmal mianhaeyo. Seharusnya aku tidak menerima perjodohan itu.”
“Oppa, pulanglah. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Lebih baik aku tidak melihatmu dari pada aku harus menahan rasa sakit. Disini,” ucap Sooyoung menunjuk dadanya.
“Sooyoung-a. mianhae, jeongmal mianhae.”
“Aku tidak apa-apa Cho Kyuhyun. Pergilah. Kapan pernikahanmu akan berlangsung?”
“Sooyoung-a!”
“Oppa, anggap saja ini hal yang wajar. Anggap saja aku hanya temanmu. Anggap saja kalau kau kesini untuk mengundangku ke pesta pernikahanmu. Arraseo?”
“Apa dengan begitu kau akan merasa baik-baik saja?” tanya Kyuhyun. Sooyoung menganggukkan kepalanya. Ia telah berbohong. Ia merasakan sakit yang teramat sakit. Tapi, apa yang harus ia lakukan?
“Ne, gwenchana.”
“Minggu depan aku akan menikah. Sooyoung-a, kalau kau tidak ingin hadir, tidak apa-apa,” ujar Kyuhyun.
“Sooyoung-a, saranghaeyo,” Kyuhyun menghapus air mata di pipi Sooyoung. Lalu memeluk gadis itu sebentar. Selanjutnya ia pergi meninggalkan Sooyoung yang mati-matian mencoba memasang ekspresi wajah ceria.
                                                ^^
“Seohyun-a, eomoni sudah menentukan di toko mana kalian akan membeli gaun pengantin,” ucap ibu Kyuhyun. Seohyun tersenyum melihat calon mertuanya yang sangat baik kepadanya.
“Tapi, eomoni. Temanku memberiku gaun pengantin,” ucap Seohyun membuat ibu Kyuhyun mengerutkan dahinya.
“Jinjja?”
“Hmm, ne,” jawab Seohyun sambil tersenyum.
“Apa gaun itu bagus?” tanya ibu Kyuhyun.
“Mollaseoyo. Aku belum melihatnya. mungkin nanti bersama Kyuhyun oppa,” jawab Seohyun.
“Ah! Itu ide yang bagus. Sebentar lagi Kyuhyun pulang dari kantor, dan setelah makan malam kalian bisa pergi bersama,” usul ibu Kyuhyun disambut dengan anggukan oleh Seohyun.
Mereka lalu kembali menyiapkan makan malam untuk keluarga Cho. Dalam beberapa hari kedepan Seohyun juga akan memakai nama Cho di depan namanya. Cho Joo Hyun?
Bel rumah keluarga Cho pun berbunyi setelah Seohyun dan ibu Kyuhyun selesai menyiapkan makan malam. Ibu Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya untuk membukakan pintu.
“Anak eomma. Sudah pulang? Bagaimana dengan pekerjaan kalian di kantor?” seru ibu Kyuhyun ketika melihat anak laki-laki dan perempuannya itu terlihat oleh matanya.
“Ne eomma. Masih biasa-biasa saja.” Jawab Ah Ra.
“Masuklah, dimana ayah kalian? Di dalam sudah ada Seohyun, tunanganmu,” ucap ibu Kyuhyun kepada Kyuhyun. Kyuhyun mengernyitkan dahinya.
“Seohyun?” tanya Ah Ra antusias.
“Hmm, keurom. Dia sudah menunggu di meja makan. Kajja!”
“Eomma, aku memanggil appa dulu, ya,” ucap Kyuhyun. Ia langsung memanggil ayahnya yang sedang berada di luar rumah.
Selama makan hanya dentingan sendok mereka saja yang terdengar. Seohyun dengan anteng menikmati makanan yang tersaji di hadapannya. Sementara Kyuhyun masih terus memperhatikan Seohyun. Ia tidak percaya kalau Seohyun yang di jodohkan kepadanya adalah Seohyun yang pernah menjadi hoobae-nya di sekolah dulu. Juga Seohyun yang telah mengecewakannya karena pindah ke Amerika tanpa bilang apa pun kepada Kyuhyun. Padahal waktu itu Kyuhyun akan mengatakan perasaannya kepada Seohyun.
 Seohyun masih tidak berubah sejak enam tahun yang lalu. ia malah semakin cantik menurut Kyuhyun. Ia juga semakin terlihat dewasa. Seohyun yang merasa di perhatikan langsung menoleh kearah Kyuhyun. Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya ke makanannya. Tapi ia merasa kalau dirinya menjadi salah tingkah. Jantungnya berdebar kencang. Apa ia mulai mencintai Seohyun lagi? Entahlah. Tiba-tiba saja ayah Kyuhyun berbicara.
“Bagaimana dengan pakaian pengantin kalian?”
“Seohyun sudah mempunyai pakaian pengantin. Temannya yang memberikan hadiah itu kepadanya,” jawab ibu Kyuhyun.
“Jinjja?” tanya Ah Ra.
“Ne abeoji. Sahabatku memberikanku hadiah gaun pengantin untuk hari pernikahan kami. Tapi aku belum melihatnya. mungkin nanti. Bersama Kyuhyun,” ucap Seohyun sambil tersenyum.
“Hmm, arraseo. Setelah makan malam kalian boleh pergi melihat pakaian itu. Dan ya, Kyuhyun-a, carilah pakain terbaik untukmu,” ucap ayah Kyuhyun.
“Ne appa.”
                                                ^^
Kyuhyun berjalan berdampingan dengan Seohyun memasuki toko pakaian pengantin. Tiba-tiba saja ia teringat kalau ia pernah kesini bersama dengan Sooyoung. Ah, gadis itu. Bagaimana kabarnya sekarang, ya? Batin Kyuhyun.
“Aku menunggu disini saja, ya?” ucap Kyuhyun. Seohyun lalu mengagguk. Ia juga tidak memaksa Kyuhyun untuk terus mengikutinya. Seohyun lalu berjalan ke lantai atas. Sementara Kyuhyun sudah bermain game di pspnya sambil duduk di sofa empuk berwarna merah. Ia merasa nyaman dengan toko ini. Toh, ini bukan pertama kalinya ia ke toko ini. Beberapa waktu lalu ia masih ingat, ia pernah kesini bersama kekasihnya. Sooyoung.
“Annyeonghaseo agasshi,” sapa penjaga toko ramah dengan badge nama Jessica Jung. Seohyun lalu membalas sapaannya.
“Apa disini toko tempat Choi Sooyoung memesan gaun pengantin?” tanya Seohyun.
“Hmm, ne. kenapa?” tanya Jessica.
“Aku yang akan mengambil gaun pengantin milik Sooyoung. Apa aku bisa melihatnya?”
“Keurom. Silahkan ikut saya.”
Seohyun memandangi gaun-gaun pengantin yang terpajang di manekin dengan takjub. Tapi, setibanya ia melihat gaun pengantin dihadapannya ia semakin takjub.
“Neomu yeppeo,” puji Seohyun.
“Agasshi, inilah gaun yang dipesan Choi Sooyoung,” ucap Jessica.
“Jinjja?” tanya Seohyun tidak percaya. Menurutnya Sooyoung baik sekali memberikan gaun pengantin seindah ini untuknya.
“Ne agasshi. Kapan kami bisa mengantarkan gaun ini?”
“Empat hari lagi. Alamat gedungnya akan ku kirim lewat pesan,” jawab Seohyun.
“Ne agasshi. Gamsahamnida,” ucap Jessica sembari membungkukkan badannya. Selanjutnya Seohyun pergi meninggalkan lantai atas.
                                                ^^
“Baik sekali Taeyeon memberikan hadiah gaun pengantin untukmu,” ucap Kyuhyun ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.
“Aniya. Bukan Taeyeon. Taeyeon sudah menikah dan tinggal di Kanada sekarang,” kata Seohyun sambil tersenyum.
“Bukan? Lalu siapa? Setahuku temanmu hanya Taeyeon.”
“Kau pikir temanku hanya Taeyeon? Aku punya sahabat baru sekarang. Kami bertemu di pantai beberapa hari lalu.”
Mereka lalu terdiam. Sibuk dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba saja Kyuhyun kembali berbicara.
“Seohyun-a,” ucap Kyuhyun pelan.
“Ne oppa.”
“Kenapa kau meninggalkanku enam tahun yang lalu?”
Seohyun sontak menoleh kearah Kyuhyun.
“Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu.”
“Lalu kenapa kau pergi ke Amerika tanpa memberitahuku?” tanya Kyuhyun.
“O-oppa,” ucap Seohyun tergagap. “Mi-mianhaeyo,” lanjtunya lagi. Gadis itu menundukkan kepalanya.
“Waktu itu. Aku sangat kecewa terhadapmu. Aku merasa dibohongi. Padahal, itu pertama kalinya aku mencintai seorang gadis.”
Seohyun menatap Kyuhyun lekat. Beberapa detik kemudian Kyuhyun menolehkan wajahnya untuk melihat Seohyun.
“Kenapa?”
“A-aku, cinta pertamamu?” tanya Seohyun tidak percaya. Ia pikir Kyuhyun sama saja seperti Donghae dan Eunhyuk dulu yang suka bergonta-ganti pacar.
“Aku tidak sama seperti Donghae dan Eunhyuk, Seo-ah,” ucap Kyuhyun seperti menebak isi pikiran Seohyun.
“O-oppa, mianhaeyo. Jeongmal mianhaeyo,” ucap Seohyun pelan. Gadis itu menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat bersalah telah meninggalkan Kyuhyun enam tahun lalu tanpa pemberitahuan. Tanpa di sadarinya, setetes air matanya jatuh membasahi pipinya.
“Seohyun-a,” ucap Kyuhyun begitu menyadari Seohyun sudah terisak. Kyuhyun segera menepikan mobilnya untuk menenangkan Seohyun.
“Seohyun-a, aku tidak apa-apa. Dulu aku memang sangat kecewa terhadapmu. Kita bisa memulainya lagi sekarang,” Kyuhyun berani bersumpah demi apa pun, ucapannya barusan sama sekali di luar akal sehatnya. Tapi hatinya memerintahkan dirinya untuk mengatakan itu. Apa dia sudah melupakan Sooyoung? Bukan begitu, tapi mungkin dia akan membuka lembaran baru bersama Seohyun. Bagaimana dengan Sooyoung?
“Oppa, aku masih menyimpan perasaanku padamu selama aku jauh darimu. Perasaanku tidak berubah sejak enam tahun lalu. sejak aku sering melihatmu di halaman parkir di sekolah kita dulu. Perasaanku padamu malah semakin besar. Makanya setibanya aku berada di Korea, aku langsung mencarimu.”
Kyuhyun tertegun mendengar ucapan Seohyun. Tidak bisa di pungkiri, Seohyun adalah cinta pertamanya.
“Awal-awal aku tinggal di Amerika, aku sama sekali tidak pernah melewati sedetik pun tanpa memikirkanmu.”
“…..”
“Kau adalah cinta pertamaku Cho Kyuhyun,” ucap Seohyun semakin terisak. Dengan sigap Kyuhyun memeluk Seohyun. Ia jadi menyesal telah mengirimkan pesan dengan kata-kata yang kasar kepada Seohyun tempo hari.
“Aku akan menikah denganmu Seo-ah. Uljima,” ucap Kyuhyun membelai rambut Seohyun.
                                                ^^
Hari pernikahan Kyuhyun dan Seohyun sedang berlangsung. Seohyun dengan anggun berjalan di altar bergandengan dengan ayahnya. Di ujung sana, Cho Kyuhyun terlihat sangat tampan menanti calon istrinya. Tiba-tiba saja Kyuhyun kaget ketika melihat gaun yang dikenakan Seohyun. Seperti gaun yang ia pesan dengan Sooyoung beberapa waktu lalu.
Ya! Cho Kyuhyun! Berhenti memikirkan Sooyoung. Calon istrimu sudah berada dihadapanmu. Lagi pula, gaun seperti yang kau pesan dengan Sooyoung itu tidak tercipta hanya satu. Batin Kyuhyun.
Banyak sekali teman-teman Kyuhyun semasa SMA datang. Teman-teman Seohyun di Amerika beberapa orang juga ada yang datang. Tapi Kyuhyun dan Seohyun terlihat memikirkan sesuatu. Mereka menunggu seseorang. Orang yang sama. Choi Sooyoung.
“Kau memikirkan sesuatu?” tanya Kyuhyun tepat di telinga Seohyun.
“Ne oppa. Aku menunggu sahabatku,” ucap Seohyun.
“Kim Taeyeon, bukannya dia sudah disini?” kata Kyuhyun lagi.
“Oppa sudah kubilang temanku bukan hanya Taeyeon. Ah itu dia, Sooyoung-ah!!”
Seohyun berjalan menghampiri Sooyoung yang berjalan anggun dengan dress hijaunya. Seperti di sambar petir beribu-ribu volt, Kyuhyun sangat kaget melihat Sooyoung. Ia sama sekali tidak pernah berpikir kalau sahabat Seohyun adalah Choi Sooyoung, mantan kekasihnya.
“Sooyoung-ah, ini suamiku. Namanya Cho Kyuhyun,” ucap Seohyun memperkenalkan Kyuhyun kepada Sooyoung. Dari sorot mata Sooyoung, Kyuhyun tahu apa yang dimaksud gadis itu.
“Annyeonghaseo Cho Kyuhyun-ssi. Nan, Choi Sooyong imnida,” ucap Sooyoung pura-pura tidak mengenal Kyuhyun.
“A-annyeonghaseo Choi Sooyoung-ssi,” jawab Kyuhyun sedikit tergagap. Demi apapun Kyuhyun berani bersumpah kalau Sooyoung adalah wanita tertegar yang pernah ia temui.
“Seohyun-a, kau cantik sekali memakai gaun ini,” puji Sooyoung, Seohyun tersenyum malu.
“Sooyoung-ah, gaun ini milikmu. Seharusnya kau yang memakai gaun ini di hari pernikahanmu. Aku tidak tahu caranya berterima kasih kepadamu, Sooyoung-ah,” ucap Seohyun.
Kyuhyun membenarkan kalau dugaannya tadi benar, gaun yang di kenakan Seohyun adalah gaun milik Sooyoung. Gaun yang mereka pesan beberapa waktu lalu. ketika mereka masih menjalin sebuah hubungan special.
                                                ^^
“Sooyoung-ah, gwenchanayo?” ucap Kyuhyun. Ketika Seohyun pergi untuk mengubah tatanan rambutnya karena Seohyun merasa tidak nyaman dengan tatanan rambutnya tadi.
“Aku tidak apa-apa Cho Kyuhyun. Berhenti menanyakan itu kepadaku. Aku benar-benar tidak apa-apa. Aku minta kepadamu, kita seperti ini saja, seperti yang dianggap oleh Seohyun, bahwa kita baru kenal tadi. Entah mengapa, sejak pertama kali aku berkenalan dengannya di pantai. Aku merasa sayang kepadanya.”
“…” Kyuhyun diam. Dia tidak bisa berbicara. Perasaannya campur aduk.
“Jadi, kau jangan sekali-sekali menyakitinya. Dia sudah kuanggap saudaraku sendiri,” ancam Sooyoung.
“Cih! Tentu saja, aku berjanji kepadamu aku tidak akan menyakiti Seohyun apa pun ceritanya,” janji Kyuhyun.
“It’s a promise, Cho Kyuhyun.”
“Sooyoung-ah, bagaimana dengan tatanan rambutku ini?” tanya Seohyun yang sudah kembali dengan tatanan rambut baru.
“Seohyun-ah, Kyuhyun sangat beruntung bisa memiliki istri sepertimu. Benarkan Kyuhyun-ssi?” ucap Sooyoung membuat Kyuhyun mengangguk. Tapi perasaannya mengatakan kalau ia tidak percaya Sooyoung baik-baik saja.
“Seohyun-ah, ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu. Kuharap kau baik-baik saja. Jadilah istri yang baik untuk Kyuhyun. Lusa aku akan pindah ke Kanada.”
Kyuhyun sontak menoleh kearah Sooyoung. Dugaannya benar, Sooyoung tidak baik. Dia akan pergi ke Kanada agar ia tidak menyimpan luka terlalu dalam disini, di negeri bernama Korea Selatan ini.
“Sooyoung-ah, aku menyayangimu,” ucap Seohyun. Air matanya terjatuh. Sooyoung lengsung memeluk Seohyun.
“Aku juga menyayangimu Seohyun-a, uljima,” ucap Sooyoung membelai rambut Seohyun.
~END~

You Might Also Like

0 komentar

Sabtu, 26 Oktober 2013

Wedding Dress



Judul           : Wedding Dress
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Sad Romance
Cast            : Super Junior Cho Kyuhyun
                     SNSD Seo Joohyun
                     SNSD Choi Sooyoung
Disclaimer  : Asli karya saya. Jangan jadi plagiat. Okay!
Hai, saya kembali dengan FF cast Seohyun dan Kyuhyun again. Tapi disini ditambahin ada Sooyoung-nya. Don’t be silent reader ya J Komentar itu adalah honor untuk penulis blog ;)


Hari ini adalah hari yang paling mengesalkan bagi Kyuhyun karena dia baru saja di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang perempuan yang sama sekali tidak ia cintai, dan ia juga belum mengenalnya. Kyuhyun sangat kesal karena beberapa minggu yang lalu ia bermaksud untuk melamar Sooyoung, kekasihnya. Dia bahkan sudah memesan gaun pengantin bersama Sooyoung.
Kyuhyun berjalan mendekati ayah dan ibunya.
“Appa,” ucap Kyuhyun ketika melihat ayahnya tengah duduk santai sambil menonton tv, sedangkan ibunya sedang menyiapkan makan untuk Ah Ra, kakaknya yang baru pulang kerja. Ayah Kyuhyun langsung menoleh ketika melihat penerus marga Cho berada di depannya.
“Waeyo?”
“Appa, apa aku boleh menolak perjodohan ini? Aku tidak mencintai perempuan itu, aku bahkan belum mengenalnya,” ucap Kyuhyun.
“Tidak Kyuhyun-ah. Kau tahu, halmoni-mu sangat menyukai perempuan itu karena ia pernah membantu halmoni-mu ketika dia di copet di bandara,” terang ayah Kyuhyun. Kyuhyun lalu membelalakkan matanya. Hanya karena membantu karena hampir di copet ia harus menikah dengan yang membantu itu? Huh! Kalau begitu Sooyoung juga bisa. Gerutu Kyuhyun.
Kyuhyun adalah tipe orang yang sangat sulit untuk mencintai seseorang. Karena dulu ia pernah dikecewakan oleh seorang perempuan, hoobae-nya saat SMA. Kyuhyun bahkan pernah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak ingin mencintai perempuan manapun selain ibunya dan kakaknya.
Sampai pada saat ia pergi berlibur ke Jepang bersama dengan sepupunya, Choi Siwon. Mereka bertemu dengan seorang perempuan bernama Choi Sooyoung yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Itulah pertama kali Kyuhyun mencintai seorang wanita setelah ia tersakiti oleh hoobae-nya.
                                                ^^
Seohyun sedang bersenandung ria. Orang tuanya baru saja pulang dari kediaman keluarga Cho di pusat kota Seoul. Seminggu lagi dia akan menikah dengan orang yang paling dicintainya sejak ia duduk di bangku SMA, Cho Kyuhyun namanya. Cho Kyuhyun adalah cinta pertamanya. Sampai saat ini pun rasa itu masih tidak berubah di hatinya.
Tiba-tiba saja handphone-nya berdering, tanda pesan masuk. Seohyun segera mengambil handphone-nya dan membaca pesan itu. Tanpa terasa air matanya menetes membasahi layar handphone-nya.
Seohyun merasa sangat tersakiti ketika membaca pesan singkat dari Cho Kyuhyun. Hatinya terasa sakit sekali. Seperti sebuah tombak yang menusuknya tepat di tengah.
‘Jangan pernah berharap aku akan menikahimu.’
Seohyun keluar kamarnya. Ia ingin mencari udara segar. Mungkin dengan begitu pikirannya bisa jernih kembali. Seohyun tidak menghiraukan ibunya yang memanggil dirinya saat ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.
Seohyun sudah tiba di pantai yang sepi. Di tepi pantai itu Seohyun berlari sangat kencang sambil berteriak keras. Ia meluapkan emosinya agar terbang bersama angin yang kencang.
Tiba-tiba saja Seohyun terjatuh. Kakinya sangat sakit karena terlalu kencang berlari. Seseorang menyodorkan sebotol air mineral kepada Seohyun. Seohyun mendongakkan kepalanya keatas. Tampak seorang gadis yang tinggi semampai sedang tersenyum kearahnya. Seohyun segera membalas senyumannya dan mengambil botol air mineral itu.
“Ada apa?” kata gadis itu. Seohyun membetulkan posisi duduknya dan mengernyit kearah gadis disampingnya.
“Oh, maaf. Namaku Sooyoung,” ucap gadis bernama Sooyoung itu. Seohyun segera mengamit lengan Sooyoung untuk bersalaman.
“Aku Joo Hyun,” balas Seohyun sambil tersenyum.
“Kau punya masalah?”
Seohyun diam. Dia sangat sulit menceritakan masalahnya kepada orang yang baru dikenalnya.
“Aku bukannya ingin ikut campur. Tapi aku juga sedang punya masalah. Makanya aku pergi kesini karena aku sangat suka dengan pantai. Aku ingin mencurahkan semua kesedihanku dengan ombak di pantai,” celoteh Seooyoung. Seohyun juga sangat suka dengan pantai. Ketika ia merasa sedih, ia selalu pergi kepantai. Di pantai kita bisa bercengkrama dengan deburan ombak yang seakan menjawab semua keluhan.
“Kekasihku akan menikah dengan seseorang karena dia dijodohkan oleh kedua orang tuanya,” lanjut Sooyoung. Seohyun menoleh kearah Sooyoung. Ternyata masalah Sooyoung lebih pelik dari masalahnya sendiri.
“Padahal aku dan dia sudah memesan gaun pengantin yang sangat indah untuk pesta pernikahan kami…” 
“… aku merasa sangat hancur sekarang, hatiku sangat sakit. Kenapa takdir buruk ini berpihak kepadaku, kapan aku bisa memakai gaun pengantinku?…”
Seohyun dengan sabar mendengarkan cerita Sooyoung. Setetes air bening membasahi pipi mulus tanpa celah milik Sooyoung. Seohyun mengelus bahu Sooyoung lembut, dengan segera Sooyoung menghapus air mata di kedua pipinya.
“Kau, apa masalahmu?” tanya Sooyoung sambil tersenyum getir. Seohyun menghela napas berat.
“Aku akan menikah dengan orang yang tidak mencintaiku,” jawab Seohyun.
“Lalu?”
“Aku belum siap untuk selalu tidak diperhatikan nanti, setelah kami menikah,” ujar Seohyun.
“Joo Hyun-ah, dia bisa mencintaimu nanti. Apa kau tahu, cinta akan hadir karena adanya kebersamaan,” ucap Sooyoung. Seohyun merasa senang, ia sangat senang bertemu dengan Sooyoung.
“Sooyoung-ah, sekarang kita berteman, kan?”
Sooyoung mengangguk mendengar ucapan Seohyun. Seohyun memeluk sahabat barunya itu. Ia sangat senang sekarang. Akhirnya ada juga seseorang yang siap menerima curahan hatinya.
“Joo Hyun-ah, apa kau mau memakai gaun pengantin milikku di acara pernikahanmu?” ujar Sooyoung. Seohyun terkejut mendengar tuturan Sooyoung.
“Tidak, aku tidak mau,” tolak Seohyun.
“Kenapa?”
“Lebih baik gaun itu kau pakai saja ketika kau akan menikah, Sooyoung-ah,” ucap Seohyun.
“Kau kan sahabatku, kau pakai saja gaunku, ya?” Seohyun tidak bisa menolak permintaan Sooyoung. Entah kenapa akhirnya ia mengangguk mengiyakan.
“Tapia da satu syarat,” aju Seohyun, membuat Sooyoung mengerutkan dahinya.
“Mwoya?”
“Kau harus datang ke pesta pernikahanku. Minggu depan, ne?”
Sooyoung mengangguk, membuat Seohyun kembali memeluk sahabat barunya.
                                                ^^
Flashback
Kyuhyun memarkirkan motornya di parkiran khusus untuk kendaraan milik murid. Tiba-tiba saja ia melihat seorang gadis yang mengendarai motor matic berwarna hijau dengan tempelan sticker bergambar kodok dimana-mana.
“Aneh sekali, seperti anak TK,” ucap Kyuhyun. Ia lalu berjalan menuju kelasnya.
Saat ia memasuki kelas, tiba-tiba saja Eunhyuk, teman sekelasnya meledeknya.
“Kyuhyun-ah, apa kau tidak bosan tidak pernah punya pacar?” ejek Eunhyuk. Kyuhyun hanya tertawa geli mendengar ucapan Eunhyuk.
Esok paginya Kyuhyun bertemu lagi dengan gadis pemilik motor hijau. Dan pagi-pagi berikutnya juga. Entah kenapa setiap kali bertemu gadis lucu itu, Kyuhyun merasakan hatinya berdebar. Apa ia jatuh cinta? Mungkin iya. Pernah suatu hari, Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk sedang duduk-duduk di atas motor mereka masing-masing. Mengecengi hoobae mereka yang cantik-cantik.
“Good morning sweet Yoona,” ucap Donghae menggombal. Gadis bernama Yoona itu tersipu malu mendengar bualan Donghae.
“Hai yeppeo,” ucap Eunhyuk kepada gadis imut bernama Krystal.
Tiba-tiba saja Kyuhyun melihat gadis motor hijau itu menatapnya tepat di manik matanya. Hati Kyuhyun berdesir. Jantungnya berdetak lebih kencang. Tanpa ia sadari Eunhyuk dan Donghae memperhatikan Kyuhyun dan gadis motor hijau itu sedang berpandangan. Eunhyuk menyikut lengan Kyuhyun sambil berbisik.
“Namanya Seohyun. Dia hoobae kita di kelas sebelas biologi. Dia sangat pintar,” ucap Eunhyuk. Kyuhyun menganggukkan kepalanya.
“Dia cantikkan? Kau menyukainya?” ucap Donghae. Kyuhyun mendelik mendengar ucapan Donghae.
“Kau tidak bisa berbohong Kyuhyun-ah. Dari sorot matamu tadi aku melihat kau menyukainya,” ucap Eunhyuk. Kyuhyun semakin mendelik mendengar ucapan Eunhyuk. Lelaki itu pergi meninggalkan kedua temannya yang sudah menjadi aneh kalau berbicara tentang gadis cantik.
“Kyuhyun-ah, kami bisa membantumu kalau kau menyukainya!!” teriak Eunhyuk.
“Kyuhyun-ah, kami berniat ingin mencomblangimu dengan Seohyun. Apa kau mau?” tanya Eunhyuk saat jam istirahat tiba.
Kyuhyun mendelik melihat kedua temannya yang agak gila itu.
“Kalau kau diam saja berarti kau mau,” ucap Donghae.
Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Eunhyuk dan Donghae yang sudah siap beraksi. Wajahnya terlihat sumringah. Mungkin saja kedua teman gilanya itu membenarkan ucapannya tadi. Kyuhyun memang berharap kalau Donghae dan Eunhyuk membantunya. Tapi ia malu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada dua anak gila itu.
                                                ^^
Hari-hari Seohyun semasa SMA sangat menyenangkan setelah akhir-akhir ini ia sering bertemu dengan soonbae-nya yang tampan. Belakangan Seohyun tahun kalau soonbae-nya itu bernama Cho Kyuhyun. Ia tahu dari sahabatnya, Taeyeon. Hampir setiap hari Seohyun bisa merasakan debaran jantungnya yang kencang ketika melihat soonbae-nya itu.
Sampai pada suatu hari Donghae dan Eunhyuk yang berada di kelas dua belas Kimia menghampiri Seohyun yang sedang makan di kantin bersama dengan Taeyeon.
“Seohyun-ssi, apa kau mengenal Cho Kyuhyun?” tanya Donghae begitu ia duduk di sebelah Taeyeon yang berada di hadapan Seohyun.
Seohyun mengangguk. “Ne, aku mengenalnya. Dia sekelas dengan soonbae kan?” tanya Seohyun ramah.
“Seohyun-ssi, jangan memanggil kami dengan soonbae. Panggil kami oppa saja,” ucap Eunhyuk yang duduk di sebelah Seohyun. Seohyun lalu mengagguk.
“Ne oppa,” jawabnya sambil tersenyum.
“Seohyun-ssi, kau tahu kalau Kyuhyun menyukaimu,” ucap Eunhyuk setengah berbisik. Seohyun membekap mulutnya. Matanya melotot mendengar ucapan Eunhyuk. Benarkah?
“Omo!” teriak Taeyeon.
“Jangan berisik,” ucap Donghae. Taeyeon mengangguk.
“Benarkah?” tanya Seohyun dengan mata berbinar. Donghae dan Eunhyuk mengangguk bersamaan.
“Kalau begitu kau harus menulis surat balasan untuk Kyuhyun. Ini surat darinya,” ujar Donghae sambil menyodorkan amplop berwarna biru kepada Seohyun. Padahal surat itu bukan Kyuhyun yang menulis, melainkan Donghae dan Eunhyuk.
‘Annyeong Seohyun-ssi. Namaku Cho Kyuhyun. Apa aku boleh berkenalan denganmu secara langsung?’
Seohyun segera menulis balasan surat Kyuhyun di balik kertas surat Kyuhyun. Dan memberikan surat itu lagi kepada Donghae dan Eunhyuk selanjutnya mereka pergi setelah sebelumnya Donghae memberikan wink kepada Taeyeon yang tersipu.
Sepulang sekolah Seohyun sedang menunggu bus di halte bersama Taeyeon. Tiba-tiba saja Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun mendatangi mereka berdua. Awalnya hanya Taeyeon yang sadar kalau Kyuhyun cs sedang menghampiri mereka. tapi akhirnya Seohyun sadar setelah Taeyeon menyikut lengannya.
“Annyeonghaseo Seohyun-ssi, sedang menunggu bus, ya?” ucap Kyuhyun. Lelaki itu terlihat canggung sekali berbicara dengan Seohyun.
“Ne soonbae,” jawab Seohyun manis. Taeyeon lalu beringsut mundur meninggalkan Seohyun dan Kyuhyun yang sedang berbincang. Ia lalu bergabung bersama dengan Donghae dan Eunhyuk yang sedang meminum coke.
Tiba-tiba saja bus yang akan membawa Seohyun dan Taeyeon pulang berhenti tepat di depan Seohyun.
“Soonbae, aku pulang dulu, ya,” pamit Seohyun. Kyuhyun lalu mengagguk. Sebelum Seohyun masuk ke dalam bus, tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tangannya.
“Seohyun-ah, aku akan menemuimu di taman besok sore,” ucap Kyuhyun. Seohyun lalu mengangguk mengiyakan.
Sesampainya dirumah, Seohyun melihat ayah dan ibunya sedang mengepak pakaian mereka.
“Eomma, mau kemana?” tanya Seohyun.
“Besok kita harus pindah Seohyun-ah. Appamu mendapat pekerjaan yang lebih baik di Amerika,” jawab ibu Seohyun. Deg! Seohyun menggeleng keras.
“Aniyo eomma. Aku tidak mau,” tolak Seohyun.
“Seohyun-ah,” panggil ayah Seohyun. Ia lalu mengikuti ayahnya menuju taman belakang rumahnya.
                                                ^^
Hari ini Kyuhyun sangat menunggu kedatangan sore. Ia sudah menyiapkan kata-kata untuk menyatakan perasaannya kepada Seohyun dibantu oleh Donghae dan Eunhyuk, kedua sahabat setianya yang agak gila.
Saat ia dan teman-temannya tiba di taman. Kyuhyun tidak menemui Seohyun.
“Tenang saja bro. mungkin dia sedang dalam perjalanan,” ucap Eunhyuk sambil menepuk pundak Kyuhyun.
Tak lama kemudian, Taeyeon menghampiri Kyuhyun cs sambil terengah-engah.
“Taeyeon-a, ada apa?” ucap Donghae.
“Seohyun, soonbae,” jawab Taeyeon.
“Ada apa dengan Seohyun?” tanya Kyuhyun. Ia langsung berdiri.
“Seohyun hari ini akan pindah ke Amerika. Maaf aku baru memberitahu kalian sekarang. Karena Seohyun juga baru memberitahuku tadi siang, aku tidak tahu nomor handphone salah satu dari kalian, jadi aku tidak bisa menghubungi kalian,” jelas Taeyeon.
Kyuhyun langsung pergi meninggalkan teman-temannya dan juga Taeyeon. Ia merasa sangat kecewa. Orang yang sudah menjadi cinta pertamanya telah mengecewakannya.
Flashback End
                                                ^^
“Sooyoung-a, gwenchanayo?” seru Kyuhyun di telepon.
“Ne, oppa. Gwenchana,” jawab Sooyoung berbohong. Tentu saja hatinya sangat sakit. Dasar setan bodoh.
“Kemana saja kau seharian? Nomormu tidak aktif. Aku mengkhawatirkanmu!!”
Sooyoung menundukkan kepalanya. Ia diam membisu. Seharian ini sengaja ia nonaktifkan handphonenya demi untuk tidak menjawab panggilan dan ribuan pertanyaan dari mulut Kyuhyun.
“Sooyoung-a,” ujar Kyuhyun pelan. “Kita bertemu saja, ya? Aku akan menjemputmu,” bujuk Kyuhyun.
“Andwae oppa. Aku sudah sangat lelah. Aku tidur dulu, ya? Jalja~”
Sooyoung memutuskan sambungan telepon. Dan mencampakkan handphonenya begitu saja. Ia tidak peduli kalau handphonenya rusak atau apalah itu. Yang ia perdulikan sekarang adalah bagaimana cara agar ia bisa melupakan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih terus-terusan menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu.
Sooyoung merebahkan tubuhnya di atas spring bed empuk di kamarnya. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi selimutnya. Saat ini ia sungguh sangat rapuh.
“Aku bukan Sooyoung! Kembalikan Sooyoung yang dulu!”
Sooyoung menghipnotis dirinya sendiri demi menahan air matanya yang sudah menganak sungai.
“Sooyoung-a!!” teriak ibu Sooyoung dari lantai bawah. Sooyoung segera keluar kamarnya setelah sebelumnya menghapus sisa air mata di sudut-sudut matanya.
“O-oppa,” ucap Sooyoung tergagap begitu melihat Kyuhyun yang sudah berdiri di ruang tamu rumahnya.
“Kyuhyun-a, silahkan berbicara dengan Sooyoung. Ahjumma ingin masuk dulu,” pamit ibu Sooyoung.
Sooyoung masih diam mematung di bawah tangga. Sampai tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dengan sangat erat.
“Sooyoung-a, aku tahu kau terluka. Mianhae Sooyoungie,” ucap Kyuhyun pelan. Sooyoung mencoba untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.
“Oppa, aku baik-baik saja. Sudah kubilang aku lelah. Kenapa kau malah kesini?” ucap Sooyoung.
“Sooyoungie, mianhae. Jeongmal mianhae,” ucap Kyuhyun masih enggan untuk melepaskan pelukannya.
“Oppa, aku tidak apa-apa. Percayalah,” Sooyoung lalu melepaskan pelukan Kyuhyun.
“Dasar bodoh! Kau tidak bisa berbohong kepadaku Sooyoung-a! wajahmu itu menunjukkan kalau kau merasakan sakit!”
“Lalu aku harus apa?!” ucap Sooyoung frustasi. Air mata yang sedari tadi dengan susah payah ia tahan. Kini keluar sesuka hatinya. Membanjiri pipi Sooyoung.
“Sooyoung-a, mianhaeyo. Jeongmal mianhaeyo. Seharusnya aku tidak menerima perjodohan itu.”
“Oppa, pulanglah. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Lebih baik aku tidak melihatmu dari pada aku harus menahan rasa sakit. Disini,” ucap Sooyoung menunjuk dadanya.
“Sooyoung-a. mianhae, jeongmal mianhae.”
“Aku tidak apa-apa Cho Kyuhyun. Pergilah. Kapan pernikahanmu akan berlangsung?”
“Sooyoung-a!”
“Oppa, anggap saja ini hal yang wajar. Anggap saja aku hanya temanmu. Anggap saja kalau kau kesini untuk mengundangku ke pesta pernikahanmu. Arraseo?”
“Apa dengan begitu kau akan merasa baik-baik saja?” tanya Kyuhyun. Sooyoung menganggukkan kepalanya. Ia telah berbohong. Ia merasakan sakit yang teramat sakit. Tapi, apa yang harus ia lakukan?
“Ne, gwenchana.”
“Minggu depan aku akan menikah. Sooyoung-a, kalau kau tidak ingin hadir, tidak apa-apa,” ujar Kyuhyun.
“Sooyoung-a, saranghaeyo,” Kyuhyun menghapus air mata di pipi Sooyoung. Lalu memeluk gadis itu sebentar. Selanjutnya ia pergi meninggalkan Sooyoung yang mati-matian mencoba memasang ekspresi wajah ceria.
                                                ^^
“Seohyun-a, eomoni sudah menentukan di toko mana kalian akan membeli gaun pengantin,” ucap ibu Kyuhyun. Seohyun tersenyum melihat calon mertuanya yang sangat baik kepadanya.
“Tapi, eomoni. Temanku memberiku gaun pengantin,” ucap Seohyun membuat ibu Kyuhyun mengerutkan dahinya.
“Jinjja?”
“Hmm, ne,” jawab Seohyun sambil tersenyum.
“Apa gaun itu bagus?” tanya ibu Kyuhyun.
“Mollaseoyo. Aku belum melihatnya. mungkin nanti bersama Kyuhyun oppa,” jawab Seohyun.
“Ah! Itu ide yang bagus. Sebentar lagi Kyuhyun pulang dari kantor, dan setelah makan malam kalian bisa pergi bersama,” usul ibu Kyuhyun disambut dengan anggukan oleh Seohyun.
Mereka lalu kembali menyiapkan makan malam untuk keluarga Cho. Dalam beberapa hari kedepan Seohyun juga akan memakai nama Cho di depan namanya. Cho Joo Hyun?
Bel rumah keluarga Cho pun berbunyi setelah Seohyun dan ibu Kyuhyun selesai menyiapkan makan malam. Ibu Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya untuk membukakan pintu.
“Anak eomma. Sudah pulang? Bagaimana dengan pekerjaan kalian di kantor?” seru ibu Kyuhyun ketika melihat anak laki-laki dan perempuannya itu terlihat oleh matanya.
“Ne eomma. Masih biasa-biasa saja.” Jawab Ah Ra.
“Masuklah, dimana ayah kalian? Di dalam sudah ada Seohyun, tunanganmu,” ucap ibu Kyuhyun kepada Kyuhyun. Kyuhyun mengernyitkan dahinya.
“Seohyun?” tanya Ah Ra antusias.
“Hmm, keurom. Dia sudah menunggu di meja makan. Kajja!”
“Eomma, aku memanggil appa dulu, ya,” ucap Kyuhyun. Ia langsung memanggil ayahnya yang sedang berada di luar rumah.
Selama makan hanya dentingan sendok mereka saja yang terdengar. Seohyun dengan anteng menikmati makanan yang tersaji di hadapannya. Sementara Kyuhyun masih terus memperhatikan Seohyun. Ia tidak percaya kalau Seohyun yang di jodohkan kepadanya adalah Seohyun yang pernah menjadi hoobae-nya di sekolah dulu. Juga Seohyun yang telah mengecewakannya karena pindah ke Amerika tanpa bilang apa pun kepada Kyuhyun. Padahal waktu itu Kyuhyun akan mengatakan perasaannya kepada Seohyun.
 Seohyun masih tidak berubah sejak enam tahun yang lalu. ia malah semakin cantik menurut Kyuhyun. Ia juga semakin terlihat dewasa. Seohyun yang merasa di perhatikan langsung menoleh kearah Kyuhyun. Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya ke makanannya. Tapi ia merasa kalau dirinya menjadi salah tingkah. Jantungnya berdebar kencang. Apa ia mulai mencintai Seohyun lagi? Entahlah. Tiba-tiba saja ayah Kyuhyun berbicara.
“Bagaimana dengan pakaian pengantin kalian?”
“Seohyun sudah mempunyai pakaian pengantin. Temannya yang memberikan hadiah itu kepadanya,” jawab ibu Kyuhyun.
“Jinjja?” tanya Ah Ra.
“Ne abeoji. Sahabatku memberikanku hadiah gaun pengantin untuk hari pernikahan kami. Tapi aku belum melihatnya. mungkin nanti. Bersama Kyuhyun,” ucap Seohyun sambil tersenyum.
“Hmm, arraseo. Setelah makan malam kalian boleh pergi melihat pakaian itu. Dan ya, Kyuhyun-a, carilah pakain terbaik untukmu,” ucap ayah Kyuhyun.
“Ne appa.”
                                                ^^
Kyuhyun berjalan berdampingan dengan Seohyun memasuki toko pakaian pengantin. Tiba-tiba saja ia teringat kalau ia pernah kesini bersama dengan Sooyoung. Ah, gadis itu. Bagaimana kabarnya sekarang, ya? Batin Kyuhyun.
“Aku menunggu disini saja, ya?” ucap Kyuhyun. Seohyun lalu mengagguk. Ia juga tidak memaksa Kyuhyun untuk terus mengikutinya. Seohyun lalu berjalan ke lantai atas. Sementara Kyuhyun sudah bermain game di pspnya sambil duduk di sofa empuk berwarna merah. Ia merasa nyaman dengan toko ini. Toh, ini bukan pertama kalinya ia ke toko ini. Beberapa waktu lalu ia masih ingat, ia pernah kesini bersama kekasihnya. Sooyoung.
“Annyeonghaseo agasshi,” sapa penjaga toko ramah dengan badge nama Jessica Jung. Seohyun lalu membalas sapaannya.
“Apa disini toko tempat Choi Sooyoung memesan gaun pengantin?” tanya Seohyun.
“Hmm, ne. kenapa?” tanya Jessica.
“Aku yang akan mengambil gaun pengantin milik Sooyoung. Apa aku bisa melihatnya?”
“Keurom. Silahkan ikut saya.”
Seohyun memandangi gaun-gaun pengantin yang terpajang di manekin dengan takjub. Tapi, setibanya ia melihat gaun pengantin dihadapannya ia semakin takjub.
“Neomu yeppeo,” puji Seohyun.
“Agasshi, inilah gaun yang dipesan Choi Sooyoung,” ucap Jessica.
“Jinjja?” tanya Seohyun tidak percaya. Menurutnya Sooyoung baik sekali memberikan gaun pengantin seindah ini untuknya.
“Ne agasshi. Kapan kami bisa mengantarkan gaun ini?”
“Empat hari lagi. Alamat gedungnya akan ku kirim lewat pesan,” jawab Seohyun.
“Ne agasshi. Gamsahamnida,” ucap Jessica sembari membungkukkan badannya. Selanjutnya Seohyun pergi meninggalkan lantai atas.
                                                ^^
“Baik sekali Taeyeon memberikan hadiah gaun pengantin untukmu,” ucap Kyuhyun ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.
“Aniya. Bukan Taeyeon. Taeyeon sudah menikah dan tinggal di Kanada sekarang,” kata Seohyun sambil tersenyum.
“Bukan? Lalu siapa? Setahuku temanmu hanya Taeyeon.”
“Kau pikir temanku hanya Taeyeon? Aku punya sahabat baru sekarang. Kami bertemu di pantai beberapa hari lalu.”
Mereka lalu terdiam. Sibuk dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba saja Kyuhyun kembali berbicara.
“Seohyun-a,” ucap Kyuhyun pelan.
“Ne oppa.”
“Kenapa kau meninggalkanku enam tahun yang lalu?”
Seohyun sontak menoleh kearah Kyuhyun.
“Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu.”
“Lalu kenapa kau pergi ke Amerika tanpa memberitahuku?” tanya Kyuhyun.
“O-oppa,” ucap Seohyun tergagap. “Mi-mianhaeyo,” lanjtunya lagi. Gadis itu menundukkan kepalanya.
“Waktu itu. Aku sangat kecewa terhadapmu. Aku merasa dibohongi. Padahal, itu pertama kalinya aku mencintai seorang gadis.”
Seohyun menatap Kyuhyun lekat. Beberapa detik kemudian Kyuhyun menolehkan wajahnya untuk melihat Seohyun.
“Kenapa?”
“A-aku, cinta pertamamu?” tanya Seohyun tidak percaya. Ia pikir Kyuhyun sama saja seperti Donghae dan Eunhyuk dulu yang suka bergonta-ganti pacar.
“Aku tidak sama seperti Donghae dan Eunhyuk, Seo-ah,” ucap Kyuhyun seperti menebak isi pikiran Seohyun.
“O-oppa, mianhaeyo. Jeongmal mianhaeyo,” ucap Seohyun pelan. Gadis itu menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat bersalah telah meninggalkan Kyuhyun enam tahun lalu tanpa pemberitahuan. Tanpa di sadarinya, setetes air matanya jatuh membasahi pipinya.
“Seohyun-a,” ucap Kyuhyun begitu menyadari Seohyun sudah terisak. Kyuhyun segera menepikan mobilnya untuk menenangkan Seohyun.
“Seohyun-a, aku tidak apa-apa. Dulu aku memang sangat kecewa terhadapmu. Kita bisa memulainya lagi sekarang,” Kyuhyun berani bersumpah demi apa pun, ucapannya barusan sama sekali di luar akal sehatnya. Tapi hatinya memerintahkan dirinya untuk mengatakan itu. Apa dia sudah melupakan Sooyoung? Bukan begitu, tapi mungkin dia akan membuka lembaran baru bersama Seohyun. Bagaimana dengan Sooyoung?
“Oppa, aku masih menyimpan perasaanku padamu selama aku jauh darimu. Perasaanku tidak berubah sejak enam tahun lalu. sejak aku sering melihatmu di halaman parkir di sekolah kita dulu. Perasaanku padamu malah semakin besar. Makanya setibanya aku berada di Korea, aku langsung mencarimu.”
Kyuhyun tertegun mendengar ucapan Seohyun. Tidak bisa di pungkiri, Seohyun adalah cinta pertamanya.
“Awal-awal aku tinggal di Amerika, aku sama sekali tidak pernah melewati sedetik pun tanpa memikirkanmu.”
“…..”
“Kau adalah cinta pertamaku Cho Kyuhyun,” ucap Seohyun semakin terisak. Dengan sigap Kyuhyun memeluk Seohyun. Ia jadi menyesal telah mengirimkan pesan dengan kata-kata yang kasar kepada Seohyun tempo hari.
“Aku akan menikah denganmu Seo-ah. Uljima,” ucap Kyuhyun membelai rambut Seohyun.
                                                ^^
Hari pernikahan Kyuhyun dan Seohyun sedang berlangsung. Seohyun dengan anggun berjalan di altar bergandengan dengan ayahnya. Di ujung sana, Cho Kyuhyun terlihat sangat tampan menanti calon istrinya. Tiba-tiba saja Kyuhyun kaget ketika melihat gaun yang dikenakan Seohyun. Seperti gaun yang ia pesan dengan Sooyoung beberapa waktu lalu.
Ya! Cho Kyuhyun! Berhenti memikirkan Sooyoung. Calon istrimu sudah berada dihadapanmu. Lagi pula, gaun seperti yang kau pesan dengan Sooyoung itu tidak tercipta hanya satu. Batin Kyuhyun.
Banyak sekali teman-teman Kyuhyun semasa SMA datang. Teman-teman Seohyun di Amerika beberapa orang juga ada yang datang. Tapi Kyuhyun dan Seohyun terlihat memikirkan sesuatu. Mereka menunggu seseorang. Orang yang sama. Choi Sooyoung.
“Kau memikirkan sesuatu?” tanya Kyuhyun tepat di telinga Seohyun.
“Ne oppa. Aku menunggu sahabatku,” ucap Seohyun.
“Kim Taeyeon, bukannya dia sudah disini?” kata Kyuhyun lagi.
“Oppa sudah kubilang temanku bukan hanya Taeyeon. Ah itu dia, Sooyoung-ah!!”
Seohyun berjalan menghampiri Sooyoung yang berjalan anggun dengan dress hijaunya. Seperti di sambar petir beribu-ribu volt, Kyuhyun sangat kaget melihat Sooyoung. Ia sama sekali tidak pernah berpikir kalau sahabat Seohyun adalah Choi Sooyoung, mantan kekasihnya.
“Sooyoung-ah, ini suamiku. Namanya Cho Kyuhyun,” ucap Seohyun memperkenalkan Kyuhyun kepada Sooyoung. Dari sorot mata Sooyoung, Kyuhyun tahu apa yang dimaksud gadis itu.
“Annyeonghaseo Cho Kyuhyun-ssi. Nan, Choi Sooyong imnida,” ucap Sooyoung pura-pura tidak mengenal Kyuhyun.
“A-annyeonghaseo Choi Sooyoung-ssi,” jawab Kyuhyun sedikit tergagap. Demi apapun Kyuhyun berani bersumpah kalau Sooyoung adalah wanita tertegar yang pernah ia temui.
“Seohyun-a, kau cantik sekali memakai gaun ini,” puji Sooyoung, Seohyun tersenyum malu.
“Sooyoung-ah, gaun ini milikmu. Seharusnya kau yang memakai gaun ini di hari pernikahanmu. Aku tidak tahu caranya berterima kasih kepadamu, Sooyoung-ah,” ucap Seohyun.
Kyuhyun membenarkan kalau dugaannya tadi benar, gaun yang di kenakan Seohyun adalah gaun milik Sooyoung. Gaun yang mereka pesan beberapa waktu lalu. ketika mereka masih menjalin sebuah hubungan special.
                                                ^^
“Sooyoung-ah, gwenchanayo?” ucap Kyuhyun. Ketika Seohyun pergi untuk mengubah tatanan rambutnya karena Seohyun merasa tidak nyaman dengan tatanan rambutnya tadi.
“Aku tidak apa-apa Cho Kyuhyun. Berhenti menanyakan itu kepadaku. Aku benar-benar tidak apa-apa. Aku minta kepadamu, kita seperti ini saja, seperti yang dianggap oleh Seohyun, bahwa kita baru kenal tadi. Entah mengapa, sejak pertama kali aku berkenalan dengannya di pantai. Aku merasa sayang kepadanya.”
“…” Kyuhyun diam. Dia tidak bisa berbicara. Perasaannya campur aduk.
“Jadi, kau jangan sekali-sekali menyakitinya. Dia sudah kuanggap saudaraku sendiri,” ancam Sooyoung.
“Cih! Tentu saja, aku berjanji kepadamu aku tidak akan menyakiti Seohyun apa pun ceritanya,” janji Kyuhyun.
“It’s a promise, Cho Kyuhyun.”
“Sooyoung-ah, bagaimana dengan tatanan rambutku ini?” tanya Seohyun yang sudah kembali dengan tatanan rambut baru.
“Seohyun-ah, Kyuhyun sangat beruntung bisa memiliki istri sepertimu. Benarkan Kyuhyun-ssi?” ucap Sooyoung membuat Kyuhyun mengangguk. Tapi perasaannya mengatakan kalau ia tidak percaya Sooyoung baik-baik saja.
“Seohyun-ah, ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu. Kuharap kau baik-baik saja. Jadilah istri yang baik untuk Kyuhyun. Lusa aku akan pindah ke Kanada.”
Kyuhyun sontak menoleh kearah Sooyoung. Dugaannya benar, Sooyoung tidak baik. Dia akan pergi ke Kanada agar ia tidak menyimpan luka terlalu dalam disini, di negeri bernama Korea Selatan ini.
“Sooyoung-ah, aku menyayangimu,” ucap Seohyun. Air matanya terjatuh. Sooyoung lengsung memeluk Seohyun.
“Aku juga menyayangimu Seohyun-a, uljima,” ucap Sooyoung membelai rambut Seohyun.
~END~

Posting Komentar