A Young Lady ~♥

Welcome to Sabil's blog. A blog about random things to share!

When I Look at You

By 22.54




Judul           : When I Look at You
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Sad Romance
Cast            : Seohyun (SNSD)
                    Yuri (SNSD)
                    Kyuhyun (Super Junior)
                    Yonghwa (CNBlue)
Disclaimer  : No Plagiat! Jadi kreatif itu mudah. Berpikir positif penuh imajinasi ;)

Every body needs inspiration
Every body needs a song
A beautiful melody
When the night’s so long
Seohyun bersenandung sambil mendengarkan lagu kesukaannya, ‘When I Look at You’ milik Miley Cyrus lewat earphone yang tertempel di telinganya. Sesekali ia melirik jendela. Melihat ke lantai bawah. Menunggu dokternya lewat. Ya! Tepat sekali, dokternya itu sedang berbincang dengan asistennya sambil berjalan menuju laboratorium.
Seohyun memperhatikan lelaki itu dari balik jendela rumah sakit. Dia adalah pengidap penyakit kanker darah dan dia menyukai dokternya. Dokter muda yang tampan bernama Cho Kyuhyun. Dokter yang selalu memperhatikan perkembangan kesehatannya. Dokter yang selalu menanyakan kabarnya setiap pagi. Mungkin Seohyun salah kaprah dengan perlakuan Kyuhyun terhadapnya, itu kan memang tugas seorang dokter. Tapi entah kenapa selama hampir setahun ia tinggal di rumah sakit ini, perasaan sukanya semakin besar untuk Kyuhyun.
“Ya! Seohyun-ah, berhenti memperhatikan doktermu itu,” seru Yuri sambil berjalan mendekatinya.
“Apa aku salah mencintai seseorang?” tanya Seohyun lemah. Wajahnya pucat sekali.
“Tidak! Kau tidak salah. Hanya saja..” ucapan Yuri terhenti ketika melihat dokter Cho memasuki kamar Seohyun.
“Annyeong Seohyun-ssi, bagaimana perasaanmu sekarang? Apa masih terasa nyeri disini?” tanya Kyuhyun sambil memegang lutut Seohyun. Kemarin Seohyun mengeluh karena lututnya terasa kaku sampai ia tidak bisa berjalan.
“Ani, sekarang sudah membaik,” jawab Seohyun riang. Ia selalu ceria acapkali melihat Kyuhyun memeriksa kondisinya.
Yuri lalu duduk di atas tempat tidur yang dikhususkan untuk orang yang membantu merawat pasien. Yuri adalah kakak sepupu Seohyun yang tinggal bersama dengan Seohyun karena kedua orang tuanya sedang menjalankan bisnis di Kanada.
“Annyeonghaseo Yuri-ssi, bagaimana kabarmu?” tanya Kyuhyun ramah.
“Aku tidak apa-apa dokter Cho. Aku sehat walafiat,” ucap Yuri cuek.
“Arraseo. Ya! Seohyun-ssi, berhenti memperhatikanku dari jendela, ya,” ucapan Kyuhyun sontak membuat Seohyun terkejut. Apa Kyuhyun tahu kalau aku memperhatikannya setiap hari? Batin Seohyun.
Kyuhyun lalu berpamitan dan pergi meninggalkan Yuri yang sudah sibuk dengan majalah fashion dihadapannya dan Seohyun yang masih bingung.
Cause there is no guarantee
That’s is life is easy
                                                ^^
Yeah when my world is falling apart
When there’s no light to break up the dark
That’s when I, I, I look at you
Yonghwa menekan tuts piano dihadapannya. Ia ingin menyanyikankan lagu untuk Seohyun –hoobaenya saat SMA, sudah sangat lama ia memendam perasaannya kepada Seohyun. Sejak mereka sama-sama duduk di bangku SMA. Ia bermaksud untuk mengungkapkan perasaannya di hari ulang tahun Seohyun, minggu depan.
Tiba-tiba saja ia mendengar suara handphonenya. Yuri, sedang apa dia menelponku?
“Yeoboseyo,” ucap Yonghwa setelah memencet tombol hijau handphonenya.
“Kau dimana? Apa sedang sibuk?” tanya Yuri diseberang sambungan.
“Dirumah. Ani. Waegurae?”
“Gwenchana, bisa kita bertemu?”
“Hmm arraseo,” jawab Yonghwa. Setelah itu ia menutup sambungan telepon dan mengambil mantelnya.
                                                ^^
When the waves are flooding the shore
And I can’t find my way home anymore
That’s when I, I, I look at you..
Seohyun sedang ingin tidur. Tiba-tiba saja Kyuhyun masuk kedalam kamarnya.
“Annyeonghaseo Seohyun-ssi, apa kau sudah beristirahat?” tanya Kyuhyun sambil berjalan menghampiri Seohyun yang terbaring di tempat tidur.
“Nde, sekarang aku sedang akan beristirahat,” jawab Seohyun dengan senyum. “Sedang apa dokter kesini? Bukannya tadi pagi sudah mengecek keadaanku?” lanjut Seohyun.
Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum salah tingkah.
“Aniyo. Yuri bilang minggu depan hari ulang tahunmu,” ucap Kyuhyun membuat Seohyun senang. Akhirnya Kyuhyun tahu juga hari ulang tahunku, batin Seohyun.
“Lalu?” pertanyaan Seohyun sontak membuat Kyuhyun kembali salah tingkah. Aigoo, lucu sekali dia saat sedang gugup seperti ini, batin Seohyun.
“Kau ingin hadiah apa dariku?” tanya Kyuhyun, Seohyun lantas menundukkan kepalanya.
“Waeyo?”
Ya Tuhan, seandainya aku bisa bilang kalau aku ingin dia mencintaiku, tapi mana mungkin dia mau denganku yang sudah akan mati, pikir Seohyun sedih.
“Seohyun-ssi,” panggil Kyuhyun.
“ah, ne. aku sedang tidak ingin apapun. Aku cuma ingin dokter Cho..” ucapan Seohyun menggantung ketika melihat seorang perawat menghampiri kamar Seohyun dengan terengah-engah.
“Mi Young-ssi, ada apa?” tanya Kyuhyun kepada perawat dengan badge ‘Hwang Mi Young’.
“Taeyeon dokter, Taeyeon. Dia tidak sadarkan diri setelah kejang-kejang,” ucap Mi Young panik. Kyuhyun lalu berlari menuju keluar ruangan Seohyun bersama dengan Mi Young.
Seohyun mencengkram bajunya tepat di dada. Dia merasakan sakit yang teramat sakit ketika tahu bahwa kenyataan ini membunuhnya lebih cepat dari kanker yang ada di tubuhnya.
“Seohyun-ah, waegurae?” seru Yonghwa yang masuk ke dalam kamar Seohyun bersama dengan Yuri di belakangnya.
“Oppa,” ucap seohyun sambil terisak.
“Ne, aku disini. Ada apa? Apa kau merasakan sakit? Dimana yang sakit?” tanya Yonghwa panik. Yuri membuang muka kearah jendela. Melihat Kyuhyun dan beberapa perawat mendorong pasien ke ruang operasi.
Seohyun menggelengkan kepalanya kencang. “Disini yang sakit,” ucap Seohyun mencengkram pakaiannya kencang, seakan ingin membuang rasa cintanya kepada Kyuhyun jauh-jauh. Yonghwa memeluk Seohyun erat. Ia mencium kepala Seohyun dengan sayang.
Setelah Seohyun tenang, Yuri pamit keluar. Ia berjalan sendirian di koridor rumah sakit yang sepi. Sedangkan Yonghwa menemani Seohyun yang hampir terlelap.
                                                ^^
When I Look at you
I see forgiveness, I see the truth
You love me for who I am
Yuri mendudukkan dirinya di atas sofa di coffee shop langganannya. Ia sedang menunggu Yonghwa datang.
“Mianhaeyo, kau sudah lama menunggu?” tanya Yonghwa begitu ia tiba di hadapan Yuri.
“Belum, aku juga baru tiba,” jawab Yuri dengan senyuman. Cantik sekali.
“Apa yang ingin kau katakan?”
“Apa kau tidak ingin memesan secangkir kopi?” Yuri balik bertanya.
“Sebenarnya aku buru-buru. Karena setelah ini aku ingin menemui Seohyun,” Yuri membelalakkan matanya begitu mendnegar nama adik sepupunya.
“Yonghwa-ya..”
“Ne?”
“…”
“Waegurae?”
“…”
“Apa terjadi sesuatu dengan Seo..”
“Saranghaeyo,” Yuri lalu menatap keluar jendela. Melihat sepasang kekasih yang saling bercanda sambil tertawa gembira.
“Yuri-a, aku..”
“Aku tahu, kau menyukai Seohyun, kan? Aku tidak perlu jawaban, aku Cuma mengatakan. Sekarang aku sudah lega, pergilah menemui Seohyun,” ucap Yuri pura-pura tegar, padahal hatinya sangat hancur. Kemudian ia berdiri dan pergi meninggalkan Yonghwa yang masih merasa bersalah.
“Yuri-a, kau mau kemana?” seru Yonghwa berlari mengejar Yuri.
“Aku ingin bertemu Seohyun,” jawab Yuri memaksakan senyum.
“Bersamaku saja, aku membawa mobil,” ajak Yonghwa.
“Untuk pertama dan terakhir kalinya,” ucap Yuri. Yonghwa menatap Yuri iba. Tapi perasaan tidak bisa dipaksakan, kan? Bukankah kita berhak memilih?
                                                ^^
Like the stars hold the moon
Right there where they belong and I know
I’m not alone
Kyuhyun duduk di atas tempat tidur di apartemennya. Ia lalu meraih buku diary yang sudah lama ia tulis. Membukanya lembar demi lembar dan membacanya sambil tersenyum sendiri. Dia memang seorang dokter, tapi tidak salah kan kalau dokter menulis di buku diary?
‘Hari ini aku sangat senang. Aku menemukan orang yang bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Namanya Yuri, dia adalah kakak sepupu pasienku, Seohyun. Dia sangat cantik dan baik. Tapi entah kenapa dia selalu cuek kepadaku. Mungkin suatu saat dia bisa baik kepadaku. Semoga saja..’
Besok adalah hari ulang tahun Seohyun. Kyuhyun sudah mempersiapkan kado untuk Seohyun. Dia membelikan Seohyun sebuah bola kristal yang indah.
“Semoga saja dia menyukainya,” gumam Kyuhyun sambil tersenyum. Tiba-tiba handphonenya berdering, Kyuhyun segera mengangkat panggilan itu. Panggilan dari Soo Yeon, asistennya.
“Yeoboseyo. Ne?!” Kyuhyun segera berlari mengambil kunci mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
                                                ^^
“Yonghwa memperhatikan Seohyun yang tenang, sambil tertidur. Dia bernapas naik turun beraturan. Yonghwa selalu senang jika Seohyun memintanya untuk menemani tidur. Karena ia bisa bebas memperhatikan wajah Seohyun yang polos dan cantik.
Tiba-tiba saja ia teringat kalau besok adalah hari ulang tahun Seohyun. Diam-diam dia sudah menyiapkan gitar akustik di dalam mobilnya. Sekitar tiga jam lagi ia akan turun mengambil gitarnya dan bernyanyi untuk Seohyun tepat di jam 12 malam.
Tiba-tiba saja ia melihat darah Seohyun naik kearah botol infusnya. Yonghwa segera memanggil perawat yang berjaga. Selanjutnya ia melihat Seohyun yang kejang. Yonghwa panik dan langsung menelpon Yuri.
Sudah hampir dua jam Yonghwa dan Yuri menunggu dalam kecemasan. Sampai tiba-tiba Kyuhyun keluar dari ruangannya. Yonghwa segera mencegat Kyuhyun dan menerpanya dengan banyak pertanyaan.
“Bagaimana Seohyun? Apa dia selamat? Bagaimana keadaannya sekarang?”
“Dia tidak apa-apa. Tapi dia akan melewati batas kritis sebentar lagi. Yang kita harapkan hanya dengan doa,” jawab Kyuhyun lesu. Yonghwa menunduk dalam. Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi terhadap Seohyun.
“Eonni, apa aku baik-baik saja?” tanya Seohyun lemah, kepada Yuri yang duduk disampingnya.
“Ne, kau tidak apa-apa,” jawab Yuri sambil tersenyum.
“Dimana dokter Cho?” tanya Seohyun lagi. Yuri lalu melirik kearah Yonghwa yang tertidur di sofa.
“Molla,” ucap Yuri.
“Eonni, apa umurku masih lama? Aku takut tidak bisa mengatakan perasaanku kepada dokter Cho,” Seohyun kembali terisak.
“Eonni, berikan ini kepada dokter Cho, ya?” bujuk Seohyun sambil menyodorkan selembar kertas. Yuri mengambilnya dan mengangguk.
“Seohyun-ah, lihatlah Yonghwa,” Seohyun lalu melihat kearah Yonghwa yang tertidur.
“Apa kau tahu kenapa dia begitu baik terhadapmu?” tanya Yuri.
“Karena dia sudah menganggapku sebagai adiknya,” jawab Seohyun. Yuri menggeleng.
“Dia menyukaimu Seohyun-ah,” ucap Yuri menahan tangis.
“Eonni, bukannya kau menyukai Yonghwa?” tanya Seohyun. Yuri lalu menggeleng.
“Waeyo?” tanya Seohyun heran karena yang ia tahu Yuri sudah lama menyukai Yonghwa.
“Aniyo, aku keluar dulu,” ucap Yuri.
Ia lalu berlari kearah taman dan duduk dibangku taman. Ia menumpahkan semua airmatanya disana. Setelah merasa puas menangis ia kembali lagi kekamar Seohyun. Dia melihat Kyuhyun yang duduk di sebelah Seohyun yang sudah terlelap. Yuri lalu kembali keluar, tapi Kyuhyun memanggilnya.
“Yuri-ssi,” Yuri membalikkan badannya.
“Aku ingin bicara padamu,” ucap Kyuhyun.
Mereka lalu berjalan menuju balkon rumah sakit.
“Yuri-ssi, saranghaeyo,” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Yuri terkejut mendengar pernyataan Kyuhyun. Ia sama sekali tidak pernah berpikir kalau Kyuhyun menyukainya.
“Mianhaeyo dokter Cho, ini dari Seohyun,” kata Yuri. Ia lalu memberikan kertas yang diberikan Seohyun kepada Kyuhyun. Yuri lalu pergi meninggalkan Kyuhyun menuju kamar adiknya.
Kyuhyun membaca tulisan tangan Seohyun yang rapih.
‘Annyeonghaseo dokter Cho. Setelah kau membaca ini, kupikir aku sudah tidak ada di dunia lagi. Cho Kyuhyun-ssi, aku mencintaimu. Jeongmal saranghae. Mianhaeyo, aku tidak bisa mengatakannya langsung kepadamu, karena aku tahu kau pasti tidak akan suka dengan gadis yang penyakitan, kan?’
Kyuhyun menatap kearah langit malam yang mendung. Malam seakan angkuh untuk menampakkan keindahan bintang-bintangnya. Tiba-tiba saja ia mendengar suara jeritan dari dalam sebuah kamar.
“Seohyun-ah!!!!!!!!!!! Kajima!! Seohyun-ah, adikku!!” Kyuhyun lalu berlari menuju kamar Seohyun dan mendapati Yuri dan Yonghwa yang menangis memeluk jasad Seohyun.
Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di tembok dekat pintu kamar Seohyun. Ia lalu meghapus air matanya. Dan berjalan masuk sambil menahan tangis.
                                                ^^
Yeah when my world is falling apart
When there’s no light to break up the dark
That’s when I, I, I look at you
When the waves are flooding the shore
And I can’t find my way home anymore
That’s when I, I, I look at you
Yonghwa bernyanyi sambil memainkan piano. Itu lagu kesukaan Seohyun. Ia lalu mengambil kertas yang di tulis Seohyun saat Yuri pergi meninggalkannya. Sebenarnya Yonghwa mendengar semua percakapan antara Seohyun dan Yuri waktu itu. Ia tidak tidur sungguhan.
‘Oppa, aku menganggapmu sebagai kakakku. Aku tidak ingin mempunyai pacar sepertimu. Aku akan lebih senang kalau kau menjadi kakakku. Kau masih tetap kakakku, kan?’
You appear just like a dream to me
Just like a kaleidoscope colors that
Cover me All I need
Every breath that I breathe
Don’t you know you’re beautiful
When the waves are flooding the shore
And I can’t find my way home anymore
That’s when I, I, I look at you
You appear just like a dream to me..
~END~

You Might Also Like

0 komentar

Sabtu, 26 Oktober 2013

When I Look at You




Judul           : When I Look at You
Author        : Rizka Zain (@zaainz)
Genre                   : Sad Romance
Cast            : Seohyun (SNSD)
                    Yuri (SNSD)
                    Kyuhyun (Super Junior)
                    Yonghwa (CNBlue)
Disclaimer  : No Plagiat! Jadi kreatif itu mudah. Berpikir positif penuh imajinasi ;)

Every body needs inspiration
Every body needs a song
A beautiful melody
When the night’s so long
Seohyun bersenandung sambil mendengarkan lagu kesukaannya, ‘When I Look at You’ milik Miley Cyrus lewat earphone yang tertempel di telinganya. Sesekali ia melirik jendela. Melihat ke lantai bawah. Menunggu dokternya lewat. Ya! Tepat sekali, dokternya itu sedang berbincang dengan asistennya sambil berjalan menuju laboratorium.
Seohyun memperhatikan lelaki itu dari balik jendela rumah sakit. Dia adalah pengidap penyakit kanker darah dan dia menyukai dokternya. Dokter muda yang tampan bernama Cho Kyuhyun. Dokter yang selalu memperhatikan perkembangan kesehatannya. Dokter yang selalu menanyakan kabarnya setiap pagi. Mungkin Seohyun salah kaprah dengan perlakuan Kyuhyun terhadapnya, itu kan memang tugas seorang dokter. Tapi entah kenapa selama hampir setahun ia tinggal di rumah sakit ini, perasaan sukanya semakin besar untuk Kyuhyun.
“Ya! Seohyun-ah, berhenti memperhatikan doktermu itu,” seru Yuri sambil berjalan mendekatinya.
“Apa aku salah mencintai seseorang?” tanya Seohyun lemah. Wajahnya pucat sekali.
“Tidak! Kau tidak salah. Hanya saja..” ucapan Yuri terhenti ketika melihat dokter Cho memasuki kamar Seohyun.
“Annyeong Seohyun-ssi, bagaimana perasaanmu sekarang? Apa masih terasa nyeri disini?” tanya Kyuhyun sambil memegang lutut Seohyun. Kemarin Seohyun mengeluh karena lututnya terasa kaku sampai ia tidak bisa berjalan.
“Ani, sekarang sudah membaik,” jawab Seohyun riang. Ia selalu ceria acapkali melihat Kyuhyun memeriksa kondisinya.
Yuri lalu duduk di atas tempat tidur yang dikhususkan untuk orang yang membantu merawat pasien. Yuri adalah kakak sepupu Seohyun yang tinggal bersama dengan Seohyun karena kedua orang tuanya sedang menjalankan bisnis di Kanada.
“Annyeonghaseo Yuri-ssi, bagaimana kabarmu?” tanya Kyuhyun ramah.
“Aku tidak apa-apa dokter Cho. Aku sehat walafiat,” ucap Yuri cuek.
“Arraseo. Ya! Seohyun-ssi, berhenti memperhatikanku dari jendela, ya,” ucapan Kyuhyun sontak membuat Seohyun terkejut. Apa Kyuhyun tahu kalau aku memperhatikannya setiap hari? Batin Seohyun.
Kyuhyun lalu berpamitan dan pergi meninggalkan Yuri yang sudah sibuk dengan majalah fashion dihadapannya dan Seohyun yang masih bingung.
Cause there is no guarantee
That’s is life is easy
                                                ^^
Yeah when my world is falling apart
When there’s no light to break up the dark
That’s when I, I, I look at you
Yonghwa menekan tuts piano dihadapannya. Ia ingin menyanyikankan lagu untuk Seohyun –hoobaenya saat SMA, sudah sangat lama ia memendam perasaannya kepada Seohyun. Sejak mereka sama-sama duduk di bangku SMA. Ia bermaksud untuk mengungkapkan perasaannya di hari ulang tahun Seohyun, minggu depan.
Tiba-tiba saja ia mendengar suara handphonenya. Yuri, sedang apa dia menelponku?
“Yeoboseyo,” ucap Yonghwa setelah memencet tombol hijau handphonenya.
“Kau dimana? Apa sedang sibuk?” tanya Yuri diseberang sambungan.
“Dirumah. Ani. Waegurae?”
“Gwenchana, bisa kita bertemu?”
“Hmm arraseo,” jawab Yonghwa. Setelah itu ia menutup sambungan telepon dan mengambil mantelnya.
                                                ^^
When the waves are flooding the shore
And I can’t find my way home anymore
That’s when I, I, I look at you..
Seohyun sedang ingin tidur. Tiba-tiba saja Kyuhyun masuk kedalam kamarnya.
“Annyeonghaseo Seohyun-ssi, apa kau sudah beristirahat?” tanya Kyuhyun sambil berjalan menghampiri Seohyun yang terbaring di tempat tidur.
“Nde, sekarang aku sedang akan beristirahat,” jawab Seohyun dengan senyum. “Sedang apa dokter kesini? Bukannya tadi pagi sudah mengecek keadaanku?” lanjut Seohyun.
Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum salah tingkah.
“Aniyo. Yuri bilang minggu depan hari ulang tahunmu,” ucap Kyuhyun membuat Seohyun senang. Akhirnya Kyuhyun tahu juga hari ulang tahunku, batin Seohyun.
“Lalu?” pertanyaan Seohyun sontak membuat Kyuhyun kembali salah tingkah. Aigoo, lucu sekali dia saat sedang gugup seperti ini, batin Seohyun.
“Kau ingin hadiah apa dariku?” tanya Kyuhyun, Seohyun lantas menundukkan kepalanya.
“Waeyo?”
Ya Tuhan, seandainya aku bisa bilang kalau aku ingin dia mencintaiku, tapi mana mungkin dia mau denganku yang sudah akan mati, pikir Seohyun sedih.
“Seohyun-ssi,” panggil Kyuhyun.
“ah, ne. aku sedang tidak ingin apapun. Aku cuma ingin dokter Cho..” ucapan Seohyun menggantung ketika melihat seorang perawat menghampiri kamar Seohyun dengan terengah-engah.
“Mi Young-ssi, ada apa?” tanya Kyuhyun kepada perawat dengan badge ‘Hwang Mi Young’.
“Taeyeon dokter, Taeyeon. Dia tidak sadarkan diri setelah kejang-kejang,” ucap Mi Young panik. Kyuhyun lalu berlari menuju keluar ruangan Seohyun bersama dengan Mi Young.
Seohyun mencengkram bajunya tepat di dada. Dia merasakan sakit yang teramat sakit ketika tahu bahwa kenyataan ini membunuhnya lebih cepat dari kanker yang ada di tubuhnya.
“Seohyun-ah, waegurae?” seru Yonghwa yang masuk ke dalam kamar Seohyun bersama dengan Yuri di belakangnya.
“Oppa,” ucap seohyun sambil terisak.
“Ne, aku disini. Ada apa? Apa kau merasakan sakit? Dimana yang sakit?” tanya Yonghwa panik. Yuri membuang muka kearah jendela. Melihat Kyuhyun dan beberapa perawat mendorong pasien ke ruang operasi.
Seohyun menggelengkan kepalanya kencang. “Disini yang sakit,” ucap Seohyun mencengkram pakaiannya kencang, seakan ingin membuang rasa cintanya kepada Kyuhyun jauh-jauh. Yonghwa memeluk Seohyun erat. Ia mencium kepala Seohyun dengan sayang.
Setelah Seohyun tenang, Yuri pamit keluar. Ia berjalan sendirian di koridor rumah sakit yang sepi. Sedangkan Yonghwa menemani Seohyun yang hampir terlelap.
                                                ^^
When I Look at you
I see forgiveness, I see the truth
You love me for who I am
Yuri mendudukkan dirinya di atas sofa di coffee shop langganannya. Ia sedang menunggu Yonghwa datang.
“Mianhaeyo, kau sudah lama menunggu?” tanya Yonghwa begitu ia tiba di hadapan Yuri.
“Belum, aku juga baru tiba,” jawab Yuri dengan senyuman. Cantik sekali.
“Apa yang ingin kau katakan?”
“Apa kau tidak ingin memesan secangkir kopi?” Yuri balik bertanya.
“Sebenarnya aku buru-buru. Karena setelah ini aku ingin menemui Seohyun,” Yuri membelalakkan matanya begitu mendnegar nama adik sepupunya.
“Yonghwa-ya..”
“Ne?”
“…”
“Waegurae?”
“…”
“Apa terjadi sesuatu dengan Seo..”
“Saranghaeyo,” Yuri lalu menatap keluar jendela. Melihat sepasang kekasih yang saling bercanda sambil tertawa gembira.
“Yuri-a, aku..”
“Aku tahu, kau menyukai Seohyun, kan? Aku tidak perlu jawaban, aku Cuma mengatakan. Sekarang aku sudah lega, pergilah menemui Seohyun,” ucap Yuri pura-pura tegar, padahal hatinya sangat hancur. Kemudian ia berdiri dan pergi meninggalkan Yonghwa yang masih merasa bersalah.
“Yuri-a, kau mau kemana?” seru Yonghwa berlari mengejar Yuri.
“Aku ingin bertemu Seohyun,” jawab Yuri memaksakan senyum.
“Bersamaku saja, aku membawa mobil,” ajak Yonghwa.
“Untuk pertama dan terakhir kalinya,” ucap Yuri. Yonghwa menatap Yuri iba. Tapi perasaan tidak bisa dipaksakan, kan? Bukankah kita berhak memilih?
                                                ^^
Like the stars hold the moon
Right there where they belong and I know
I’m not alone
Kyuhyun duduk di atas tempat tidur di apartemennya. Ia lalu meraih buku diary yang sudah lama ia tulis. Membukanya lembar demi lembar dan membacanya sambil tersenyum sendiri. Dia memang seorang dokter, tapi tidak salah kan kalau dokter menulis di buku diary?
‘Hari ini aku sangat senang. Aku menemukan orang yang bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Namanya Yuri, dia adalah kakak sepupu pasienku, Seohyun. Dia sangat cantik dan baik. Tapi entah kenapa dia selalu cuek kepadaku. Mungkin suatu saat dia bisa baik kepadaku. Semoga saja..’
Besok adalah hari ulang tahun Seohyun. Kyuhyun sudah mempersiapkan kado untuk Seohyun. Dia membelikan Seohyun sebuah bola kristal yang indah.
“Semoga saja dia menyukainya,” gumam Kyuhyun sambil tersenyum. Tiba-tiba handphonenya berdering, Kyuhyun segera mengangkat panggilan itu. Panggilan dari Soo Yeon, asistennya.
“Yeoboseyo. Ne?!” Kyuhyun segera berlari mengambil kunci mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
                                                ^^
“Yonghwa memperhatikan Seohyun yang tenang, sambil tertidur. Dia bernapas naik turun beraturan. Yonghwa selalu senang jika Seohyun memintanya untuk menemani tidur. Karena ia bisa bebas memperhatikan wajah Seohyun yang polos dan cantik.
Tiba-tiba saja ia teringat kalau besok adalah hari ulang tahun Seohyun. Diam-diam dia sudah menyiapkan gitar akustik di dalam mobilnya. Sekitar tiga jam lagi ia akan turun mengambil gitarnya dan bernyanyi untuk Seohyun tepat di jam 12 malam.
Tiba-tiba saja ia melihat darah Seohyun naik kearah botol infusnya. Yonghwa segera memanggil perawat yang berjaga. Selanjutnya ia melihat Seohyun yang kejang. Yonghwa panik dan langsung menelpon Yuri.
Sudah hampir dua jam Yonghwa dan Yuri menunggu dalam kecemasan. Sampai tiba-tiba Kyuhyun keluar dari ruangannya. Yonghwa segera mencegat Kyuhyun dan menerpanya dengan banyak pertanyaan.
“Bagaimana Seohyun? Apa dia selamat? Bagaimana keadaannya sekarang?”
“Dia tidak apa-apa. Tapi dia akan melewati batas kritis sebentar lagi. Yang kita harapkan hanya dengan doa,” jawab Kyuhyun lesu. Yonghwa menunduk dalam. Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi terhadap Seohyun.
“Eonni, apa aku baik-baik saja?” tanya Seohyun lemah, kepada Yuri yang duduk disampingnya.
“Ne, kau tidak apa-apa,” jawab Yuri sambil tersenyum.
“Dimana dokter Cho?” tanya Seohyun lagi. Yuri lalu melirik kearah Yonghwa yang tertidur di sofa.
“Molla,” ucap Yuri.
“Eonni, apa umurku masih lama? Aku takut tidak bisa mengatakan perasaanku kepada dokter Cho,” Seohyun kembali terisak.
“Eonni, berikan ini kepada dokter Cho, ya?” bujuk Seohyun sambil menyodorkan selembar kertas. Yuri mengambilnya dan mengangguk.
“Seohyun-ah, lihatlah Yonghwa,” Seohyun lalu melihat kearah Yonghwa yang tertidur.
“Apa kau tahu kenapa dia begitu baik terhadapmu?” tanya Yuri.
“Karena dia sudah menganggapku sebagai adiknya,” jawab Seohyun. Yuri menggeleng.
“Dia menyukaimu Seohyun-ah,” ucap Yuri menahan tangis.
“Eonni, bukannya kau menyukai Yonghwa?” tanya Seohyun. Yuri lalu menggeleng.
“Waeyo?” tanya Seohyun heran karena yang ia tahu Yuri sudah lama menyukai Yonghwa.
“Aniyo, aku keluar dulu,” ucap Yuri.
Ia lalu berlari kearah taman dan duduk dibangku taman. Ia menumpahkan semua airmatanya disana. Setelah merasa puas menangis ia kembali lagi kekamar Seohyun. Dia melihat Kyuhyun yang duduk di sebelah Seohyun yang sudah terlelap. Yuri lalu kembali keluar, tapi Kyuhyun memanggilnya.
“Yuri-ssi,” Yuri membalikkan badannya.
“Aku ingin bicara padamu,” ucap Kyuhyun.
Mereka lalu berjalan menuju balkon rumah sakit.
“Yuri-ssi, saranghaeyo,” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Yuri terkejut mendengar pernyataan Kyuhyun. Ia sama sekali tidak pernah berpikir kalau Kyuhyun menyukainya.
“Mianhaeyo dokter Cho, ini dari Seohyun,” kata Yuri. Ia lalu memberikan kertas yang diberikan Seohyun kepada Kyuhyun. Yuri lalu pergi meninggalkan Kyuhyun menuju kamar adiknya.
Kyuhyun membaca tulisan tangan Seohyun yang rapih.
‘Annyeonghaseo dokter Cho. Setelah kau membaca ini, kupikir aku sudah tidak ada di dunia lagi. Cho Kyuhyun-ssi, aku mencintaimu. Jeongmal saranghae. Mianhaeyo, aku tidak bisa mengatakannya langsung kepadamu, karena aku tahu kau pasti tidak akan suka dengan gadis yang penyakitan, kan?’
Kyuhyun menatap kearah langit malam yang mendung. Malam seakan angkuh untuk menampakkan keindahan bintang-bintangnya. Tiba-tiba saja ia mendengar suara jeritan dari dalam sebuah kamar.
“Seohyun-ah!!!!!!!!!!! Kajima!! Seohyun-ah, adikku!!” Kyuhyun lalu berlari menuju kamar Seohyun dan mendapati Yuri dan Yonghwa yang menangis memeluk jasad Seohyun.
Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di tembok dekat pintu kamar Seohyun. Ia lalu meghapus air matanya. Dan berjalan masuk sambil menahan tangis.
                                                ^^
Yeah when my world is falling apart
When there’s no light to break up the dark
That’s when I, I, I look at you
When the waves are flooding the shore
And I can’t find my way home anymore
That’s when I, I, I look at you
Yonghwa bernyanyi sambil memainkan piano. Itu lagu kesukaan Seohyun. Ia lalu mengambil kertas yang di tulis Seohyun saat Yuri pergi meninggalkannya. Sebenarnya Yonghwa mendengar semua percakapan antara Seohyun dan Yuri waktu itu. Ia tidak tidur sungguhan.
‘Oppa, aku menganggapmu sebagai kakakku. Aku tidak ingin mempunyai pacar sepertimu. Aku akan lebih senang kalau kau menjadi kakakku. Kau masih tetap kakakku, kan?’
You appear just like a dream to me
Just like a kaleidoscope colors that
Cover me All I need
Every breath that I breathe
Don’t you know you’re beautiful
When the waves are flooding the shore
And I can’t find my way home anymore
That’s when I, I, I look at you
You appear just like a dream to me..
~END~
Posting Komentar